Headlines News :

Tiga Mobil Ringsek, Terlibat Laka Karambol

Written By Mediaatas on Minggu, 17 Februari 2013 | 21.37



Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalan raya Purworejo-Yogyakarta. Tiga mobil sekaligus terlibat kecelakaan karambol di KM 11, tepatnya di Desa Jenar Wetan, Kecamatan Purwodadi, Purworejo, Minggu (17/2) siang. Seluruh penumpang dan sopir selamat, tapi ketiga mobil mengalami kerusakan serius.

Kapolres Purworejo AKBP M Taslim Chairudin yang dimintai konfirmasi melalui Kasatlantas membenarkan terjadinya kecelakaan tersebut.

Kecelakaan melibatkan tiga mobil itu. Yakni Toyota Rush Nopol AA 9191 VV yang dikemudikan Harjito Saputro (55) warga Perum KBN D-09, Kelurahan Pangen Jurutengah, Purworejo; Daihatsu Xenia nopol AB 1360 GE yang dikemudikan Fadhillah (36) warga Dusun Baran, RT 4 RW 5, Desa Kalitirto, Sleman; serta Izusu Panther nopol AB 1082 SH yang dikendarai Mujiarja (35) warga Salamrejo RT 11/RW 6, Kecamatan Sentolo, Kulonprogo.

Kecelakaan itu bermula saat Toyota Rush yang dikendaraai Harjito Saputro meluncur dari arah Purworejo. Dalam kondisi jalan berkelok, Harjito berupaya menyalip kendaraan yang ada di depannya.

Tiba-tiba saja dari arah berlawanan, muncul Izusu Panther yang diikuti Daihatsu Xenia. "Karena jarak sudah dekat, Harjito tidak bisa menguasai kendaraannya dan menabrak Panther dan Xenia," tambah Sutoyo.

Lampu bagian depan kanan mobil Rush mengalami kerusakan cukup parah karena menabrak sisi kanan belakang Panther dan menghantam bagian tengah kanan Xenia.

"Kendaraan yang terlibat kecelakaan selanjutnya kita bawa ke Satlantas untuk dilakukan penyidikan. Tapi yang Panther oleh pemiliknya langsung dibawa ke bengkel untuk diperbaiki. Surat-surat yang ada baik STNK dan SIM untuk sementara waktu kami tahan, menunggu proses penyidikan dilakukan," katanya.

Ganjil-Genap Diberlakukan, Potensi Kecelakaan Bisa Menurun


JAKARTA - Polda Metro Jaya bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap menguji peraturan ganjil-genap bagi kendaraan bermotor. Kebijakan yang rencananya diujicoba pada Maret mendatang ini dinilai sebagai salah satu upaya dari pemerintah untuk mengurai kemacetan lalulintas Ibukota.

Menanggapi hal ini, Training Director Jakarta Defensive Driving Center (JDDC) Jusri Pulubuhu optimis kebijakan ini tidak hanya mengurai kemacetan tetapi juga mengurangi tingkat kecelakaan.

"Terkait dengan peraturan ganjil-genap yang rencananya diujicoba pada Maret nanti yang jelas dengan volume kendaraan terbatas maka kesemrawutan akan menurun. Kesemrawutan atau kemacetan itu adalah pemicu dari kecelakaan," terangnya kepada Okezone baru-baru ini.

Menurutnya, jika peraturan ganjil-genap diberlakukan dominan diseluruh jalan-jalan atau titik kemacetan, ini akan berdampak pada penurunan angka kecelakaan.

"Macet adalah pemicu dari penyebab kecelakaan. Sehingga orang naik ke trotoar, nerobos lampu merah. Dengan volume kendaraan yang turun akibat adanya peraturan tersebut maka jawabannya saya yakin iya," ujarnya penuh keyakinan.

Lebih lanjut dirinya menilai keberhasilan peraturan ini dalam mengatur ketertiban harus diikuti dengan peningkatan komponen-komponen dalam management transportation di Jakarta.

"Karena bila secara parsial diberlakukannya ganjil-genap seperti 3in1 dampaknya tidak terlalu besar karena hanya di daerah-daerah atau area tertentu." tutupnya.


Berlubang, Jalan Siyono-Playen Membahayakan

 

Ruas Jalan Siyono-Playen (Wonosari-Playen) banyak yang rusak dan bergelombang sehingga membahayakan pengendara dari kedua arah.

 terlihat jalan berlubang dan bergelombang di beberapa titik, kerusakan terparah tepat di dusun Jatisari, Desa Playen. Kerusakan tersebut memakan hampir satu lajur.

Sumadi, 60, warga setempat mengatakan, jalan berlubang itu terjadi sejak tiga bulan lalu namun hingga saat ini belum diperbaiki pemerintah. Warga sudah sering kali menutup lubang dengan batu-batu kerikil namun tak bertahan lama. “Sudah sering ditutupi batu-batu tapi paling cuma kuat dua hari,” katanya.

Akibat jalan berlubang tersebut, lanjut Sumadi, banyak pengendara roda dua yang celaka karena terperosok. “Seminggu ini saja sudah dua motor yang jatuh. Terakhir dua hari kemarin itu pelajar, saat menghindar lubang ada kendaraan dari arah berlawanan,” ungkapnya.

Mujiharjo, warga lainnya menambahkan, tidak hanya berlubang, tidak kurang dari satu kilometer Jalan Siyono-Playen dari Desa Logandeng-Desa Playen juga bergelombang. Meski belum diketahui apakah bergelombang itu diakibatkan karena tanahnya yang labil atau karena sering dilalui kendaraan berat, namun dia berharap ada perbaikan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gunungkidul Eddy Praptomo saat dikonfirmasi mengatakan, Jalan Siyono-Playen merupakan jalan provinsi. Namun demikian, pihaknya juga akan mengecek lokasi dan melaporkannya ke pemerintah Provinsi, “Karena jalan itu kewenangan provinsi,” katanya.

700 KM Jalan di Cianjur Kondisinya Rusak


 
Dana perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Cianjur tahun 2013 hanya dianggarkan sekitar Rp70 miliar dari APBD kabupaten. Padahal, hingga kini ruas jalan rusak di Kabupaten Cianjur mencapai 60% atau sekitar 700 kilometer dari total panjang jalan 1.290,347 kilometer.

Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Cianjur, Atte Adha Kusdinan mengatakan, idealnya, untuk memperbaiki sisa panjang jalan rusak di Kabupaten Cianjur membutuhkan dana setidaknya sebesar Rp200 miliar lebih. Namun untuk tahun ini hanya teranggarkan sekitar Rp70 miliar termasuk di dalamnya dana pemeliharaan sebesar Rp6 miliar.

"Jalan berstatus mantap atau bagus di Kabupaten Cianjur hanya sekitar 40% dari total panjang jalan 1.290,347 kilometer. Sisanya sekitar 60% berstatus rusak dengan beragam kategori, seperti rusak berat, sedang, dan ringan. Idealnya memang dibutuhkan dana sekitar Rp200 miliar agar semua jalan di Kabupaten Cianjur berstatus bagus," kata Atte saat dihubungi , Minggu (17/2/2013).

Meskipun dibilang minim anggaran, Atte optimistis upaya perbaikan dan pemeliharaan jalan di Kabupaten Cianjur secara bertahap bisa berhasil maksimal. Namun hal itu tentunya harus diimbangi juga dengan kesadaran masyarakat ikut bersama-sama memelihara kondisi jalan.

"Idealnya, dana untuk 1 kilometer jalan itu sebesar Rp1 miliar. Tapi karena anggaran terbatas, perbaikan kerusakan jalan kita kedepankan skala prioritas. Jika melihat anggaran yang hanya sebesar Rp70 miliar, perbaikan jalan paling hanya bisa dialokasikan sekitar 70 kilometer dengan asumsi 1 kilometer sebesar Rp1 miliar," terangnya.

Secara logika, upaya perbaikan setiap tahun tentunya pada tahun berikutnya akan semakin berkurang kondisi jalan rusak. Namun berbicara konteks jalan rusak bukan hitung-hitungan matematis. Artinya, ruas jalan yang tahun ini dikategorikan masih bagus, tidak menutup kemungkinan tahun depan akan mengalami kerusakan. Terlebih, di beberapa ruas jalan keberadaan drainase tidak berfungsi baik, sehingga air kerap meluap ke jalan yang menyebabkan kondisi jalan cepat rusak.

"Termasuk juga kerusakan jalan di lokasi-lokasi galian C. Percuma juga kita perbaiki, jika masih ada aktivitas penambangan yang setiap harinya mengangkut hasil tambang hingga mengakibatkan jalan cepat rusak. Harusnya pengusaha galian dibebani dengan terjadinya kerusakan jalan," tegas Atte.

Atte mengaku, selama ini tidak pernah ada bentuk kepedulian dari para pengusaha galian C ikut memikirkan kerusakan jalan. Padahal, kerusakan jalan, faktor utamanya disebabkan intensitas pengangkutan pasir menggunakan truk yang dinilai melebihi kapasitas.

"Ada kelas-kelas jalan yang mengatur kekuatan kapasitas kendaraan. Dari hasil pemantauan kami di lapangan, kelas jalan yang biasa dilintasi truk pengangkut penambangan pasir itu kalau tidak salah semestinya hanya 6 ton, tapi kenyataannya bisa mencapai 10 ton," tuturnya.

Atte menyebutkan, kekuatan kondisi jalan menggunakan aspal diprediksi bisa memiliki durasi selama 5 tahun. Sedangkan jika dibeton bisa mencapai 20 tahun. Namun kekuatan kondisinya tidak akan berjalan selama itu, ketika tidak ditunjang faktor lainnya.

"Misalnya saja karena sering dilintasi kendaraan yang over muatan seperti di lokasi-lokasi galian C. Kita pernah memperbaiki jalan di dekat lokasi galian C dengan cara diaspal. Boro-boro kuat 5 tahun, kekuatan jalan hanya mampu bertahan 3 bulan. Belum lagi berkaitan drainase yang bisa merusak jalan. Perbaikan drainase itu sebetulnya tidak populis, tapi dampaknya bisa merusak jalan. Makanya kita juga sedikit demi sedikit perbaiki drainase yang ada. Kita lakukan perbaikan secara lintas sektoral dengan instansi lainnya," pungkasnya.

Banyak Kecelakaan, Polres Banjarnegara Gelar Doa Bersama

 image

Kerapnya terjadi kecelakaan lalu lintas dalam dua bulan terakhir dengan korban meninggal dan luka yang terhitung banyak, jajaran Polres Banjarnegara menggelar doa bersama, Sabtu (16/2) malam.

Sejumlah korban dalam kecelakaan itu, baik yang meninggal maupun luka-luka, merupakan anggota Polres Banjarnegara. Ada juga anggota TNI yang meninggal dalam kecelakaan bulan ini.

"Pada awal tahun ini, banyak kejadian yang menimpa anggota. Tetapi kita tahu bahwa itu merupakan ujian dari Allah SWT agar kita makin dekat pada Nya dan makin beriman serta takwa," kata Kapolres Banjarnegara AKBP Muh Anwar R SH SIK.

Dia berpesan agar banyaknya kejadian itu tidak membuat was-was dalam menjalankan tugas, namun justru makin dekat dengan Tuhan dan selalu berdoa mohon keselamatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas.

Berdasarkan data Satlantas, pada bulan Januari lalu terjadi 32 peristiwa kecelakaan dengan korban meninggal sembilan orang. Adapun pada bulan Februari ini ada sebanyak empat korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.

Tanah Merah Bececeran di Jalan Casablanca

 ilustanah


JAKARTA  – Tanah merah bekas galian berceceran di Jalan Raya Casablanca, Jakarta Selatan. Selain membahayakan pengendara karena licin saat hujan, debu juga membuat mata perih.

ceceran tanah itu berserak sebelum terowongan Casablanca atau di depan kantor Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta.

Jejak ceceran tanah tersebut berasal dari proyek di antara Taman Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo II dan kantor BPLHD DKI Jakarta. Di area proyek seluas 1 hektar itu terlihat galian tanah dan dua beko yang sedang tak beroperasi.

Di sekitarnya, tampak pula belasan truk pengangkut tanah dan sejumlah mobil rongsokan. Satu mobil polisi juga ada di tempat itu. Namun, tak ada satu pun penjaga yang bersedia menjelaskan pemilik lahan maupun peruntukan penggalian tanah tersebut.

Priyadi, warga, mengatakan ceceran tanah merah sudah sepekan terakhir terjadi. Hampir setiap hari truk pengangkut tanah masuk keluar proyek. “Saya nggak tahu untuk apa. Tapi pengangkutan tanah biasanya malam hari,” kata dia. “Saya berharap mereka bertanggung jawab, saat siang panas, debunya bertebangan mem,buat mata perih dan bikin batuk.”

Dian, 33, pengendara sepeda motor, mengaku setiap melintas di jalan itu harus ekstra hati-hati. Ia berharap, petugas cepat bertindak. “Jangan sampai ada korban jatuh baru bertindak,” ujarnya.

PERINGATAN LISAN
Kepala Sudin PU Jalan Jakarta Selatan, Yayat Hidayat, mengatakan pekerja pengangkut tanah mesti bertanggung jawab membersihkannya. Terkait penindakan, ia akan berkoordinasi dengan Satpol PP.
“Kalau memang ada proyek pembangunan, kontraktor tidak boleh lepas tangan begitu saja,” ujarnya.

Kepala Satpol PP Jakarta Selatan, Sulistiarto, mengaku telah mengetahui banyaknya tanah yang tercecer di jalan itu. Dia juga mengaku sudah menegur pekerja pengangkut tanah.

“Sudah beri peringatan lisan Jumat (15/2) sore. Kami juga sudah minta segera dibersihkan,” katanya tanpa menjelaskan rencana peruntukkan proyek pembangunan itu. 

Jalan Akses Marunda Rusak Parah


Seringnya dilintasi kendaraan berat dengan tonase berlebih mengakibatkan Jl Akses Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, mengalami rusak parah. Ironisnya, jalan sepanjang 4 kilometer ini kerusakannya tidak hanya pada satu titik, tapi lebih dari puluhan titik. Selain rusak, beberapa bagian jalan tampak lubang menganga dan mengalami amblas. Akibatnya, sudah banyak pengendara yang jadi korban dari kerusakan jalan tersebut.

Purwono (27), warga Bekasi yang kerap melintasi Jl Akses Marunda mengaku, sangat terganggu dengan kondisi jalan rusak dan berlubang itu. Terlebih, di saat cuaca panas banyak pasir dan debu yang beterbangan, sehingga jarak pandang pengendara jadi terbatas dan pernafasannya pun jadi terganggu. "Sudah banyak pengendara sepeda motor yang jatuh, karena menghantam dan menghindari lubang. Bahkan, ada juga yang sampai kehilangan nyawa," ujar Purwono, Sabtu (16/2).

Menurutnya, jalan rusak dan berlubang itu akibat banyaknya kendaraan besar seperti truk-truk kontainer dan bus yang melintas di jalan itu. Selain itu, ditambah masuknya musim penghujan yang membuat jalan menjadi rusak. "Kondisi ini sudah berbulan-bulan, tapi belum diperbaiki. Saya harap pemerintah maupun instansi terkait dapat memperbaiki jalan itu, agar pengendara merasa aman dan nyaman saat melintas," harapnya.

Kanit Laka Lantas Polres Jakarta Utara, AKP Daud Iskandar membenarkan, sebagian Jl Akses Marunda kondisinya rusak dan berlubang. Terlebih, banyaknya truk trailer maupun kontainer yang parkir sembarangan di bahu jalan saat malam hari, sehingga membahayakan pengendara. "Kami sudah lapor ke Sudin Perhubungan Jakarta Utara agar ditertibkan. Kami juga akan memberikan selebaran kepada pemilik truk trailer agar tidak parkir di jalan, karena di wilayah Cilincing sendiri terutama Jl Akses Marunda memang dominan terjadi kecelakaan. Bahkan, pada tahun ini sudah dua orang yang tewas akibat kecelakaan," ucap Daud.

Menanggapi hal itu, Kasie Pemeliharaan Jalan Sudin Pekerjaan Umum (PU) Jalan Jakarta Utara, Budi Mulyanto menjelaskan, Jl Akses Marunda merupakan jalan nasional dan menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum. Meski begitu, pihaknya, telah berkoordinasi dan melaporkan kondisi jalan tersebut ke Kementerian PU agar diperbaiki. "Jalan itu kewenangannya Kementerian PU dan kami sudah laporkan ke mereka. Kami siap membantu memperbaiki jalan yang rusak dan berlubang itu, tapi yang kecil-kecil saja, asalkan Kementerian PU memberikan izin," tambahnya.

Jalan Rusak Picu Kecelakaan

  

 

 Sosialisasi tertib lalu lintas, terus digeber Satlantas Polres Bogor Kota. Kemarin, seluruh pimpinan Satlantas, polwan hingga pengurus Bhayangkari, menyosialisasikan tertib lalin di kawasan Tugu Kujang.

Kegiatan operasi Satlantas Polresta Bogor yang melibatkan polisi wanita (polwan) dan Bhayangkari difokuskan di titik lokasi Jalan Pajajaran, Tugu Kujang yang menjadi kawasan tertib berlalu lintas.

Dalam aksinya, polwan dan pengurus Bhayangkari memberikan sepucuk bunga mawar dan stiker kepada pengendara yang melintas. Menurut Kasat Lantas Polresta Bogor, AKP Erwin Syah, aksi tersebut dilakukan agar masyarakat lebih menyadari akan pentingnya aturan berkendara di jalan. Hal itu demi keselamatan dan kenyamanan mereka para pengguna jalan baik kendaraan roda dua maupun angkutan umum dan pribadi.

“Memang kerusakan jalan juga menjadi salah satu faktor penyebab terganggunya kenyamanan. Bahkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Untuk itu, pengendara untuk berhati-hati dan tidak ugal-ugalan di jalan,” ujar Erwin usai operasi simpatik, kemarin.

Kasat juga meminta, khususnya kepada pengendara motor agar menyalakan lampu utama pada siang hari.

“Kami juga memberikan helm dan jaket bagi pengendara sepeda motor yang telah mematuhi peraturan berlalu lintas,” terangnya.

Hal ini sebagai bentuk apresiasi Satlantas kepada para pengguna jalan karena telah mematuhi peraturan. Hal ini untuk memicu pengendara lain agar taat aturan juga. Jika imbauan dan sosialisasi sudah dilakukan namun masih dilanggar, langkah selanjutnya akan diambil tindakan tegas.

Jalan Lintas Kota Baharu Rusak Parah

   Jalan yang berstatus jalan propinsi sepanjang kurang lebih empat puluh kilo meter itu membentang antara Kecamatan Kota Baharu Aceh Singkil menuju Pemko Subulussalam, delapan kilo meter di antaranya rusak berat, tepatnya mulai kilo meter 15 antara Desa Singkohor sampai ke Desa Lae Sipola Kecamatan Singkohor.

Seperti tampak dalam gambar, sebuah mobil jenis innova BK 1191 GW berhenti di turunan yang licin karena takut tergelincir ke bahu jalan yang sudah longsor. Terlebih di musim hujan seperti sekarang ini sangat susah dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Pada awalnya jalan ini sudah beraspal, karena kurang perawataan dan sudah cukup lama, maka aspal tersebut sudah terkikis sehingga tinggal tanah yang berlapis tipis batu kerikil.

Manado Dikepung Banjir & Longsor


 Foto
Manado - - Hujan yang mengguyur terus Kota Manado, Sulawesi Utara mendatangkan bencana. Ribuan rumah terkepung banjir. Kantor Walikota Manado yang berada di pusat kota ikut terendam.

Banjir melanda tujuh kecamatan yaitu Tikala, Paal Dua, Singkil, Tuminting, Wanea, Sario dan Wenang. Tak kurang dari 1000 rumah terendam dengan ketinggian air berkisar 1 - 3 meter, Minggu (17/2/2013).

Air mulai merangkak naik sejak Sabtu (16/2/2013) sekitar pukul 21.00 WITA, dengan kawasan terparah di bantaran DAS Tondano. Warga korban banjir terpaksa mengungsi ke tempat lebih tinggi. Kebanyakan mereka memanfaatkan masjid dan sekolah dijadikan tempat pengungsian.

Sejumlah akses jalan utama di dalam kota ikut terendam dan memutus akses transportasi darat. Warga memanfaatkan situasi dengan meminta bantuan dana ketika kendaraan harus mogok memaksakan melewati banjir.

Tanah longsor juga ikut menerjang di sejumlah titik. 4 orang dikabarkan tewas tertimbun longsor. Seorang di Kelurahan Perkamil Kecamatan Paal Dua, dan tiga di Kelurahan Tingkulu Kecamatan Wanea.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado, masih belum bisa dikonfirmasi karena sedang rapat koordinasi tanggap darurat dengan Pemerintah Kota Manado. Namun anggota TNI, Polri dan Basarnas sudah diterjunkan ke lokasi bencana untuk memberikan pertolongan dan evakuasi warga.

Banjir bandang pernah terjadi di Kota Manado pada akhir tahun 2000 silam. Hampir seluruh wilayah Kota Manado terendam banjir, terkecuali di daerah perbukitan.

Saat itu, hujan terus menerus selama dua hari, dan ditambah meluapnya Danau Tondano di Kabupaten Minahasa, membuat beberapa pintu air di danau tersebut harus dibuka.

Akibatnya DAS Tondano yang membelah Kota Manado, tak mampu menampung debit air yang meluap. Kondisi itu diperparah dengan air pasang laut, hingga air tertahan dan menggenangi rumah hingga setinggi atap.

Jip Tabrak Lampu Jalan di Menteng

 

Sebuah mobil jip berwarna putih menabrak tiang lampu jalan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Akibatnya tiang itu ambruk hingga ke badan jalan.

Menurut salah satu warga yang melihat, David, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 03.45 WIB di perempatan Jl HOS Cokroaminoto. Saat itu kebetulan ia dan teman-temannya sedang berteduh akibat hujan yang turun.

"Saya lihat ada mobil jip putih datang dari arah Menteng ke Kuningan," tutur David, Minggu (17/2/2013).

Tiba-tiba saja, lanjut David, jip tersebut menabrak tiang lampu jalan. Saking kuatnya tabrakan, dalam hitungan detik, tiang itu pun perlahan-lahan roboh.

Namun tidak berapa lama usai kejadian itu, jip tersebut mulai kembali jalan menuju Jl Prof Moch Yamin.\

Program Polisi Peduli Pengangguran, Polresta Bekasi Kota Latih 487 Pemuda Pemudi Se-kota Bekasi


 
 
Dalam rangka pembinaan terhadap masyarakat serta upaya mengentaskan pengangguran di wilayah kota Bekasi, Polresta Bekasi Kota melalui Sat Binmas melakukan Launching dan Penandatanganan MOU Program Polisi Peduli Pengangguran, Kamis (14/2/2013).

Polresta Bekasi Kota bekerjasama dengan Yayasan Guna Karya Bekasi, Lembaga Pelatikan Kerja (LPK) kota Bekasi dan Disnakertrans Kota Bekasi akan memberikan pelatihan kepada 487 pemuda dan pemudi berusia 17 hingga 25 tahun.

Penandatanganan MOU Program Polisi Peduli Pengangguran dilaksanakan di Aula mapolresta Bekasi Kota pada hari Kamis, 14 Februari 2013 pukul 09:00 WIB, dihadiri oleh Walikota Bekasi DR. H.RAHMAT EFFENDI, S.Sos., Kapolresta Bekasi Kota Kombes Pol Drs. PRIYO WIDYANTO, MM., Wadir Binmas Polda Metro Jaya, AKBP Drs. ANJAR GUNADI, Kasdim 0507/Bks Mayor KUS FIANDAR, Kepala Yayasan LMC Guna Karya Kota Bekasi Drs. PARSULIAN, M.Pd., Kepala Dinas Tenaga kerja Kota Bekasi Drs. A. IMAN, Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Kota Bekasi, Ketua Asosiasi Pengusaha Kota Bekasi, Ketua Himpunan Lembaga latihan Swasta Indonesia Cabang Bekasi, Kepala BBPP/Cevest Kota Bekasi, para Kabag, para Kasat dan para Kapolsek jajaran Polresta Bekasi Kota.

Pelatihan 487 pemuda dan pemudi dari tiap-tiap Polsek di jajaran Polresta Bekasi Kota.tersebut akan dilaksanakan secara bertahap. Untuk tahap pertama, sebanyak 40 orang akan dilatih selama 10 hari dengan materi :
1. Pemahaman tentang Wawasan kebangsaan yang disajikan dari Kodim 0507/Bks;
2. Pengetahuan tentang bahaya Narkoba dan Motivasi kerja yang disajikan oleh Sat Binmas Polresta Bekasi Kota;
3.Pelatihan Komputer yang dipandu oleh Lembaga Pelatihan  Kerja ( LPK ) Kota Bekasi.


Adapun output dari pelatihan tersebut, mereka akan disalurkan langsung ke perusahaan-perusahaan di kota Bekasi serta mendapatkan Surat Rekomendasi Kerja dari Disnaker Kota Bekasi.

Dalam sambutannya, Kapolresta Bekasi Kota mengatakan program pelatihan keterampilan ini merupakan bentuk tindak lanjut Kebijakan Kapolda Metro Jaya di Polresta Bekasi Kota dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif. Program ini tentunya perlu kerjasama semua pihak dalam mengurangi jumlah usia produktif belum bekerja di Kota Bekasi.

Kegiatan ini sangat disambut baik oleh Instansi terkait baik dari unsur Pemerintah Kota Bekasi maupun lembaga-lembaga yang diikutsertakan dalam Program Polisi Peduli Pengangguran ini. Kapolres pun mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam mengentaskan program pengangguran ini.

Pelatihan Program Penyempurnaan Pendataan Kecelakaan Lalu Lintas


Dalam upaya meningkatkan pelayanan penanganan kecelakaan lalu lintas, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Metro Jaya menggelar pelatihan Program Penyempurnaan Pendataan Kecelakaan Lalu Lintas melalui Integrated Road Safety Management System (IRSMS) kepada seluruh personil  unit laka lantas di seluruh jajaran kewilayahan Polda metro Jaya.
Pelatihan yang digelar selama dua hari, 12-13 februari 2013 di Aula TMC tersebut dibuka langsung oleh Dirlantas PMJ Kombes Pol Dr. Chryshnanda Dwi Laksana, M.Si bersama Kasubag Audit Kamsel Korlantas Polri  AKBP Aswin Siregar, S.IK, M.Si, MSC eng dengan Team Leader Consultan (IRSMS) Consia Mr. Paul Hambleton.
Dalam sambutannya, Dirlantas mengatakan bahwa penanganan kecelakaan lalu lintas di jalan bukan hana menjadi tanggung jawab unit laka lantas saja. Namun, ini juga menjadi tugas seluruh anggota kepolisian. Untuk itu, semua pihak harus berperan aktif meminimalisir fatalitas kecelakaan lalu lintas.
Lanjut Chryshnanda, dalam menangani sebuah kecelakaan, jangan hanya berfokus pada korban saja. Namun, juga harus spesifik memahami faktor penyebab kecelakaan itu sendiri. Oleh karena itu, diperlukan akurasi data yang valid dari setiap penanganan kecelakaan.
“Saat ini tidak dipungkiri data kecelakaan kita tidak pernah sama dengan stake holder terkait. Mengapa kita tidak pernah bisa menganalisa dengan baik, karena system pendataan tidak maksimal . Oleh karenanya diadakanlah pelatihan ini,” ujar Chryshnanda.
Selanjutnya, dengan pelatihan ini diharapkan dapat menyelidiki faktor penyebab kecelakaan dengan lebih detail dan mengidentifiksi data yang cukup mengenai kronologi setiap kecelakaan sehingga dapat mencegah jatuhnya korban di masa yang akan datang.
“Pelatihan ini harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh setiap peserta karena korban meninggal akibat kecelakaan jauh lebih banyak dari pada korban meninggal akibat perang dan pembunuhan. Bahkan di Indonesia, kecelakaan adalah penyumbang terbesar dalam kematian manusia,” ungkap Dirlantas.
“Oleh karena itu, peserta nantinya akan diberikan sertifikat. Saudara nantinya akan dinilai. Yang tidak layak lulus, tidak usah diluluskan,” tandasnya.
Chryshnanda juga mengistruksikan kepala kesatuan kewilayahan (Kasat) di wilayah ibu kota untuk membentuk komunitas korban kecelakaan lalu lintas dimana hal ini sebagai bentuk kepedulian dari Polantas kepada korban kecelakaan.
“Korban dari setiap kecelakaan dapat terguncang jiwanya dan mengalami trauma psikologis. Oleh karenanya diperlukan kepedulian dari kita dalam penanganan trauma psikologisnya,” pungkasnya.
Sementara itu dalam pelatihan ini para instruktur dari Consultan IRSMS memperkenalkan materi mengenai penginputan data  dari mulai Database Pengemudi (SIM), Database Kendaraan dan Database Pelanggaran (tilang) termasuk karakteristik dari sarana dan prasarana ruas jalan tempat terjadinya kecelakan tersebut.  Selanjutnya diperkenalkan juga peralatan yang akan digunakan dalam menginput data diantaranya, Tablet Accident Kit, Kamera (digital) GPS dan Komputer.
Mereka yang menjadi instruktur adalah AKBP Aswin Siregar, SIK, M.Si, MSC, Team Leader Consultan Cosia Mr Paul Hambleton, Manager Direktur Mr Carsten Wass, Pakar Transportasi Universita Indonesia Ir. Martha LeniSiregar, MSc dan Konsultan IT Abirianto.
Sekedar informasi, Sejak Mei 2011, Korlantas Polri mulai mengembangkan Sistem Pendataan Kecelakaan Lalu lintasTerpadu melalui Program IRSMS . Program ini dirancang sebagai system pendataan yang handal dan dilengkapi sarana dan prasarana serta system informasi berbasis web portal. Adapun untuk peralatan, tidak hanya yang digunakan dalam penginputan data, tapi juga termasuk peralatan lapangan yang mendukung rekam jejak sebuah kecelakaan pada lokasi dan waktu tertentu.

Jalur Trans-Sulawesi Tertimbun Longsor


 

Tingginya intensitas hujan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, akibatkan longsor terjadi di jalur trans-Sulawesi poros Toraja - Palopo. Material longsor dari tebing berupa tanah dan pohon besar ambruk menimbun badan jalan di kilometer 42 Kabupaten Toraja Utara, di mana lokasi longsor adalah jalur trans Sulawesi yang menghubungkan Toraja - Palopo.
 
Imbas dari longsornya jalur Trans-Sulawesi kemacetan dijalan hingga 3 km. Kendaraan dari arah Toraja maupun dari arah Palopo tertahan di lokasi longsor. Kendaraan baru dapat melewati titik longsor sekitar pukul 12 siang, setelah satu unit alat berat diturunkan guna membuka akses jalan yang tertimbun longsor selama 4 jam lebih.

"Sepanjang jalur ini Longsor sudah sering terjadi akibat hujan deras dan kondisi tanah yang labil. Beruntung tidak ada korban jiwa," ungkap AKP Andi Sakkir, Kasat lantas Polres Tana Toraja, saat sedang mengatur antrian kendaraan yang terjebak kemacetan.

Jadwal Buka Tutup Arus Lalu Lintas Kawasan Puncak




Berikut Jadwal sistem buka tutup kawasan Puncak :
Hari Sabtu:

Pukul 09:00 - 11.30 WIBSemua kendaraan hanya satu jalur ke arah Puncak. Artinya lalu lintas kendaraan dari arah Puncak menuju ