Headlines News :

Mobil Damkar Tabrak Motor dan Gubuk

Written By Firmansyah Djavu on Senin, 20 Agustus 2012 | 19.45



Garut - Mobil pemadam kebakaran menabrak gubuk peristirahatan dan sepeda motor hingga rusak parah. Pemerintah Kabupaten Garut siap mengganti kerugian yang ditimbulkan.

Peristiwa itu terjadi Senin (20/8/2012) siang sekitar pukul 12.30 WIB di Jalan Raya Banyuresmi, Kampung Parigi, Desa Banyuresmi, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut Jawa Barat. Akibatnya sebuah sepeda motor dan gubuk peristirahatan rusak berat dengan kerugian mencapai Rp 15 juta.

Kapolsek Banyuresmi Kompol Kusna Jeprija mengatakan bahwa pihaknya sudah memeriksa kronologi kejadian sehingga mengakibatkan mobil pemadam kebakaran tiba-tiba maju pada saat diparkir dan ditinggalkan crew dan sopir damkar. Pihak-pihak terkait sudah bertemu untuk membicarakan masalah tersebut.

"Jadi dalam pertemuan tersebut ada kesepakatan pihak Pemkab Garut siap mengganti kerugian," ujar Kompol Kusna Jeprija kepada wartawan, Senin (20/8/2012) sore.

Mobil damkar siang tadi kembali dari lokasi kebakaran di Kecamatan Banyuresmi. Namun belum sempat mempergunakan air karena api di lokasi kebakaran sudah berhasil dipadamkan warga.

Damkar tersebut kemudian kembali ke kantor damkar. Namun saat pulang sempat menyerempet pejalan kaki. Sopir dan crew damkar langsung melakukan pertolongan kepada korban ke puskesmas Banyuresmi.

"Namun saat mobil damkar ditinggalkan, tiba-tiba rem tangan damkar jebol, mobil pun maju tak terkendali dan berhenti setelah menabrak sepeda motor dan gubuk peristirahatan," ungkap Kusna.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Korban yang juga pemilik gubuk dan sepeda motor mengalami kerugian mencapai Rp 15 juta.

"Korban yang sempat terserempetpun hanya mengalami shock saja, pingsan karena kaget,"tutupnya.

Sumber: Detik

Jalur Arah Malangbong Macet Parah

Tasikmalaya - Menjelang Maghrib, Senin (20/8), terjadi kemacetan parah di ruas Jalan Raya Malangbong, Kabupaten Garut, Tasikmalaya. Berbagai macam kendaraan dari arah Bandung dan Jakarta memadati jalur yang berada di perbukitan itu. Kemacetan mengular dan diperkirakan mencapai puluhan kilometer.

''Yah mau apalagi. Lebaran ya biasa begini. Sabar sajalah,''kata Andri pemudik asal Jakarta yang saat itu berada di jalur itu. Dia mengaku hanya bisa pasrah seraya berharap kemacetan yang terjadi hanya karena banyaknya kendaraan, bukan karena akibat adanya kecelakaan.

Namun, arah jalur sebaliknya arus kendaraan di jalan itu lancar-lancar saja. Tak ada antrean yang mengular. Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan total petugas polisi sibuk mengatur arus kendaraan.

Jalur jalanan di sana cenderung minim penerangan jalan. Para pemudik harus bersikap ekstra waspada. Tetap berkendara di jalurnya karena sangat berbahaya bila mencoba menyalip kendaraan yang ada di depannya. Suasana kemacetan makin ruwet karena banyak sekali sepeda motor yang berada di jalur tersebut.

Sumber: ROL

Polda Metro Jaya Rekayasa Lalin di Ragunan

Jakarta - Untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung yang akan mengakibatkan kemacetan lalu lintas, Polda Metro Jaya  telah menyiapkan rekayasa lalu lintas agar tidak menimbulkan kemacetan panjang di sekitar Ragunan, Jakarta Selatan.

''Dipastikan arus lalu lintas akan macet, untuk mengatasinya, kami lakukan pengalihan arus lalulintas. Untuk Bus Transjakarta hanya akan melayani penumpang hingga Halte SMK 57 dan tidak sampai di Halte Ragunan,'' tutur AKBP Wahyono, Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/8).

''Juga akan ada penutupan jalur, kendaraan menuju RM Ragunan akan dibelokan ke kiri dan memutar di bawah Flyover Tanjungbarat kemudian melanjutkan lagi perjalanan ke arah Cilandak,'' ujar Wahyono. Wahyono mengatakan, antisipasi ini diambil, karena belajar dari pengalaman tahun sebelumnya.

Pada hari kedua Lebaran, biasanya jumlah pengunjung TM Ragunan akan melonjak signifikan. Pihaknya juga akan membatasi kendaraan yang masuk ke area TM Ragunan. Jika sudah tidak memungkinkan, kendaraan pribadi juga tidak diperbolehkan masuk. ''Tapi kita lihat dulu area parkir di dalam jika sudah penuh kendaraan pribadi juga tidak diperbolehkan masuk,'' tegasnya.

Sumber: ROL

Arus Balik Masih Lenggang di Karawang

Pantura-L

Karawang - Hari pertama pasca lebaran Senin, (H + 1), jalur Pantura Karawang dari arah Jakarta menuju  Pantura Subang, ternyata masih banyak  sepeda motor pemudik, kendaraan pribadi maupun bus, memadati jalan utama Pantura, Karawang walaupun tidak seperti tiga atau dua hari menjelang lebaran.

Pemudik pengendara sepeda motor terlihat tidak begitu padat dibanding beberapa hari menjelang lebaran.

Mereka terlhat memacu kendaraannya tidak “ngebut” masih terukur padahal jalan lengang. Mungkin karena mereka nyantai pulang kampung hanya untuk halal bilhalal dengan orangtua dan saudaranya.

Mungkin saja mereka tidak lagi memburu waktu, takut tak keburu mengikuti solat ied di kampung halamannya. Atau mungkin saja mereka mudik ke kampungnya sekalian ke lokasi wisata lebaran.

Begitu juga bus antar kota antar provinsi yang dari arah Jakarta melalui Jalan utama Pantura, Karawang, Cikampek dan Jatisari, terlihat pas bangku yang ada di busnya itu.

Tidak seperti sebelum hari raya bus dari arah Jakarta menuju arah Cirebon dan Jateng, sesak penumpang.

Walaupun  demikian puluhan petugas masih siaga di Pos Pengamanan terutama di Simpang Tiga Lampu merah Cimol Cikampek, di Simpang empat jembatan layang Cikampek, Simpang Tiga Mutiata, Simpang Tiga jembatan layang Jomin, dan Simpang Tiga Cikalong, Jatisari.

Petugas jaga di Pos Pam Jomin mengatakan,  arus balik kendaraan pribadi, angkutan umum maupun sepeda motor dari Jawa menuju Jakarta melalui Jalur Pantura, diprediksi akan terjadi pada hari Selasa, Rabu dan Kamis, (H + 2 sampai H + 4), karena mereka masuk kerja setelah cuti lebaran bersama.

Arus balik pengendara sepeda motor yang akan melalui jalan utama Pantura Karawang, agar berhati – hati, karena di jalur utama dari arah Cikampek menuju Karawang tepatnya di jalan depan Kantor Desa pancawati Kecamatan Klari,  terdapat sebuah lubang besar berupa bak control, milik PT Telkom yang sudah lama dibiarkan rusak.

Aspal bak control milik PT Telkom tersebut mengelupas, bahkan petutupnya rusak sehingga berlobang dan akan membahayakan keselamatan pengendara sepeda motor apabila lengah.

Karena sering terjadi kecelakaan akibat terperosok di lobang ini, warga setempat berupaya mencegah terjadinya kecelakaan sepeda motor yang serupa dengan cara menutup lobang memakai ban bekas dan kayu – kayu.

“Walaupun lobang itu sudah ditutup warga tapi bila malam hari sering terjadi kecelakaan terperosok masuk lobang tersebut, karena lokasinya berada di tempat yang gelap, karena itulah kami mohon kepada PT Telkom atau Binamarga segera memperbaikinya,” harap Suryana, 56, warga   Pancawati.

Sumber: Poskotanews

Kendaraan Yang Melintasi Nagreg Naik 107 Persen

tanjakannag208

Bandung - Arus lalu lintas hari pertama Lebaran 2012 yang melintas ke Nagreg, Jawa Barat naik hingga 107 persen dibanding Lebaran tahun lalu. Berdasarkan data di Posko Utama Nagreg jumlah kendaraan yang melintas mencapai 105.607 ribu kendaraan. Dari jumlah itu mayoritas kendaraan roda dua.

“Berdasar catatan jumlah kendaraan yang masuk Nagreg lebaran pertama mencapai 83 ribu kendaraan, sedang sepeda motor yang melintas 52 ribu. Motor itu melaju dari barat ke timur,“ kata Eric, komanda posko utama Nagreg, Senin.

Dia mengakui jumlah volume kendaraan Lebaran pertama sangat meningkat dibanding Lebaran hari pertana tahun lalu yang mencapai 40 ribu. “Kenaikan ini hampir 107 persen,“ tandasnya.

Berdasarkan laporan kendaraan arus mudik Lebaran menuju Selatan masih tersendat. Tanjakan Nagreg dan Gentong tetap masih menjadi kendala kemacetan yang serius. Memasuki H-1 Lebaran kemacetan mencapai 6 KM dan Cileunyi Nagreg harus ditempuh dalam kurun waktu 6 jam.

Kondisi arus lalu lintas siang ini tergolong terkendali meski kemacetan masih berlangsung di Gentong, Tasikmalaya.

Sementara, arus balik dari Selatan menuju Barat sudah mulai muncul.
Ribuan kendaraan kini mula menguasai jalur menuju Bandung. Bahkan, ribuan kendaraan nampak merayap di lingkar Nagreg. Pusat belanja di dekat terwongan Nagreg kini mulai diserbu pengunjung yang balik.

Ops Ketupat Jaya Tangkap Spesialis Ranmor

wibisono208

Tangerang - Seorang pemuda Sya, (20th) yang sudah 27 kali mencuri sepeda motor akhirnya sepak terjangnya terhenti setelah dia dibekuk saat dilakukan operasi Kutapat Jaya oleh Polsek Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Menurut Kapolsek Kompol R Bagus Wibisono,Sik didampingi Kanit Reskrim Iptu Mukmin, tersangka tertangkap Operasi Ketupat Jaya lantaran mengendarai sepeda motor tanpa dilengkapi surat yang syah alias bodong.

Ia beralasan STNK-nya tertinggal di rumah. “Setelah dipemeriksa intensif ternyata motor yang dikendarai tersangka hasil curian, kami juga menyita kunci leter T”jelas Kompol Bagus

Dalam pemeriksaan di mapolsek, Sya mengaku sudah 27 kali mencuri motor bersama seorang temannya. Lokasi pencurian antara lain di Kecamatan Legok, Curug, Pagedangan. Motor yang dicuri dijual ke wilayah Serang dan Pandeglang dengan harga Rp 2 juta tanpa dilengkapi surat. Ia mencuri mencuri motor yang diparkir hanya butuh waktu 5 menit.

Petugas kini sedang melacak motor curian dan baru satu unit yang ditemukan.”Kami masih mencari semua barang bukti agar semua motor bisa ditemukan,”jelas Iptu Mukmin sambil menyebutkan tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

Sumber: Poskotanews

7 Tewas Dari 40 Kecelakaan di Hari Lebaran

Hari Lebaran, 40 Kecelakaan, 7 Orang Tewas

Bandung – Sebanyak 40 kali kecelakaan dengan korban tujuh orang tewas terjadi di wilayah Jawa Barat pada Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriyah, Ahad (19/8).

"Sepanjang Ahad (19/8) jumlah kecelakaan terjadi 40 kali, tujuh orang tewas. Terbanyak kasus kecelakaan pada Hari Lebaran di Garut dengan tujuh kali kasus kecelakaan," kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes (Pol) Martinus Sitompul, Senin (20/8).

Kejadian yang sebagian melibatkan kendaraan sepeda motor itu, menurut Martinus, juga mengakibatkan 24 orang luka berat dan 22 orang luka ringan.

"Selain korban jiwa dan luka, juga mengakibatkan kerugian materil senilai Rp 44,8 juta," bebernya.

Sementara itu, total kecelakaan yang terjadi mulai 10-19 Agustus atau sepanjang pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2012 di wilayah Jawa Barat, terjadi sebanyak 222 kasus laka lantas.

"Sebanyak 47 korban meninggal dunia. Dari 222 kasus laka lantas itu terbanyak di wilayah Polres Garut, yakni 36 kasus," kata Martinus. Sementara itu, sebanyak 73 orang mengalami luka berat dan melukai 154 orang. Sedangkan total kerugian materi mencapai Rp 394,9 juta.

Kejadian paling banyak, selain di Garut yang tercatat 36 kasus juga di wilayah Polrestabes Bandung 25 kasus, Subang 20 kasus, Majalanengka (12), Ciamis (17), Banjar (8), Sumedang (8), Cirebon dan Indramayu masing-masing tujuh kasus.

Disusul Cianjur, Bogor dan Cianjur masing-masing enam kasus, Cimahi (9) serta sejumlah daerah lainnya di Jabar. Sebagian besar akibat kesalahan manusia atau human error yang kurang disiplin saat mengemudi.


Sumber: ROL

Pasca Lebaran Pertama, Jalur Medan-Brastagi Masih Lancar

Hari Pertama Lebaran, Jalur Medan-Brastagi Lengang

Medan – Jalur lintas Sumatera, Medan-Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, lengang sejak hari pertama Idul Fitri 1433 Hijriah (19/8) hingga Senin, (20/8).

Salah seorang pengemudi mobil pribadi, Kamil Mustafa (51) di Kabanjahe, menyebutkan jalan lintas Sumatera (Jalinsum) yang dilalui sejak dari Medan-Berastagi dalam keadaan tenang.

"Tidak ada kemacetan atau tanah longsor. Meski biasanya pada hari-hari besar keagamaan seperti Lebaran ini, Jalan Medan-Berastagi sering mengalami kemacetan, karena padatnya warga yang ingin pergi liburan ke kota 'buah' tersebut," katanya.

Namun, lanjut Kamil, pada hari pertama dan kedua Idul Fitri justru jalan dari Medan menuju Kota Kabanjahe yang terkenal dengan daerah penghasil sayur-mayur itu tidak begitu ramai.

"Pada hari-hari libur biasa seperti Ahad, Jalinsum Medan-Berastagi terkenal dengan kemacetan atau rawan terhadap tanah longsor dari gunung. Longsor yang terjadi itu, biasanya menutup badan jalan negara tersebut," ujarnya.

Dalam menyambut Lebaran tahun ini, sebagian jalan negara itu, kelihatan sudah banyak yang diperbaiki, sehingga tidak berlubang dan rusak parah seperti selama ini.

Sebelumnya, Dinas Bina Marga Sumatera Utara mencatat adanya 20 lokasi rawan longsor yang harus diwaspadai masyarakat ketika mudik dan balik pada Lebaran 1433 Hijriah.

Ke-20 lokasi rawan longsor tersebut cukup tersebar dan ada yang berada di jalur lintas kabupaten/kota, di antaranya kawasan Tanah Abang di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang hingga kawasan Seribu Dolok di Kabupaten Simalungun serta kawasan Jembatan Merah di Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal.

Sumber: ROL

Antisipasi Lonjakan Wisatawan, Jalur Puncak Buka One Way



Bogor - Memasuki H+2 Hari Raya Idul Fitri jalur Puncak, Bogor mulai padat. Kepadatan terjadi dari pagi hingga siang ini. Aparat Lantas Polres Bogor memberlakukan sistem one way untuk arah Jakarta menuju Cianjur.

Hingga siang ini kemacetan masih terjadi di dua arah. Kemacetan diakibatkan membludaknya volume kendaraan yang menuju Cianjur maupun ke arah Jakarta. Kebanyakan pengendara adalah pemudik lokal yang masih hilir mudik ke rumah sanak saudara, selain itu volume kendaraan yang ingin berlibur ke kawasan puncak bertambah.

"Saat ini kami sedang melakukan penguraian kemacetan," kata Kasat Lantas Polres Bogor, Edwin Afandi ketika dihubungi wartawan, Senin (20/08/2012).

Diperkirakan kepadatan akan terjadi hingga sore hari, saat ini aparat Lantas Polres Bogor tengah menyiagakan personelnya di titik rawan macet. Volume kendaraan sendiri sekarang didominasi kendaraan roda dua dan mobil pribadi yang ingin berwisata dan berkunjung ke rumah saudara.

"Titik yang rawan kami siagakan anggota, diantaranya di Pasir Muncang dan Pasar Cisarua," jelas Edwin.

Sementara itu, puncak kepadatan arus balik diperkirakan akan terjadi seiring kembalinya pemudik. Selain itu kawasan puncak juga menjadi tujuan wisata bagi warga lokal dan luar Bogor.

"Sementara ini bus pariwisata belum terlihat banyak," ungkap Edwin.

Untuk mengantisipasi kepadatan jalur akibat wisatawan, aparat akan tetap memberlakukan sistem one way secara kondisional.

Sumber: Detik

Aturan Baru Tiket KA Diperketat, 2 Penumpang Diturunkan



Cirebon - Penerapan ketat tiket kereta api sesuai nama pemegang sudah memakan korban. Tim Pemeriksaan Serentak PT Kereta Api Indonesia DAOP III Cirebon menurunkan dua penumpang di Stasiun Cikampek karena tiketnya tidak sesuai indentitas penumpang.

Sumarsono kepala Humas DAOP III Cirebon kepada wartawan di Cirebon, Senin (20/8), mengatakan, semua penumpang Kereta Api tiketnya harus sesuai dengan identitas diri mereka. Mengingat aturan sudah jelas, sanksi terpaksa diturunkan, sebelumnya meraka hanya diberikan pengarahan.

"Tiket penumpang yang tidak sesuai identitas, untuk Stasiun Kejaksan diperiksa sehingga mereka dipersilahkan menyelesaikan masalahnya di ruangan yang sudah disediakan,"katanya.

Ia menambahkan, bagi penumpang yang berangkat dari Stasiun kecil seperti Jatibarang, Haurgeulis, diperiksa oleh tim Pemeriksaan Serentak, sehingga resiko diturunkan di Stasiun terdekat.

Sementara itu Kusumah penumpang kereta api di Stasiun Kejaksan Cirebon menuturkan, aturan PT KAI memberlakukan semua pemilik tiket KA harus sesuai identitas positif, selain menghindari calo juga mengantisipasi kejadian mencurigakan agar mudah mengenal pelakunya.

Sumber: ROL

Kecelakaan Tewaskan 3 Orang Masih Diselidiki

Sumenep - Kepolisian Resor Sumenep, Jawa Timur, masih menyelidiki kasus kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Sumenep-Pamekasan, yang menewaskan tiga orang.

"Sesuai hasil pemeriksaan saksi, kasus tersebut melibatkan sepeda motor, becak, dan mobil. Tiga korban tewas itu naik sepeda motor. Saat ini kami masih menyelidiki kasus tersebut," ujar Kepala Unit Laka Lantas Satuan Lalu Lintas Polres Sumenep, Iptu Arifin di Sumenep, Senin (20/8).

Kecelakaan yang melibatkan sepeda motor, becak, dan mobil itu terjadi di Jalan Raya Sumenep-Pamekasan, yang posisinya masuk wilayah Desa Rombessan, Kecamatan Pragaan, pada Minggu (19/8) malam sekitar pukul 18.15 WIB.

Versi polisi, kecelakaan itu diduga berawal dari sepeda motor yang dikendarai Ahmadi, warga Pragaan, yang membonceng Supatma (istrinya) dan Hariski (cucunya), melaju dari arah barat ke timur, dan berusaha mendahului becak.

Diduga, upaya mendahului becak itu tidak berhasil, karena sepeda motor terlalu mepet dan akhirnya menyerempet becak. Selanjutnya, tiga orang yang naik sepeda motor tersebut terjatuh di sebelah kanan becak, dan secara bersamaan dari arah timur melaju sebuah mobil yang disopiri oleh Sundoro Gunawan, warga Pamekasan.

"Saat itu terjadi benturan dan mengakibatkan salah seorang yang naik sepeda motor, yakni Supatma, meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP)," kata Arifin. Sementara dua orang lainnya, yakni Ahmadi dan Hariski, yang mengalami luka berat, langsung dibawa ke Puskesmas Pragaan, untuk menjalani perawatan.

"Namun, mereka akhirnya meninggal dunia di Puskesmas Pragaan, setelah sempat dirawat sekitar 15 menit. Artinya, dalam kasus ini, ada tiga korban tewas, dengan rincian satu korban meninggal dunia di TKP, dan dua lainnya di Puskesmas Pragaan," ujarnya.

Ia juga mengemukakan, hingga saat ini pihaknya belum berhasil menemukan tukang becak yang becaknya akan didahului oleh korban. "Sementara sopir mobil sudah kami mintai keterangan dan statusnya masih terperiksa. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan," kata Arifin.

Sumber: ROL

Kepadatan Terjadi Pagi Tadi di Gerbang Tol Cikarang

Cikampek - Antrean kendaraan di pintu tol Cikarang menuju Cikampek, Jawa Barat, mencapai 18 kilometer pada Senin (20/8) pagi karena padatnya kendaraan. Antrean kendaraan pada hari kedua Idul Fitri 1433 Hijriah sekitar pukul 08.00 WIB terjadi sejak kilometer 12.

Arus kendaraan mulai lancar setelah pintu tol Cikarang di kilometer 30. Sejak kilometer 12, laju kendaraan tersendat. Kalau pun jalan, hanya dapat melaju sekitar 40 kilometer per jam.

Sebagian besar kendaraan bernomor polisi Jakarta. Selain membawa banyak penumpang, mobil-mobil tersebut juga membawa barang di atas kendaraan. Setelah kilometer 30, walaupun arus sudah mulai lancar, namun kendaraan hanya bisa melaju maksimal 90 kilometer per jam karena jumlah kendaraan padat.

Jarak antara kendaraan rata-rata 10 meter. Arus kendaraan kembali tersendat di kilometer 62 atau menjelang percabangan menuju Cikampek dan tol Purbaleunyi arah Bandung.

Arus kendaraan menuju ke cikampek lancar namun yang menuju ke bandung sangat padat. Laju kendaraan hanya sekitar 20 hingga 40 kilometer per jam. Banyak kendaraan mengambil bahu jalan mulai dari pintu tol Cikarang.

Sumber: ROL

Arus Mudik H+2 Masih Ramai

Cirebon - Hari kedua Idul Fitri 1433 Hijriah, Senin, arus lalu lintas dari arah Jakarta melalui Indramayu menuju Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, ramai lancar iring-iring pemudik roda dua dan kendaraan pribadi masih terus melintasi Pantura.

"Arus lalu lintas dari arah Jakarta melalui jalur utama Pantura Indramayu menuju Kabupaten Cirebon terpantau ramai lancar, kendaraan roda dua masih tetap mendominasi dibandingkan pemudik roda empat," kata Briptu Asep, petugas Pos Pam Arus Mudik di Cirebon, Senin (20/8/2012).

Menurut Asep, memasuki hari kedua lebaran arus mudik dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah menurun dibandingkan sebelumnya, namun kepadatan lalu lintas tetap tinggi, dipicu aktivitas masyarakat Pantura yang sedang melakukan silaturahmi, terutama mereka perantau.

Diperkirakan, kata Asep, arus lalu lintas di Pantura Kabupaten Indramayu menuju Cirebon akan meningkat siang hari, karena biasanya hari lebaran warga setempat berlibur dengan keluarga mereka, sehingga petugas siap mengurai jika terjadi kepadatan diperbatasan dan peyempitan jalan.

Sementara itu Warto, pemudik asal Jakarta di Cirebon menuturkan, arus lalu lintas dari pintu tol Cikampek menuju Karawang, Subang, Indramayu hingga Kabupaten Cirebon, memasuki hari kedua lebaran ramai lancar.
"Rombongan pemudik kendaraan roda dua juga mobil pribadi dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah, masih terus melintasi Pantura hari kedua lebaran Idul Fitri 1433 Hijriah," katanya.

Ia menambahkan, sengaja mudik lebaran hari kedua untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas, karena sering terjebak macet, perjalanan dari Jakarta hingga Cirebon cukup lancar, sempat terjadi hambatan di pasar tradisional dan penyempitan jalan di daerah Indramayu.

Ridwan, pemudik lain mengaku, arus lalu lintas dari pintu tol Sadang Purwakarta menuju Kabupaten Subang melalui Cikamurang keluar Cijelag Sumedang, Jawa Barat ramai lancar, kendaraan roda empat mendominasi dibandingkan roda dua dan angkutan umum.

Memasuki hari kedua lebaran, dari arah Cijelag menuju Kadipaten Majalengka lalu lintas lancar, namun di persimpangan Palimanan kendaraan sempat terhambat akibat pertemuan arus dari arah Jakarta, selanjutnya hingga Cirebon kota lancar.

Dan Pos Pam Kanggraksan Kota Cirebon AKP Tri Sulayanto kepada wartawan di Cirebon menuturkan, memasuki hari kedua lebaran Idul Fitri 1433 Hijriyah arus mudik dari arah Jakarta masih terus mengalir, kendaraan roda dua mendominasi dibandingkan mobil pribadi, lalu lintas terpantau ramai lancar.

Sumber: ROL

Korban Lakalantas Sampai H-1 Bertambah

Semarang - Korban kecelakaan lalu lintas sampai H-1 di wilayah Provinsi Jawa Tengah tercatat sebanyak 62 korban meninggal dunia, 64 luka berat, dan sebanyak 455 orang luka ringan.

Korban kecelakaan meninggal dunia ini bertambah cukup banyak. Dari H-5 tercatat sudah 39 korban meninggal dunia. Korban kecelakaan ini akibat kecelakaan sebanyak 370 kejadian.

Direktur Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Tengah Komisaris Besar Naufal M Yahya, Senin (20/8/2012), mengemukakan, kecelakaan lalu lintas juga menimbulkan kerugian lebih dari Rp 400 juta.

Dari kejadian kecelakaan itu, penyebab terbesar kecelakaan lalu lintas akibat kelalaian pengemudi, mulai dari pengemudi mengantuk, tidak hati-hati, pengemudi tidak menguasai medan, hingga tidak mampu mengendalikan laju kendaraan.

Dari posko di Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Provinsi Jateng diperoleh keterangan, kejadian kecelakaan juga akibat pengemudi terlalu tergesa-gesa memacu kendaraannya dengan harapan segera sampai di tempat tujuan.

Sumber: Kompas

2 Sepeda Motor Dihantam Sedan di Pinggir Jalan

Sedan Hantam 2 Motor di Pinggir Jalan
Jogyakarta - Senin (20/8/2012), dua sepeda motor Shogun AA 3912 TC dan Mio AA 6618 LL yang milik Dewi warga Puworejo dan 4 anggota keluarganya kecelakaan, tepatnya di jalur wilayah Sentolo, depan masjid Salamrejo, sekitar pukul 09.30.

Dua sepeda motor itu baru berhenti di pinggir jalan karena pengendaranya hendak rehat. Namun keduanya tiba-tiba diseruduk mobil sedan AB 8566 VH dari belakang (arah barat). Beruntung sekeluarga itu selamat. Dewi hanya mengalami luka memar di pinggul akibat terjatuh. Namun dua sepeda motornya rusak di bagian depan dan belakang.

"Saya sudah di tepi. Mobil itu tiba-tiba sepertinya terlalu ke pinggir," ungkap Dewi, yang pagi itu dari Purworejo hendak silaturahim ke rumah neneknya di Klaten, Senin (20/8/2012).

Sumber: KKI

2 Pengendara Motor Tewas Tertabrak Bus TransJ



Jakarta - Kecelakaan yang melibatkan bus Trans Jakarta kembali terjadi. Kali ini terjadi saat perayaan Idul Fitri hari kedua.

Sebuah bus Trans Jakarta bernomor polisi B 7516 ZX menabrak motor Honda Beat B 6413 BYQ di jalan layang Pesing arah Grogol. Dua orang tewas seketika di lokasi kejadian.

"Korban meninggal 2 orang dan masih penanganan," kata salah seorang warga, Okta, Senin(20/8/2012).

Menurut Okta peristiwa tersebut terjadi begitu cepat dan kini dikabarkan seorang pengendara motor masih berada di kolong bus Trans Jakarta.

"Orangnya masih nyangkut di kolong bus, bapak-bapak," jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan sejumlah petugas kepolisian masih melakukan penanganan di lokasi kejadian. Arus lalu lintas di sekitar kawasan Pesing tersendat.

Sumber: KKI

Kecelakaan di Tol Padalarang Tewaskan 3 Penumpang Avanza

Tiga Orang Tewas Akibat Tabrakan di Tol Padaleunyi

Bandung - Tiga penumpang Toyota Avanza meninggal dunia, dan empat orang luka berat akibat kecelakaan di Tol Padalarang Cileunyi (Padaleunyi) KM 141,400 jalur B arah Bandung, Minggu (19/8/2012) sekitar pukul 12.30 WIB.

Berdasarkan data yang dibawa polisi ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, tiga orang yang meninggal bernama Erna (50), Ricky Setiawan (28), dan Jesica (8).

Tabrakan melibatkan mobil jenis hartop yang sedang menuju Bandung, dengan mobil Avanza. Tujuh penumpang dalam Avanz adalah satu keluarga yang sedang dalam perjalanan dari Majalaya ke Jakarta.

Menurut polisi yang membawa data ketiga jenazah ke RSHS, kecelakaan terjadi karena mobil hartop oleng dan menyeberang ke jalur berlawanan.

Di saat yang sama, Avanza melaju dari arah Bandung. Kapolsek Cileunyi Kompol Asep Gunawan menyatakan, kecelakaan itu sedang ditangani para petugas di posko mudik Cileunyi.

Sumber: KKI

Hingga H-1 Korban Kecelakaan di Jateng Bertambah

Semarang-Korban kecelakaan lalu lintas sampai H-1 di wilayah Provinsi Jawa Tengah tercatat sebanyak 62 korban meninggal dunia, 64 luka-luka berat dan sebanyak 455 orang luka ringan.

Korban kecelakaan meninggal dunia ini bertambah cukup banyak dari H-5 tercatat sudah 39 korban meninggal dunia. Korban kecelakaan ini akibat kecelakaan sebanyak 370 kejadian.

Direktur Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Komisaris Besar Pol Naufal M Yahya, Senin (20/8/2012) mengemukakan, kecelakaan lalu lintas juga menimbulkan kerugian sebesar lebih Rp 400 juta. 

Dari kejadian kecelakaan itu, penyebab terbesar kecelakaan lalu ointas akibat kelalaian pengemudi dari mulai pengemudi mengantuk, tidak hati-hati, pengemudi tidak menguasai medan serta tidak mampu mengendalikan laju kendaraan.

Posko di Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Provinsi Jateng diperoleh keterangan, kejadian kecelakaan juga akibat pengemudi terlalu tergesa-gesa memacu kendaraanya dengan harapan segera sampai di tempat tujuan.

Empat Bus Semarang Langgar batas Tarif Lebaran

Semarang-Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen Semarang mencatat empat bus ekonomi antarkota antarprovinsi melanggar tarif batas atas yang diberlakukan saat arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

"Tiga bus PO Garuda Mas dan satu bus PO Maju Utama," kata Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen Semarang Ngargono di Semarang, Senin.

Menurut dia, temuan pelanggaran ini didasarkan atas laporan penumpang yang turun di Semarang.

PO Garuda Mas jurusan Jakarta-Purwodadi menaikkan tarif sekitar Rp4.400 per orang dari yang seharunya untuk jurusan itu, sebesar Rp80.600 per orang.

Sedangkan pelanggaran yang dilakukan PO Maju Utama jurusan Jakarta- Semarang lebih berat karena kenaikan tarif yang dilakukan mencapai Rp53.400 per orang.

"Tarif untuk Jakarta-Semarang seharusnya Rp74.600 per orang, namun dijual dengan harga Rp128.000 per orang," katanya.

Pelanggaran ini, lanjut dia, telah dilaporkan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Sesuai dengan aturan yang berlaku, kata dia, laporan telah disampaikan beserta bukti tiket serta data diri penumpang yang melapor.

Adapun sanksi yang seharusnya dijatuhkan, menurut dia, yakni berhenti beroperasi sementara untuk bus PO Garuda Mas yang melanggar selama satu minggu serta empat pekan untuk PO Maju Utama. Selain itu, lanjut dia, hukuman larangan pengembangan usaha untuk sementara waktu bagi perusahaan yang bersangkutan.

DLU Mulai Operasikan Kapal Kalianget-Jangkar

Sumenep-Manajemen PT Dharma Lautan Utama, Senin, mulai mengoperasikan kapalnya di lintasan Kalianget-Jangkar, Jawa Timur, setelah tidak beroperasi pada Minggu (19/8), karena libur Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriyah.

"Kami memang libur sehari untuk memberikan kesempatan kepada karyawan kami untuk bisa Lebaran. Namun, mulai Senin ini, kapal kami mulai beroperasi kembali," kata Manajer PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Kalianget, Wiweko Agung Wicaksono, Senin.

DLU adalah satu-satunya operator yang melayani lintasan Kalianget (Sumenep)-Jangkar (Situbondo) setiap hari, dengan lokasi awal pemberangkatan kapal di Pelabuhan Kalianget pada pukul 08.00 WIB.

"Kami sudah mengumumkan rencana libur Hari Raya Idul Fitri itu sejak pertengahan Ramadhan lalu. Pada Senin ini, kapal kami berangkat dari Kalianget ke Jangkar dengan membawa 83 penumpang," ujarnya.

Wiweko mengatakan, pihaknya memperkirakan peningkatan jumlah penumpang kapalnya pada arus balik Lebaran tahun ini, akan terjadi pada Sabtu (25/8) dan Minggu (26/8).

Sementara itu, dua operator yang melayani lintasan Kalianget-Kangean (Sumenep), yakni PT Sumekar dan PT Sakti Inti Makmur (SIM) hingga saat ini belum mengoperasikan kapalnya.

"Kami akan memulai operasional hari Jumat (24/8). Sejak Sabtu (18/8) lalu hingga Kamis (23/8), kami meliburkan karyawan," kata Manajer Operasional PT Sumekar, Bambang Supriyo.

PT Sumekar melayani lintasan Kalianget-Kangean sebanyak tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Minggu, Selasa, dan Jumat, dengan lokasi awal pemberangkatan kapal di Pelabuhan Kalianget pada pukul 19.00 WIB.

Sementara manajemen PT SIM akan mengoperasikan kapalnya mulai Selasa (21/8).

Hingga H+2 Jalur Pantura Indramayu Ramai Lancar

Cirebon-Hari kedua Idul Fitri 1433 Hijriyah, Senin, arus lalu lintas dari arah Jakarta melalui Indramayu menuju Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, ramai lancar iring-iring pemudik roda dua dan kendaraan pribadi masih terus melintasi Pantura.

"Arus lalu lintas dari arah Jakarta melalui jalur utama Pantura Indramayu menuju Kabupaten Cirebon terpantau ramai lancar, kendaraan roda dua masih tetap mendominasi dibandingkan pemudik roda empat," ujar Briptu Asep, petugas Pos Pam Arus Mudik di Cirebon, Senin.

Menurut Asep, memasuki hari kedua lebaran arus mudik dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah menurun dibandingkan sebelumnya, namun kepadatan lalu lintas tetap tinggi, dipicu aktifitas masyarakat Pantura yang sedang melakukan silaturahmi, terutama mereka perantau.

Diperkirakan, kata Asep, arus lalu lintas di Pantura Kabupaten Indramayu menuju Cirebon akan meningkat siang hari, karena biasanya hari lebaran warga setempat berlibur dengan keluarga mereka, sehingga petugas siap mengurai jika terjadi kepadatan diperbatasan dan peyempitan jalan.

Sementara itu Warto, pemudik asal Jakarta di Cirebon menuturkan, arus lalu lintas dari pintu tol Cikampek menuju Karawang, Subang, Indramayu hingga Kabupaten Cirebon, memasuki hari kedua lebaran ramai lancar.

"Rombongan pemudik kendaraan roda dua juga mobil pribadi dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah, masih terus melintasi Pantura hari kedua lebaran Idul Fitri 1433 Hijriyah," katanya.

Ia menambahkan, sengaja mudik lebaran hari kedua untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas, karena sering terjebak macet, perjalanan dari Jakarta hingga Cirebon cukup lancar, sempat terjadi hambatan di pasar tradisional dan penyempitan jalan di daerah Indramayu.

Ridwan pemudik lain mengaku, arus lalu lintas dari pintu tol Sadang Purwakarta menuju Kabupaten Subang melalui Cikamurang keluar Cijelag Sumedang, Jawa Barat ramai lancar, kendaraan roda empat mendominasi dibandingkan roda dua dan angkutan umum.

Memasuki hari kedua lebaran, dari arah Cijelag menuju Kadipaten Majalengka lalu lintas lancar, namun di persimpangan Palimanan kendaraan sempat terhambat akibat pertemuan arus dari arah Jakarta, selanjutnya hingga Cirebon kota lancar.

Dan Pos Pam Kanggraksan Kota Cirebon AKP Tri Sulayanto kepada wartawan di Cirebon menuturkan, memasuki hari kedua lebaran Idul Fitri 1433 Hijriyah arus mudik dari arah Jakarta masih terus mengalir, kendaraan roda dua mendominasi dibandingkan mobil pribadi, lalu lintas terpantau ramai lancar.

Waspada! Jalur Raha-Wamengkoli Berlubang & Berdebu

Sultra-Jalur lintas antarkabupaten Muna ibukota Raha menuju penyeberangan feri Wamengkoli Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) masih memprihatinkan, karena berlubang dan berdebu di saat musim panas seperti saat ini.

Pantauan di jalur yang cukup ramai dan sibuk dilalui masyarakat di dua daratan kepulauan yang dipisahkan dengan laut itu, Senin, warga seolah-olah pasrah menerima kenyataan yang sudah lama dinanti untuk diaspal, namun hingga kini belum juga terealisasi.

Bahkan pemerintah kabupaten dan provinsi, sudah beberapa kali mengeluarkan 'statement' terkait pengaspalan jalan yang dilalui masyarakat untuk lintas kabupaten Buton, Kota Baubau, Buton Utara dan Kabupaten Wakatobi.

"Sangat wajar bila masyarakat di Kabupaten Muna dan masyarakat lain yang menggunakan jalur ini, memprotes kapan jalan nasional itu bisa diaspal seperti jalan lain di tanah air," kata tokoh masyarakat di Kabaupaten Muna, La Ode Idjham.

Menurut Idjam, kerusakan jalan yang sudah bertahun-tahun itu tidak mendapat sentuhan perbaikan, padahal, para anggota dewan disaat melakukan kampanye untuk meraih simpati masyarakat, selalu menjanjikan perbaikan jalan tersebut.

Jalan nasional sepanjang kurang lebih 80 kilometer itu, kini kondisinya sangat memprihatinkan karena jarak tempuh untuk bisa tiba ditujuan saat ini ditempuh antara 6-7 jam, padahal biasanya hanya 2-3 jam.

Tidak heran, bila baru-baru ini (H-1 sebelum Idul Fitri), masyarakat sempat menyandera kendaraan dinas Pemkab Muna yang melintas di lauritu, dan meminta kepastian pemerintah terkat kapan jalan tersebut bisa teraspal kembali.

Bahkan sejumlah lembaga mahasiswa dan LSM di Kota Kendari, sudah sering melakukan aksi demostrasi terkait kerusakan jalan yang dinilai sibuk dilalui pengguna jasa di daerah itu.

Kadis Pekerjaan Umum Sultra, Dody Djalante, belum lama ini mengatakan, bahwa tahun anggaran 2012 telah dianggarkan pembangunan jalan Raha-Wamengkoli sebesar Rp25 miliar melalui APBD provinsi dan sebagian lainnya akan melalui bantuan pinjaman investasi pusat (PIP).

"Persoalan kepan pengaspalan jalan Raha-Wamengkoli itu dikerjakan, sisa menunggu waktu saja, yang pasti bahwa tahun ini sudah dikerjakan," katanya.

Sejak Hari H JalinSum Medan-Berastagi lengang

Medan-Jalur lintas Sumatera, Medan-Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, lengang sejak hari pertama Idul Fitri 1433 Hijriah (19/8) hingga Senin.

Salah seorang pengemudi mobil pribadi Kamil Mustafa (51) di Kabanjahe, menyebutkan jalan lintas Sumatera (Jalinsum) yang dilalui sejak dari Medan-Berastagi dalam keadaan tenang.

"Tidak ada kemacetan atau tanah longsor, meski biasanya pada hari-hari besar keagamaan seperti Lebaran ini, Jalan Medan-Berastagi sering mengalami kemacetan, karena padatnya warga yang ingin pergi liburan ke kota 'buah' tersebut," katanya.

Namun, kata staf pengajar pada salah satu perguruan tinggi swasta di Medan itu, pada hari pertama dan kedua Idul Fitri justru jalan dari Medan menuju Kota Kabanjahe yang terkenal dengan daerah penghasil sayur-mayur itu tidak begitu ramai.

"Pada hari-hari libur biasa seperti Minggu, Jalinsum Medan-Berastagi terkenal dengan kemacetan atau rawan terhadap tanah longsor dari gunung. Longsor yang terjadi itu, biasanya menutup badan jalan negara tersebut," katanya.

Dalam menyambut Lebaran tahun ini, sebagian jalan negara itu, kelihatan sudah banyak yang diperbaiki, sehingga tidak berlubang dan rusak parah seperti selama ini.

"Jalinsum dari Medan-Berastagi-Kabanjahe, sebagian kelihatan mulus dan tidak ada lagi yang tambal sulam (ditembel). Ini adalah bentuk perhatian pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak tersebut," ucap dia.

Sebelumnya, Dinas Bina Marga Sumatera Utara mencatat adanya 20 lokasi rawan longsor yang harus diwaspadai masyarakat ketika mudik dan balik pada Lebaran 1433 Hijriah.

Ke-20 lokasi rawan longsor tersebut cukup tersebar dan ada yang berada di jalur lintas kabupaten/kota, di antaranya kawasan Tanah Abang di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang hingga kawasan Seribu Dolok di Kabupaten Simalungun serta kawasan Jembatan Merah di Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal.

Selain itu, kawasan Sukaramai di Kecamatan Salam, Kabupaten Pakpak Bharat hingga perbatasan Kabupaten Humbang Hasundutan serta kawasan Kabanjahe ke Kuta Rakyat di Kabupaten Karo. Data dari Dinas Perhubungan Sumut menyebutkan angkutan Lebaran 2012 telah disiapkan sebanyak 3.927 moda angkutan bus sebagai sarana transportasi bagi warga yang akan mudik ke berbagai daerah.

Moda angkutan jalan yang dipersiapkan tersebut, yakni Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) antara lain sebanyak 1.121 mobil bus dengan 29.146 kursi, serta 1.712 mobil penumpang umum dengan 20.544 kursi.

Selain itu, angkutan Kota Antar-Provinsi (AKAP) sebanyak 1.094 armada dengan jumlah 21.880 kursi yang disediakan perusahaan jasa transportasi yang beroperasi di Sumut.

TransJ Tabrak Pengendara Motor, Dua Orang Tewas

Jakarta-Kecelakaan yang melibatkan Bus Trans Jakarta (TransJ) kembali terjadi. Bus TransJ menabrak pemotor di fly over Pesing, Jakarta Barat. Dua orang tewas akibat kejadian ini.

"Benar terjadi kecelakaan di layang Pesing, masih penanganan," kata petugas TMC Polda Metro Jaya, Briptu Fajar, Senin (20/8/2012).

Informasi yang dihimpun, TransJ yang terlibat kecelakaan bernopol B 7516 ZX, sedangkan motor yang tertabrak adalah Honda Beat bernopol B 6413 BYQ. 2 Orang korban dari pemotor dikabarkan meninggal dunia.

"Korban diduga meninggal, sementara masih informasi awal," papar Fajar.

Akibat kecelakaan itu, lalin yang mengarah ke Grogol mengalami kemacetan. Saat ini petugas kepolisian masih berada di lokasi untuk mengavakuasi korban dan kendaraan.

H+2 Sejumlah Gerbang Tol Masih Alami Kepadatan

Jakarta-Volume kendaraan di hari kedua Lebaran ini tergolong masih tinggi. Tercatat masih terpantau antrean kendaraan hingga beberapa kilometer di sejumlah gerbang tol yang menjadi jalur mudik.

Informasi yang dihimpun detikcom, antrean kendaraan yang mengular hingga bebarapa kilometer terjadi di gerbang tol Cikarang, Ciawi, Cileunyi dan di pintu masuk Tol Kanci.

Di gerbang Tol Cileunyi, antrean kendaraan mengular hingga 3 Km. Sedangkan di gerbang Tol Cikarang antrean kendaraan telah mencapai 4 Km.

Untuk gerbang Tol Cikarang Utama, gerbang Tol Ciawi, dan pintu masuk tol Kanci antrean kendaraan hingga sepanjang 1 Km. Antrean kendaraan ini terjadi karena aktivitas transaksi di gerbang tol. Tingginya volume kendaraan memungkinkan terjadinya antrean ini.

Kecelakaan di Eretan Sempat Hambat Lalin Arah Cirebon

Jakarta-Dini harin tadi, kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan terjadi di Eretan, Indramayu. Akibat kejadian ini, arus lalu lintas arah ke Cirebon tersendat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari TMC Polda Metro Jaya, kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Melibatkan tiga kendaraan, yaitu truk, Toyota Innova, dan Avanza.

Namun, hingga pukul 05.00 WIB, proses evakuasi kendaraan masih belum rampung. Akibatnya, lalin di Jalan Indramayu dari arah Patrol menuju Cirebon tersendat.

"Imbas penanganan kecelakaan di Eretan, Patrol arah ke Cirebon lalin padat," lanjut dalam akun twitter @TMCPoldaMetro, Senin (20/8/2012).

Jalur Macet di Wilayah Jabar

Jakarta-Hingga Lebaran hari kedua dini hari ini, sejumlah titik jalur mudik di wilayah Jawa Barat masih padat oleh kendaraan. Beberapa titik macet diantaranya di gerbang tol Cikampek dan Cileunyi.

"Gerbang tol Cileunyi terpantau padat, gerbang tol Cikampek juga masih padat," kata petugas jaga RTMC Polda Jabar, Briptu Jakaria, Senin (20/8/2012).

Jakarta menerangkan kepadatan masih terlihat di gerbang keluar tol Cileunyi. Antrean kendaraan mengular hingga 1 Km. Begitu juga yang terjadi di gerbang keluar tol Cikampek. Kepadatan kendaraan terlihat sejak KM 70 hingga mengarah ke gerbang tol.

Selain di kedua tol itu, kepadatan kendaraan juga masih terlihat di wilayah Rancaekek yang mengarah ke Cileunyi. Kepadatan utamanya terjadi di depan Kahatex.

Kepadatan juga terpantau di Patokbeusi hingga Eretan. 

"Patokbeusi-Eretan padat," ujar Jakaria. Begitu juga di Malangbong yang padat merayap. Kondisi lalin mulai dari Kandanghaur dan Pusakanagara, Indramayu, kearah Losarang juga masih terpantau padat.

Sementara situasi lalin di beberapa titik macet sudah lancar, seperti di wilayah Nagreg yang terpantau lancar di kedua jalur. Begitu juga dengan wilayah Limbangan. Lalu lintas di Simpang Jomin juga terpantau sudah lancar.

BBM Channel

Anda Pengunjung Ke

Arsip Berita

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. NTMC KORLANTAS POLRI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger