Headlines News :

Data Laka Lantas H - 7 s/d H + 4

Written By Firmansyah Djavu on Kamis, 23 Agustus 2012 | 17.50

DATA LAKA LANTAS OPS KETUPAT
H - 7 s/d H + 4


URAIAN
2011
2012
ANGKA
PERSENTASE
KETERANGAN
Jumlah Kejadian
3777
3927
-150
4,0
Kasus
Korban Meninggal Dunia
622
686
-64
10,3
Orang
Korban Luka Berat
1057
1093
-36
3,4
Orang
Korban Luka Ringan
2639
3750
-1111
42,1
Orang
Sumber: NTMC Korlantas Polri

Avanza Tabrak Pembatas Jalan Tol

avanzamalang238

Serang - Toyota Avanza AB 8819 FH yang dikemudikan Fandi Ahmad, 28, anggota TNI AL yang bertugas di Lanal Banten menghantam guard drill di Tol Tangerang-Merak KM 89, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Kamis (23/8). Meski kendaraan rusak berat namun tidak merenggut korban jiwa maupun luka-luka. Sebab-sebab kecelakaan belum diketahui dan masih dalam penyelidikan petugas PJR Induk Serang Timur.

Musibah yang menimpa keluarga tentara ini terjadi sekitar pukul 13:45. Minibus yang dikendarai Fandi Ahmad ditemani isteri meluncur dari arah Kota Serang selepas mengantarkan orang tua korban di Kota Serang.

“Kami baru saja mengantar pulang orang tua dan rencananya mau balik ke rumah,” ujar anggota TNI warga Link. Baru II, Kelurahan Lebak Gede, Kec. Pulo Merak, Kota Cilegon itu.

Setiba di lokasi kejadian, Fandi Ahmad berusaha mendahului kendaraan truk yang tidak diketahui identitasnya. Diduga kurang antisipasi, kendaraannya menghantam besi pengaman (guard drill).

Akibat benturan yang cukup keras, guard drill sepanjang sekitar 20 meter hancur berantakan, begitupun dengan kendaraan rusak berat pada bagian muka. Korban Fandi Ahmad dan iasterinya selamat tanpa luka-luka namun sang isteri nampak terlihat shock.

Sumber: Poskotanews

Pickup Terguling, 2 Orang Tewas

Surabaya - Mobil Pickup Nopol N 8278 YA terguling saat melalui jalan turunan di Desa Pandansari Kecamatan Senduro Lumajang Jawa Timur. Akibatnya, belasan penumpang terjatuh dan tumpah di jalanan dan dua orang tewas.

Menurut keteranagan, truk pick up yang membawa rombongan dari Desa Kalioenggung Kecamatan Randuagung hendak menuju ke salah satu kerabatnya di Pandansari untuk berhalal bihalal.

Saat di jalan menurun tiba-tiba mobil itu menabrak pohon di kiri jalan dan terguling. Penumpangnya tumpah di jalanan sehingga belasan luka dan dua orang tewas.

Kapolres Lumajang, AKBP Susanto mengatakan, saat ini semua korban sudah dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit. Untuk yang kritis 1 orang dan 2 dikabarkan meninggal dunia. “Untuk yang meninggal dan sopir saya belum copy identitasnya,” ujar Kapolres di lokasi.

Sejumlah ambulan puskesmas dan rumah sakit di Lumajang dikerahkan untuk segera membawa korban. Sementara, untuk korban luka ringan dirawat di Puskesmas Senduro.

Sumber: Poskotanews

5000 Tiket Dianggap Hangus, Para Penumpang Tuding PT KAI Arogan



Jakarta - Ribuan masyarakat kecewa dan menilai PT Kereta Api Indonesia (KAI) arogan alias kejam, bertindak semaunya sendiri tanpa memikirkan kesusahan orang lain.

Keluhan penumpang tersebut terkait dihanguskannya 5 ribu tiket kereta yang sudah dibeli penumpang karena tidak sesuai dengan identitas penumpang.

“Saya melihat pimpinan PT Kereta Api memanfaatkan momen Lebaran untuk menindas penumpang. Mereka tau kondisi sekarang ini orang kejepit kesulitan mencari angkutan mudik, dan kesempatan itulah dimanfaatkan PT Kereta Api supaya kami membeli tiket lagi,” papar Fredy Kartanto, penumpang asal Tegal, Jawa Tengah.

Menurutnya, dia membeli tiket jauh hari sebelum Lebaran dan meminta tolong adiknya pergi ke loket Stasiun Gambir pada bulan Mei 2012. Saat itu adiknya disuruh mengisi nama dan KTP tapi petugas tidak menjelaskan lebih rinci kalau harus KTP yang akan berangkat.

“Waktu itu adik saya mengira KTP adik saya yang ditanya, mangkanya yang tertera nama dan nomor KTP di tiket adalah adik saya,” cerita Fredy menyesalkan sikap manajemen Kereta Api.

“Saat mau masuk stasiun saya dilarang naik ke atas kereta karena di tiket tidak sesuai denan identitas, meskipun saya jelaskan itu nama adik saya, petugas tidak mau tau,”tambahnya.

Dengan nada kesal, Fredy menceritakan akhirnya dia diharuskan membeli tiket baru lagi dan menambah 25 persen dari harga tiket yang berlaku saat itu. “Ini jelas pemerasan. Pemerintah cuma gembar-gembor membantu masyarakat mudik, tapi disatu sisi membiarkan BUMN Kereta Api memeras penumpang.”

Beberapa penumpang lainnya menuturkan, kalau nama yang tertera di tiket adalah nama panggilan sehari-hari atau nama pendek panggilan mereka tetap saja tiketnya dianggap tidak berlaku dan disuruh membeli tiket baru. “Harusnya ada petugas khusus di loket yang mensosialisasikan. Sebab waktu saya antri tiket bulan Juli lalu tidak ada yang memberitahu,” kata Achwan, warga Kelapa Gading.

Dirut PT KAI Ignasius Jonan membenarkan pihaknya sudah menerapkan system boarding pass dalam pembelian tiket kereta api dan mengakui ada 5 ribu tiket kereta api hangus karena nama yang tertera dalam tiket tidak sesuai dengan kartu identitas yang dimiliki.

“Limaribu tiket yang hangus tergolong kecil tidak sampai 0,5 persen dari total tiket yang terjual sebanyak 1,308 juta tiket selama Idul fitri,” kata Jonan.

Menurut Jonan, penyebab utama tiket yang hangus selain tiket tidak sesui identitas juga calon penumpang menuliskan nama panggilan atau nama julukan.

Namun lanjut Jonan, pihaknya masih memberikan toleransi hingga akhir Agustus 2012, tiket yang tidak sesuai harus membeli tiket baru dengan nomor kursi yang sama dan hanya membayar tambahan 25 persen dari harga tiket yang berlaku saat itu.

“Tapi mulai 1 September 2012 tidak ada toleransi lagi. Kalau tidak sesuai nama, kami anggap hangus dan tidak bisa dibeli ulang,” katanya.

Jonan mengatakan tidak ada larangan membelikan tiket untuk orang lain. Asalkan nama yang tertera adalah nama penumpang yang akan berangkat sebab akan ada pemeriksaan di peron dan di atas kereta.

Sumber: Poskotanews

Samsat Bekasi Masih Sepi


Bekasi - Pelayanan Samsat Kabupaten Bekasi di Cikarang, Kamis (28/8) mulai dibuka, namun wajib pajak belum ramai. “Mungkin mereka masih mudik dan ada juga yang diurus sebeum jatuh tempo,” ujar Ketut.

Sebelum melayani wajib pajak, 100 lebih petugas Samsat yang terdiri dari anggota Polri, Jasa Raharja dan Dispenda, bersilaturahmi pada hari pertama masuk usai Lebaran. AKP Anton Trisanto, Kanit Samsat Kabupaten Bekasi memimpin acara itu, “Kegiatan ini untuk meningkatkan silaturahmi antar sesama petugas, juga kesiapan untuk menjalankan tugas melayani masyarakat, hari pertama usai libur lebaran,” kata Anton Trisanto.

Dia juga mengakui saat ini sejumlah anggotanya sebagian ada yang dilibatkan di dalam Operasi Ketupat Jaya, di sejumlah terminal dari Posko di jalur Pantura.

Meski Samsat Kabupaten Bekasi libur selama 6 hari sejak 17 Agustus- 22 Agustus Pemprov Jawa Barat sudah mengeluarkan kebijakan khusus selama cuti bersama Lebaran. Pemprov tak akan mengenakan denda kepada para wajib pajak (WP) yang jatuh tempo pembayarannya selama waktu libur yang berlangsung mulai 18 hingga 23 Agustus 2012.

Karena itu Anton mengatakan untuk pemegang wajib pajak kendaraan bermotor yang masa berlakunya sejak cuti bersama hingga berakhir pada masa cuti bersama itu, tidak dikenakan denda. “Sepertinya wajib pajak sudah mengurus STNK-nya jauh-jauh hari sebelum tanggal jatuh tempo,” lanjut Anton, sambil mengatakan saat pertama kali dibuka hanya puluhan orang saja yang mengurus STNK-nya. (saban)

Teks:Suasana halal bil halal petugas Samsat Kabupaten Bekasi, sebelum melayani wajib pajak di hari pertama usai lebaran 2012.

Sumber: Poskotanews

Jalur Cirebon Masih Lancar, Tidak Ada Buka Tutup


kalijaga238

Cirebon - Ribuan kendaraan pribadi dan sepeda motor dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta dan sekitarnya masih mejejali Pantura Cirebon sejak malam hingga Kamis siang ini. Kendati demikian, Polresta Cirebon belum melakukan buka tutup di pertigaan Kalijaga.

Pantauan di lapangan, rombongan kendaraan pemudik yang kembali ke Jakarta terlihat nyaris tak terputus. Meski arus kendaraan terlihat tak terputus, namun tidak terjadi kemacetan total. Kendaraan masih bisa melaju dalam kecepatan 40 km perjamnya. Petugas pun tak hentinya memberikan petunjuk dan peringatan kepada para pengendara agar lebih berhati-hati saat mengemudikan kendaraanya.

Khusus persimpangan Kalijaga Kota Cirebon, merupakan titik sentral penentuan arus. Di sinilah terjadi buka tutup jika kondisi di bagian ujung Kabupaten Cirebon padat. “Sejauh ini belum ada sistem buka tutup, karena di daerah palimanan belum ada laporan terjadi kamacetan,” kata seorang petugas polisi di Pertigaan Kalijaga.

Sistem buka tutup terpaksa akan dilakukan jika kondisi di Palimanan dan sekitar terlihat kepadatan cukup tinggi apalagi kalau stagnan. Maka arus kendaraan menuju Palimanan akan diarahkan menuju dalam kota Cirebon untuk selanjut digiring melintasi jalur tengah Pantura (Kota Cirebon-Karangampel-Jatibarang).

Sumber: Poskotanews

Kecelakaan Pemudik Pengendara R2 Paling Banyak Dibanding R4



Kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada musim mudik tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Berdasarkan data Korps Lalu Lintas Polri, angka kecelakaan dari tanggal 11-21 Agustus 2012 mencapai 3.600 kasus atau meningkat 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari jumlah itu, sebanyak 638 orang meninggal dunia, 994 orang luka berat, dan 3.444 orang luka ringan. Total kerugian selama masa mudik 11 hari ini mencapai Rp 7,4 miliar.

Jika dilihat dari segi jenis kendaraan, pemudik sepeda motor tetap yang paling rawan mengalami kecelakaan. Pada periode ini, ada 3.881 unit sepeda motor yang terlibat dalam kecelakaan. Jumlah ini meningkat 17 persen dari tahun sebelumnya sebanyak 3.213 unit.

Sepeda motor berada di peringkat teratas mengalahkan mobil penumpang (885 unit), mobil barang (536 unit), mobil bus (198 unit), dan kendaraan khusus (11 unit). Penyebab kecelakaan paling banyak karena faktor manusia yang jumlahnya mencapai 2.373 kasus.

"Faktor manusia ini banyak macamnya, ada yang paling tinggi itu karena mengantuk sebanyak 737 kasus," ujar perwira Posko Ketupat Korlantas Polri, Ajun Komisaris Besar Leo Joko Tribowo, Rabu (22/8/2012), saat dijumpai di kantornya.

Selain faktor manusia, ada pula faktor lainnya yang menyebabkan kecelakaan, di antaranya prasarana jalan yang kurang kelaikan jalan 407 kasus dan kelaikan kendaraan 366 kasus. Leo melihat faktor manusia selalu menjadi penyebab terjadinya kecelakaan selama musim mudik beberapa tahun belakangan. Oleh karena itu, pemudik diimbau untuk selalu menjaga kondisinya dan beristirahat yang cukup.

"Khusus untuk pemudik sepeda motor, ini memerlukan tingkat konsentrasi yang tinggi sehingga polisi mengimbau agar pemudik tetap selalu menaati peraturan dan menjaga kecepatannya," kata Leo.

Sumber: Kompas

Penumpang Pejalan Kaki Membeludak di Bakauheni



Jumlah penumpang pejalan kaki membeludak di Pelabuhan Bakauheni, Kamis (23/8/2012). Akibatnya, terjadi antrean di loket pembelian karcis.

Seperti terpantau pada Kamis (23/8/2012) pukul 09.35 WIB, antrean panjang terlihat di loket pembelian karcis untuk pejalan kaki. Tujuh loket dipenuhi antrean calon penumpang. Antrean ini memanjang hingga ke batas parkir kendaraan travel. Untuk mengatasi antrean, ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni segera membuka seluruh loket pembelian karcis.

Dari awalnya hanya buka lima loket, pada pukul 09.35 dibuka tujuh loket. Masih tersisa satu loket yang belum buka. Arus balik di Pelabuhan Bakauheni diperkirakan terus meningkat hingga Sabtu (25/8/2012) mendatang.

Sumber: Kompas

Jalur Arah Pelabuhan Bakauheni Macet Panjang



Arus balik pemudik terus meningkat sehingga menimbulkan kemacetan di jalur lintas Sumatera, pada Kamis (23/8) siang. Kemacetan kendaraan mencapai 5 km, dan didominasi motor dan mobil pribadi. Tampak beberapa polisi lalu lintas berusaha mengurai kemacetan lalu lintas.

Kemacetan terlihat di ruas perbatasan Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Tengah, mengular sejauh 2 kilometer.

Menurut Kasat Lantas Polres Lampung Selatan, AKP. M Budhi Setiadi, kemacetan diakibatkan adanya perbaikan jalan. Kemacetan sudah terjadi sejak pagi tadi, ” Petugas pun tepaksa melakukan sisten buka tutup untuk menghindari penguncian kendaraan yang mengakibat kemacetan,” ujar Kasatlantas.

Selain kemacetan akibat pelebaran jalan juga tebalnya debu yang menerpa kaca kendaraan membuat penglihatan pengendara terganggu sehingga memperlambat laju kendaraan agar tidak terjadi lakalantas.

Sampai saat ini jalan lintas Sumatera terutama di wilayah Rajabasa-Panjang masih berupa urukan tanah dan pasir menutupi jalan-jalan yang berlubang di kanan kiri jalan.

Sumber: Poskotanews

Pendatang Baru di DKI Pasca Lebaran Diperkirakan Lebih Rendah

Operasi Yustisi

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo optimistis urbanisasi pasca-Lebaran tahun ini lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu. Beberapa ahli menilai, pengendalian urbanisasi juga perlu dilakukan dengan tidak diskriminatif dan diimbangi pengendalian dari daerah penyumbang.

Berdasarkan proyeksi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta, jumlah pendatang baru selama musim mudik Lebaran tahun 2012 ini, terhitung selama H-7 hingga H+7 Lebaran, diperkirakan turun sampai 6.000 jiwa.

Tahun 2011, jumlah pendatang baru selama mudik Lebaran mencapai sekitar 51.875 jiwa dan pada tahun 2012 ini diproyeksi akan turun menjadi sekitar 45.000 jiwa.

”Saya melihat pemahaman warga soal kependudukan dan catatan sipil mulai merata. Sebab dari beberapa pemudik yang saya temui tahun lalu, mereka sudah paham soal aturan kependudukan dan catatan sipil di Jakarta. Ini berarti sosialisasi kependudukan di Jakarta berjalan efektif,” tutur Fauzi.

Pihaknya juga optimistis bahwa pembangunan di daerah asal sudah mulai dirasakan.

”Kalau di daerah asalnya bisa mendapatkan lapangan pekerjaan dan juga bisa mendapatkan share dari progres pembangunan di daerahnya, mereka tentu akan memilih tinggal di daerahnya,” ujarnya.

Pengendalian urbanisasi penduduk di Jakarta agar berjalan efektif, menurut sosiolog Imam Prasodjo dan pengacara publik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Edy Halomoan Gurning, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta perlu bekerja sama dengan daerah penyumbang urbanisasi terbesar.

Baik Imam dan Edy sepakat bahwa Pemprov DKI Jakarta, khususnya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI, wajib memiliki data komposisi daerah asal warganya, baik yang resmi maupun tidak. Dari data itu terlihat daerah-daerah mana yang sebenarnya bisa diajak kerja sama guna mengurangi arus urbanisasi ke Ibu Kota.

”Jika datanya menunjukkan kawasan Slawi, Tegal, Brebes, misalnya, Pemprov DKI Jakarta bisa bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat memajukan potensi daerahnya. Tentu saja DKI tidak bisa sendiri, tetapi harus dibantu pemerintah pusat,” kata Edy.

Sementara itu Imam menambahkan, kawasan Jabodetabek yang kini telah berkembang menjadi satu kesatuan tetap membutuhkan kawasan penyangga. Jika dibiarkan tak terkendali, kawasan seperti Cianjur hanya sekadar menjadi lokasi hunian selain tempat wisata yang kurang berpotensi sebagai kawasan tujuan urbanisasi baru.

”Padahal, seperti Purwakarta di Jawa Barat itu kurang apa, ada daerah industri, penghasil listrik, dua waduk, potensi wisata besar, tetapi perkembangannya tidak pesat. Coba saja ada kerja sama dengan DKI, mungkin bakal tumbuh pusat ekonomi baru,” ucapnya.

Edy pun menilai, operasi yustisi kependudukan (OYK) yang digelar Pemprov DKI setiap pasca-Lebaran, alih-alih mengendalikan urbanisasi, malah menimbulkan diskriminasi penduduk.

”Penegakan hukum agar aturan kependudukan bisa diterapkan memang perlu dilakukan, tetapi harus dilakukan secara total, tidak hanya pasca-Lebaran. Sasarannya pun harus seluruh kelas ekonomi masyarakat, baik yang kaya berpendidikan maupun yang ekonomi lemah,” kata Edy.

Untuk itu, OYK juga perlu dilakukan dengan persiapan matang. Dengan wilayah seluas Jakarta, OYK tidak akan bisa merata menyeluruh dalam waktu singkat, seperti hanya dalam beberapa pekan pasca-Lebaran.

Pemerintah bisa memetakan wilayah dan melakukan penyisiran warga yang tidak tertib aturan kependudukan secara bergantian. Waktu yang dibutuhkan dapat satu tahun atau bahkan lebih.

Edy juga menegaskan, merujuk Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, warga negara Indonesia berhak berpindah tempat dan tidak boleh dilarang atau diusir di tempat baru. Namun, aturan dasar kependudukan, seperti membawa surat pindah, identitas lengkap, dan mengurus surat tinggal di tempat baru, wajib dilakukan.

Sumber: Kompas

Polantas Tekan Lakalantas Dengan Tegas


Jakarta - Selama H-7 hingga hari H+2 Lebaran atau 21 Agustus, sudah 638 pemudik tewas di jalan raya. Dikhawatirkan jumlahnya masih akan terus meningkat mengingat masa arus balik masih lima hari lagi hingga H+7 Lebaran.

Rata-rata setiap harinya ada 64 orang tewas sia-sia di jalanan. Dengan begitu dikhawatirkan hingga lima hari ke depan jumlahnya bisa menembus 1.000 korban tewas. Sebagian besar kecelakaan terjadi karena kelalaian manusia.

"Polisi Lalu Lintas (Polantas) agar lebih tegas terhadap pelanggar lalu lintas. Polantas juga bisa menghentikan sepeda motor agar beristirahat sejenak di rest area," kata Pengamat Transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno, Kamis (23/8/2012).

Menurut Djoko, pelanggaran-pelanggaran seperti kelebihan penumpang, kelebihan muatan, dan menyalip sembarangan tidak boleh dibiarkan. Demikian pula pelanggaran lain yang terkesan remeh, harus tetap ditangani dengan tegas karena menjadi awal dari sikap ceroboh pengemudi.

"Semestinya polisi juga harus menahan laju sepeda motor yang tinggi namun sudah terlanjur kapasitas mesin, cc-nya tinggi," kata Djoko.

Sumber: Kompas

Pelabuhan Kariangau Balikpapan Mulai Ramai



Balikpapan - Ratusan orang dan kendaraan memadati Pelabuhan Kariangau Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (23/8/2012), mengantre kapal feri yang menyeberang ke Kabupaten Penajam Paser Utara. Kendaraan yang didominasi roda empat berderet sekitar 500 meter dari gerbang pelabuhan hingga loket.

Kendati antrean kendaraan sudah relatif panjang, arus terpantau lancar. Dua petugas di depan gerbang membantu pergerakan kendaraan agar tertib. Beberapa mobil yang ingin menyelonong-karena melihat sisi kanan jalan agak lapang, langsung ditegur dan diminta berderet sesuai antrean.

"Kendaraan masuk dan keluar pelabuhan diatur dengan baik. Pelayanan di pelabuhan, sejauh ini, cukup baik," ujar Hanung Sadewa (38). Siang itu, ia bersama keluarga hendak menyeberang ke Penajam Paser Utara.

Sumber: Kompas

Akhir September Separator Busway Ditinggikan

sperator238

Jakarta - Rencana peninggian separator jalur khusus busway setinggi 50 Cm segera terwujud. Dinas Perhubungan DKI memastikan proses lelang peninggian separator busway telah rampung, dan kini sedang memasuki masa sanggah selama lima hari.

Setelah itu, akan dilakukan penandatanganan kontrak kerja, dilanjutkan dengan pengerjaan separator busway yang diperkirakan akan dimulai pada akhir September atau awal Oktober 2012.

Kepala Bidang Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Bernard Hutajulu, mengatakan proyek peninggian separator mempunyai dua fungsi yaitu untuk mencegah kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat melintasi jalur khusus busway, atau meloncati pembatas jalur busway. Kedua, untuk mempersulit warga menyeberangi lintasan busway, sehingga dapat mengurangi jumlah kecelakaan di jalur busway.

Sumber: Poskotanews

Warga Tuntut Pemprov DKI Selesaikan Pembangunan U-Turn


Jakarta - Pemprov DKI Jakarta didesak meminta pertanggungjawaban Kementeriaan Pekerjaan Umum dan satu pengembang yang mempunyai kewajiban membuat pemutaran kendaraan (U Turn) di JORR W-1 antara Kelurahan Kembangan Utara.”Sampai dua tahun lebih pemutaran kendaraan itu belum dikerjakan. Ini bukan hanya kebohongan public, tapi menyengsarakan pengendara, ” kata Kosasih warga Kembangan Utara.

Sebelum dibangun jalan tol JORR W-1, warga tidak mengalami kesulitan untuk ke Kantor Walikota Jakarta Barat atau ke Puri, namun setelah difungsikan JORR W-1, warga harus memutar ke wilayah Rawa Buaya, yang jaraknya cukup jauh dan macet.

Kosasih juga minta peran penegak hukum untuk mengusut belum dilakukannya pemutaran kendaraan tersebut karena papan rencana pembuatan U Turn disekitar lokasi itu dibuat salah satu pengembang perumahaan mewah berlogo Puri Mansion dilengkapi nomor telepon 583.58.500. bertuliskan.“Di sini dibangun U-Turn menuju Puri Indah & Puri Mal”

Pemasangan papan pengumuman tersebut setelah warga Rawa Buaya demo dan mengancam akan menutup jalan tol JORR W-1 .”Pemasangan papan pengumuman itu hanya manipulasi untuk meredam tuntutan warga karena sampai dua tahun lebih Kementeriaan PU belum melakukan hanya obral janji,”ujar Koasih,

Pemutaran kendaraan (U Turn) di bawah Jalan Tol (kolong) JORR W-1 ini selain untuk memutar bagi kendaraan dari Meruya-Ciledug juga kendaraan dari arah Tangerang ke Kantor Walikota Jakarta Barat atau ke Puri Indah

Kementeriaan PU,secara diam-diam mengalihkan pembuatan U Turn ini tidak jauh dari simpang empat Jl.Kembangan Raya (dekat Kantor Pos Polisi) tanpa mengikut sertakan instansi ditingkat wilayah. Namun karena membahayakan dan sejumlah pengendara celaka, Walikota Jakarta Barat menutup paksa.

Akibat tersebut yang dibuka paksa para pengendara ini dibuat November 2011, namun karena sering membahayakan pengendara karena letaknya berdekatan dengan simpang empat Jl. raya Kembangan- JORR W-1 dan tanpa koordinasi dengan instansi terkait di Jakarta Barat akibatnya baru sebulan dibuat ditutup Walikota Jakarta Barat.”

Awalnya pembangunan U Turn tidak ada yang mengakui membuatnya.Tapi setelah dilakukan rapat bersama instansi ditingkat wilayah kota dengan Kementeriaan PU baru diketahui ternyata dibuat Dirjen Bina Marga Pelaksana Wilayah II. Pembangunan U Turn itu atas pertimbangan pimpinannya. Jadi bukan dari rencana. ”Masalah ini sedang dikaji ditingkat provinsi DKI Jakarta termasuk usulan penempatannya.”kata Ka.Bagian Tata Ruang, Ir.Bambang Djoko.

Sumber: Poskotanews

Terminal Pulogadung Siapkan Angkutan Malam


Jakarta - Memberikan kemudahan layanan transportasi pada pemudik yang tiba di malam hari, pengelola Terminal Pulogadung menyiapkan sejumlah angkutan malam hari (Amari). Dengan begitu, diharapkan tidak akan terjadi penumpukan penumpang . Sebanyak 41 trayek amari yang disiapkan. Termasuk di antaranya Busway.

Seluruh trayek angkutan kota (angkot) untuk Amari yang disiagakan antara lain, Mayasari Bakti 51, 57, 507, P117, P98, Kowanbisata 511, 512, Metro Mini T41-49, Mikrolet M02, M37, M46, KWK T20, T21, T22, T28, dan Koasi K01. Angkutan tersebut akan beroperasi di Terminal Pulogadung selama 24 jam.

Sementara, khusus Busway beroperasi pada pukul 05:00-23:00. “Dengan adanya Amari ini diharapkan tidak ada penumpukan penumpang, karena banyak juga bus yang tiba malam hari,” kata Adjmain, Kepala Terminal Dalam Kota Pulogadung, Rabu (22/8).

Dikatakan Adjmain, Amari yang disiagakan bisa mengantarkan penumpang ke berbagai tujuan, seperti Harmoni dan Dukuh Atas (Busway). Kemudian Tanjung Priok, Blok M, Tanah Abang, Grogol, Kampung Rambutan, Depok, Cileungsi, Senen, Kranji, Rawa Kuning, Lampiri, Kampung Melayu, Kota, Kelapa Gading, dan Cibinong. Setiap perusahaan angkutan dalam kota telah diwajibkan mengopimalkan kendaraannya pada malam hari. Instruksi berlaku bagi setiap trayek yang ada di Pulogadung.

“Selain Amari, kami juga menyiapkan tenda sebagai tempat bermalam sementara. Soal keamanan juga jangan terlalu dikhawatirkan karena di sini juga sudah diterjunkan puluhan petugas keamanan gabungan baik dari polisi, maupun brimob,” katanya.

Kepala Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Pulogadung, Muhammad Nur, mengatakan, pelaksanaan arus mudik dan arus balik di Terminal Pulogadung berlaku dari H-7 hingga H+7. Sehingga setelah H+7, operasional Amari ditiadakan dan pelaksanannya kembali berjalan seperti biasa. Pada hari biasa operasional angkutan kota di Terminal Pulogadung hanya sampai pukul 23.00.

Pantauan Pos Kota, situasi arus balik di Terminal Bus AKAP Pulogadung masih terlihat sepi. Pihak pengelola memprediksi puncak arus balik terjadi pada H+4 (Jumat, 24/8) atau H+5 (Sabtu, 25/8) mendatang. Pada H+2 malam kemarin tercatat kedatangan sebanyak 103 bus dengan jumlah penumpang 1.961 orang.

Sumber: Poskotanews

Rem Blong, KIA Tabrak Anggota Koramil



Bogor - Mengalami mesin mati akibat kepanasan dan rem tidak berfungsi, sebuah mobil KIA biru bernopol F 1882 FO menabrak, anggota Koramil Cisarua.

Kejadian Laka Lantas Rabu (23/8) di Jalan alternative, Desa Cikopo Puncak Kabupaten Bogor ini, kini ditangani Polisi.

Danramil Cisarua, Kapten Inf Mulyadi kepada wartawan Rabu malam menuturkan, kejadian itu berlangsung sangat cepat.

Mobil KIA yang dikemudikan H. Asep, warga Pekancilan, hilang kendali akibat rem blong dan mati mesin. “Mobil KIA melaju dari jalur menurun, lalu menabrak motor yang dikendarai Sersan Mayor Ali, anggota Koramil yang justru tengah akan naik,”kata Danramil.

Serma Ali yang mengalami patah tulang serta luka-luka di sekujur tubuhnya, kini mendapatkan perawatan intensif dari dokter di RS. Paru-paru Cisarua.

“Saya minta pemilik mobil  bertanggung jawab atas perbuatannya,”tandas Danramil.

Pemilik mobil, H. Asep yang tinggal di Ponpes Fauziah Pakancilan, belum bisa ditemui wartawan untuk dimintai keterangan. “Dia masih shok, jadi mohon kasih dia tenang dulu,”kata seorang petugas.

Sumber: Poskotanews

Lebaran 2012 Tersibuk Untuk Pelabuhan Batam



Jakarta - Posko Kementrian Perhubungan mencatat Pelabuhan Batam, Kepulauan Riau, menjadi pelabuhan yang terpadat selama masa Lebaran 2012.

Hingga Rabu kemarin 9/8, pelabuhan Batam, Kepulauan Riau, menempati urutan pertama sebagai pelabuhan terpadat pada masa angkutan Lebaran Tahun 2012 dengan, jumlah penumpang naik sebanyak 90.262 orang di Pelabuhan Batam. Sementara jumlah penumpang turun sebesar 48.299 orang atau total penumpang 138.561 orang.

Sedangkan di pelabuhan ini melayani delapan jalur keberangkatan yakni Batam-Tanjung Uban, Batam-Tanjung Batu Kundur, Batam-Tanjung Pinang, Batam-Tanjung Karimun, Batam-Maro, Batam-Dabo Singkep, Batam Pulau Buru, dan Batam-Lagoi dengan mengoperasikan 40 kapal

Berdasarkan laporan, tidak ada penumpang di pelabuhan tersebut yang tidak Pelabuhan Batam merupakan pelabuhan penyeberangan internasional yang menghubungkan Kota Batam dengan Pelabuhan Harbourfront Singapura dan Pelabuhan Stulang Laut serta Pasir Gudang di Johor Baru, Malaysia.

Arus Balik, Jembatan Suramadu Sudah Diwarnai Antrean Panjang


Surabaya - Hingga Kamis (23/8) atau empat hari pasca Lebaran pintu masuk Jembatan Suramadu di Bangkalan Madura, diwarnai antrean roda dua dan roda empat sepanjang 1 km.

Kondisi ini meningkat dibandingkan pada H+2, dimana kendaraan yang melintas mencapai 66 ribu unit. “Peningkatan volume kendaraan kurang lebih 40 persen dari hari sebelumnya,” terang Kepala Shift Gerbang Tol Suramadu, Suharyono.

Kondisi ini, memaksa pihak Suramadu menambah tiga loket R2 guna mempercepat antrean. Sehingga jumlah loket R2 menjadi 5 buah. Sementara loket R4 tetap dua bua.

Suharyono memprediksi, lonjakan kendaraan akan mencapai puncak pada H+7 yakni di Minggu (26/8/2012) mendatang. “Sebagian warga Madura masih memilih bertahan, karena menunggu Lebaran Ketupat,” ungkapnya.

Salah seorang warga Pamekasan, Moh Bahri, pengendara R4, memilih kembali ke Malang Rabu (22/8) karena Kamis (23/8) pagi, ia sudah harus masuk kerja. “Kalau kembali Kamis pagi, tidak sempat istirahat,” tuturnya.

 Sumber: Poskotanews

Operasi Ketupat Tekan Kecelakaan Mudik 8%

Jakarta-Polda Metro Jaya menggelar Operasi Ketupat Jaya selama periode menjelang hingga sesudah Lebaran 2012. Berdasarkan catatan Polda Metro, angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas turun dibandingkan Lebaran 2011 lalu.

Hingga Selasa (21/8/2012) kemarin, Operasi Ketupat Jaya telah digelar Polda Metro selama 11 hari. Hasilnya, operasi tersebut berhasil menekan tingkat pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

"Penindakan pelanggaran lalin turun 28 %, sedangkan kecelakaan lalu lintas turun 8 %," kata Wadirlantas Polda Metro Jaya, AKBP Wahyono, Rabu (22/8/2012) malam.

Total jumlah penindakan pelanggaran lalu lintas selama 11 hari operasi itu digelar berjumlah 12.682 tilang dan 10.926 teguran. Jumlah ini lebih sedikit dibanding Lebaran tahun lalu, yaitu 17.507 tilang dan 10.815 teguran. Pelanggaran paling banyak terkait STNK kendaraan.

Kecelakaan lalu lintas pada tahun ini juga mengalami penurunan dengan total kecelakaan sebanyak 152 kejadian, meninggal dunia 19 orang, luka berat 48 orang, dan luka ringan 156 orang (lebih banyak dibanding tahun lalu). Angka ini juga lebih kecil dibanding Lebaran 2011, yaitu total kecelakaan 166 kejadian, meninggal dunia 21 orang, luka berat 48 orang, luka ringan 139 orang.

Arus Lalu Lintas Arah Puncak Bogor Padat

Jakarta-Arus lalu lintas menuju kawasan Puncak, Bogor, padat merayap. Sejak keluar Tol Ciawi kendaraan sudah merayap. Mobil pribadi dengan pelat Jakarta mendominasi.

Kepadatan ini terjadi di jalur Jakarta menuju Cianjur. Sedang arah sebaliknya, dari Cianjur menuju Jakarta, lancar. Kepadatan terjadi sejak pukul 08.00 WIB, Kamis (23/8/2012).

"Kendaraan sudah padat. Tapi masih dua arah, belum diberlakukan satu arah," jelas petugas NTMC Polri Brigadir Agus.

Kepadatan akan semakin bertambah parah menjelang siang. Beberapa titik kemacetan antara lain di Simpang Gadog, Pasar Cisarua, dan sejumlah tempat wisata di kawasan Puncak seperti Taman Safari, serta sejumlah tempat makan dan minum.

"Pengendara tetap harus patuhi rambu-rambu lalu lintas, agar tertib," imbaunya.

Sedang lalu lintas menuju Sukabumi mengalami kepadatan di sekitar kawasan Ciawi. 

"Tersendat karena ada pasar," tutur Agus.

Jalur Selatan Jabar Malangbong-Limbangan lancar

Garut-Jalur selatan Jabar lintas Malangbong-Limbangan, Kabupaten Garut, lancar dilalui kendaraan dengan kecepatan sekitar 50 km per jam, Kamis pagi.

"Situasi arus sangat lancar, kecepatan diperkirakan antara 40 sampai 50 km per jam," kata anggota Polda Jabar wilayah pengaturan arus lalu lintas Limbangan-Malangbong, Briptu Dani Nuroni.

Kelancaran arus di jalur tersebut terjadi pada dua arah dari Tasikmalaya menuju Bandung dan sebaliknya yang didominasi kendaraan roda empat.

Namun laju kendaraan sesekali tersendat mengurangi kecepatan ketika memasuki terminal dan pasar Limbangan serta Lewo, karena banyak aktivitas masyarakat yang menyeberang.

"Tersendatnya juga tidak terlalu parah, seperti ada yang nyeberang, atau ada Delman, tapi kalau untuk sepeda motor tidak masalah hambatan itu," kata Dani.

Sementara itu di jalur Garut Kota menuju Bandung lintas Leles dan Kadungora, Kamis pagi, dilaporkan lancar hingga ke arah Nagreg, meskipun sesekali terhambat ketika melintasi pasar Leles.

Selanjutnya arus lalu lintas normal, setelah melewati daerah Kadungora hingga memasuki wilayah lingkar Nagreg, Kabupaten Bandung.

Sebelumnya arus lalu lintas menuju Bandung di jalur Limbangan dan Kadungora sempat terjadi kepadatan dan mulai normal Rabu (22/8) tengah malam.

Arus Balik Jalur Tengah Cijelag-Cikamurang Ramai Lancar

Indramayu-Arus balik melalui jalur tengah Cijelag di Kabupaten Sumedang menuju Cikamurang selanjutnya arah pintu tol Sadang Purwakarta ramai lancar.

Petugas Pos Pam Lebaran di Cikamurang Yulianto kepada wartawan di Indramayu, Kamis mengatakan, kendaraan roda empat plat B yang melintasi jalur altenatif Cikamurang keluar pintu tol Sadang Purwakarta cukup mendominasi dibandingkan roda dua dan angkutan umum.

Memasuki H+4 lebaran Idul Fitri 1433 Hijriyah arus balik dari arah Jawa Tengah melalui jalur tengah dari Palimanan menuju Kadipaten Cijelag hingga pintu tol Sadang, terus mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya. Arus balik dari arah Jawa Tengah melalui jalur tengah Cikamurang arah Jakarta terus meningkat, dibandingkan roda dua.

"Arus balik dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta di Cikamurang sejak kemarin mulai menunjukan peningkatan, terutama rombongan kendaraan pribadi," katanya.

Sementara itu, Bahar, seorang pengendara menuturkan, arah jalur tengah Palimanan menuju Kadipaten tujuan Cikamurang semakin padat, diperkirakan volume kendaraan meningkat sore hari, karena perjalanan malam cukup diminati.

Pemudik roda empat biasanya memilih jalur Cikamurang, kata dia, untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas di jalan utama Pantura mulai Indramayu, Subang, Karawang, Cikampek.

Antisipasi Arus Balik, Pelabuhan Bakauheni Siapkan Jalur Khusus Untuk Truk dan Bus


PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi antrian panjang di pelabuhan meskipun arus balik lebaran 2012 di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, masih terpantau normal.

General Manager Cabang Bakauheni, Yanus Letanga, menjelaskan, mereka menempuh langkah berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebab, tahun ini pemerintah memberi izin menyeberang kepada truk sejak H+1 lebaran.

ASDP pun mempersiapkan beberapa skenario sesuai kondisi lapangan. “Menghadapi kebijakan itu, kami telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di pelabuhan,” kata Yanus, Rabu 22 Agustus 2012.

Ia menjelaskan, beberapa langkah tersebut di antaranya mempersiapkan jalur khusus bagi truk dan bus. Kendaraan truk dan bus akan diarahkan menuju Dermaga IV dan V Pelabuhan Bakauheni. ASDP juga menyediakan waktu khusus bagi truk dan bus untuk menyeberang, yaitu malam hari.

Data produksi pada 22 Agustus 2012 menunjukkan, jumlah kapal yang menyeberang ada 29 unit dengan pencapaian 100 trip, dan mengangkut 52.720  orang,  4.642 kendaraan roda dua, 5.346 kendaraan roda empat, 238 unit bus, dan 249 unit truk. Total kendaraan yang diseberangkan sebanyak 10.475 unit.

Adapun pada H+1, penumpang yang sudah kembali persentasenya hanya berkisar 19 persen dari total pemudik sebanyak 614.065 orang. Sementara pada arus balik, penumpang yang sudah menyeberang sebanyak 11.210 orang, sehingga masih ada 495.855 orang yang belum menyeberang atau belum kembali.

Untuk kendaraan roda dua yang sudah kembali persentasenya mencapai 16 persen (60.430 unit) dari total pemudik yang mengendarai sepeda motor. Pada arus balik, motor yang sudah menyeberang ada 9.751 unit, sehingga masih ada 50.679 unit lagi yang belum menyeberang atau belum kembali.

Sementara untuk kendaraan roda empat atau lebih (mobil pribadi, bus, dan truk) yang sudah kembali persentasenya 20 persen. Total pemudik roda empat atau lebih ada 66.136 unit, dan pada arus balik yang sudah menyeberang ada 13.317 unit, sehingga masih ada 52.819 unit lagi yang belum menyeberang atau belum kembali.

Untuk menambah kenyamanan dan keamanan penumpang, ASDP mempersiapkan tenaga keamanan yang terdiri dari gabungan security, kepolisian, dan brimob di lokasi penumpang turun untuk menertibkan banyaknya calo penumpang.

ASDP Cabang Bakauheni juga menurunkan tenaga bantuan sebanyak 75 orang yang tergabung dalam BUMN Peduli. Tenaga bantuan ini bertugas membantu kelancaran arus penumpang di area gerbang tol.

Sumber: Vivanews

Arus Mudik Masih Terjadi di Cirebon

Cirebon-Arus mudik masih terjadi di Stasiun Kejaksan dan Parujakan Kota Cirebon, Jawa Barat, sedangkan arus balik tujuan Jakarta mulai padat.

Kepala Humas Daerah Operasi Wilayah III Cirebon Sumarsono kepada wartawan di Cirebon, Kamis mengatakan, memasuki H+4 arus balik dari Jakarta menuju Cirebon dan Tegal di Stasiun Kejaksan dan Parujakan terus berdatangan.

Menurut dia, sesuai aturan semua penumpang bertiket harus menempati tempat duduk. "Arus mudik masih terus mengalir karena mereka tidak mendapatkan kesempatan pulang hari lebaran," katannya.

Berbagai kebijakan dilakukan PT KAI terkait kenyamanan dan keamanan penumpang. Menurut dia, kepadatan arus mudik dan balik berkurang karena mereka yang tidak mendapatkan tiket memilih angkutan lain, bahkan mereka mengundurkan waktu mudik yang penting bisa menggunakan kereta api.

Juan, pemudik kereta api di Stasiun Kejaksan Cirebon mengaku, terpaksa pulang kampung empat hari setelah lebaran karena kehabisan tiket untuk keberangkatan H-2 hingga lebaran.

Kebijakan baru dari PT KAI membatasi jumlah penumpang karena tidak melayani tiket berdiri. Suasana di stasiun saat mudik setelah lebaran lebih nyaman dan aman. "Meski mudik ditunda tapi leluasa dibandingkan sebelumnya," katanya.

Lalu Lintas Jakarta Masih Lengang

Jakarta-Suasana lebaran masih terasa. Alhasil, Jakarta pun belum macet. Padahal, hari ini terhitung hari pertama efektif bekerja. Sepertinya, masih banyak warga Jakarta yang cuti.

Tak tampak kepadatan lalu lintas di ruas jalan ibu kota. Mulai dari kawasan Warung Buncit, Mampang, Jl Raya Pasar Minggu, Jl TMP Kalibata, hingga Kuningan di Jakarta Selatan, kendaraan bisa melaju optimal. 

Dari pantauan , Kamis (23/8/2012) pukul 08.00 WIB, masih lengangnya suasana jalan juga tampak di kawasan Sudirman dan Thamrin. Biasanya di hari normal, di pagi hari laju kendaraan bergerak lambat alias macet.

Suasana lengang pun terasa di kawasan Tol Dalam Kota. Tak tampak kepadatan kendaraan. Mobil bisa melaju lancar. Demikian juga di jalan-jalan di kawasan pinggiran, mulai dari Depok, Bekasi, hingga Tangerang, kepadatan kendaraan menuju Jakarta nyaris tak terlihat.

Tol Cipularang Arah Jakarta Masih Lancar

Jakarta-Pagi ini belum terlihat ada peningkatan volume kendaraan di ruas tol Cipularang arah Jakarta. Padahal, semalam terjadi kemacetan panjang akibat keramaian di rest area KM 62.

Pantauan detikcom, Kamis (23/8/2012), pukul 07.00 WIB, sepanjang tol Cipularang terlihat lancar. Jalanan masih terlihat lengang. Kendaraan pun bisa digeber hingga 90 km/jam.

Belum terpantau truk-truk besar yang biasanya mengular sepanjang jalur tersebut. Antrean di pintu tol pun tak terlihat. Hal yang sama juga terlihat di ruas tol Cikampek. Situasi lalu lintas masih terpantau normal. Sementara arus sebaliknya ke arah Bandung juga lancar.

Sebelumnya, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub Bambang S Ervan memprediksi puncak arus balik Lebaran tahun ini diperkirakan akan terjadi pada H+5. Namun, puncak arus balik diprediksi tak hanya terjadi sekali, pada H+7 diperkirakan arus kendaraan akan kembali meningkat.

Angka Kecelakaan Mudik Capai 3.600 Kasus, 638 meninggal

Jakarta-Angka kecelakaan pada periode mudik Lebaran 2012 tergolong tinggi. Tercatat terjadi 3.600 kecelakaan dengan 638 orang meninggal dunia pada periode mudik kali ini.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merekapitulasi data lalu lintas selama periode mudik mulai dari 11 Agustus hingga 21 Agustus 2012. Hasilnya, angka kecelakaan pada periode mudik kali ini masih tergolong tinggi.

Berdasarkan data yang dihimpun, Rabu (22/8/2012) malam, Kemenhub mencatat 3.600 kecelakaan dengan korban meninggal dunia sebanyak 638 orang, luka berat 994 orang, luka ringan 3.444 orang dan kerugian materi mencapai Rp 7,4 miliar.

Jumlah kecelakaan paling banyak terjadi pada puncak arus mudik H-3 Lebaran sebanyak 383 kejadian. Sedangkan korban meninggal paling banyak terjadi pada H-6 Lebaran dengan 74 korban jiwa.

Prakiraan Cuaca Indonesia


Kota Cuaca Hari ini
23 Agustus 2012
Cuaca Esok Hari
24 Agustus 2012
Medan Hujan Ringan
Hujan Ringan
Suhu : 23 - 32 °C
Kelembaban : 65 - 90 %
Hujan Ringan
Hujan Ringan
Suhu : 23 - 32 °C
Kelembaban : 65 - 90 %
Batam Hujan Ringan
Hujan Ringan
Suhu : 24 - 32 °C
Kelembaban : 60 - 94 %
Hujan Ringan
Hujan Ringan
Suhu : 24 - 32 °C
Kelembaban : 60 - 94 %
Padang Hujan Ringan
Hujan Ringan
Suhu : 20 - 27 °C
Kelembaban : 64 - 98 %
Hujan Ringan
Hujan Ringan
Suhu : 20 - 27 °C
Kelembaban : 64 - 98 %
Jambi Berawan
Berawan
Suhu : 21 - 33 °C
Kelembaban : 54 - 75 %
Berawan
Berawan
Suhu : 21 - 33 °C
Kelembaban : 54 - 75 %
Palembang Berawan
Berawan
Suhu : 23 - 34 °C
Kelembaban : 49 - 96 %
Berawan
Berawan
Suhu : 23 - 34 °C
Kelembaban : 49 - 96 %
Pangkal Pinang Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 24 - 32 °C
Kelembaban : 49 - 90 %
Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 24 - 32 °C
Kelembaban : 49 - 90 %
Bengkulu Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 23 - 32 °C
Kelembaban : 60 - 95 %
Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 23 - 32 °C
Kelembaban : 60 - 95 %
Bandar Lampung Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 26 - 33 °C
Kelembaban : 55 - 84 %
Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 26 - 33 °C
Kelembaban : 55 - 84 %
Pontianak Berawan
Berawan
Suhu : 24 - 34 °C
Kelembaban : 55 - 96 %
Berawan
Berawan
Suhu : 24 - 34 °C
Kelembaban : 55 - 96 %
Samarinda Hujan Ringan
Hujan Ringan
Suhu : 24 - 32 °C
Kelembaban : 59 - 95 %
Hujan Ringan
Hujan Ringan
Suhu : 24 - 32 °C
Kelembaban : 59 - 95 %
Palangkaraya Berawan
Berawan
Suhu : 23 - 33 °C
Kelembaban : 55 - 96 %
Berawan
Berawan
Suhu : 23 - 33 °C
Kelembaban : 55 - 96 %
Banjarmasin Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 22 - 33 °C
Kelembaban : 55 - 95 %
Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 22 - 33 °C
Kelembaban : 55 - 95 %
Manado Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 22 - 33 °C
Kelembaban : 55 - 92 %
Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 22 - 33 °C
Kelembaban : 55 - 92 %
Gorontalo Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 22 - 33 °C
Kelembaban : 55 - 92 %
Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 22 - 33 °C
Kelembaban : 55 - 92 %
Palu Hujan Ringan
Hujan Ringan
Suhu : 23 - 34 °C
Kelembaban : 55 - 96 %
Hujan Ringan
Hujan Ringan
Suhu : 23 - 34 °C
Kelembaban : 55 - 96 %
Kendari Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 23 - 30 °C
Kelembaban : 64 - 93 %
Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 23 - 30 °C
Kelembaban : 64 - 93 %
Makassar Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 23 - 33 °C
Kelembaban : 45 - 93 %
Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 23 - 33 °C
Kelembaban : 45 - 93 %
Majene Hujan Ringan
Hujan Ringan
Suhu : 25 - 32 °C
Kelembaban : 62 - 93 %
Hujan Ringan
Hujan Ringan
Suhu : 25 - 32 °C
Kelembaban : 62 - 93 %
Ternate Hujan Ringan
Hujan Ringan
Suhu : 25 - 31 °C
Kelembaban : 63 - 92 %
Hujan Ringan
Hujan Ringan
Suhu : 25 - 31 °C
Kelembaban : 63 - 92 %
Ambon Berawan
Berawan
Suhu : 24 - 28 °C
Kelembaban : 73 - 95 %
Berawan
Berawan
Suhu : 24 - 28 °C
Kelembaban : 73 - 95 %
Jayapura Hujan Sedang
Hujan Sedang
Suhu : 23 - 32 °C
Kelembaban : 61 - 95 %
Hujan Sedang
Hujan Sedang
Suhu : 23 - 32 °C
Kelembaban : 61 - 95 %
Sorong Hujan Ringan
Hujan Ringan
Suhu : 24 - 30 °C
Kelembaban : 70 - 98 %
Hujan Ringan
Hujan Ringan
Suhu : 24 - 30 °C
Kelembaban : 70 - 98 %
Biak Hujan Ringan
Hujan Ringan
Suhu : 23 - 31 °C
Kelembaban : 74 - 97 %
Hujan Ringan
Hujan Ringan
Suhu : 23 - 31 °C
Kelembaban : 74 - 97 %
Manokwari Berawan
Berawan
Suhu : 24 - 30 °C
Kelembaban : 66 - 94 %
Berawan
Berawan
Suhu : 24 - 30 °C
Kelembaban : 66 - 94 %
Merauke Hujan Ringan
Hujan Ringan
Suhu : 23 - 31 °C
Kelembaban : 65 - 92 %
Hujan Ringan
Hujan Ringan
Suhu : 23 - 31 °C
Kelembaban : 65 - 92 %
Kupang Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 20 - 33 °C
Kelembaban : 52 - 89 %
Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 20 - 33 °C
Kelembaban : 52 - 89 %
Sumbawa Besar Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 20 - 30 °C
Kelembaban : 63 - 97 %
Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 20 - 30 °C
Kelembaban : 63 - 97 %
Mataram Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 18 - 30 °C
Kelembaban : 65 - 97 %
Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 18 - 30 °C
Kelembaban : 65 - 97 %
Denpasar Berawan
Berawan
Suhu : 21 - 31 °C
Kelembaban : 56 - 95 %
Berawan
Berawan
Suhu : 21 - 31 °C
Kelembaban : 56 - 95 %
Jakarta Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 23 - 33 °C
Kelembaban : 52 - 89 %
Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 23 - 33 °C
Kelembaban : 52 - 89 %
Serang Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 22 - 33 °C
Kelembaban : 56 - 95 %
Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 22 - 33 °C
Kelembaban : 56 - 95 %
Bandung Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 21 - 30 °C
Kelembaban : 53 - 93 %
Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 21 - 30 °C
Kelembaban : 53 - 93 %
Semarang Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 24 - 33 °C
Kelembaban : 40 - 83 %
Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 24 - 33 °C
Kelembaban : 40 - 83 %
Yogyakarta Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 19 - 31 °C
Kelembaban : 55 - 92 %
Cerah Berawan
Cerah Berawan
Suhu : 19 - 31 °C
Kelembaban : 55 - 92 %

Arsip Berita

PENERIMAAN POLRI 2014

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. NTMC KORLANTAS POLRI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger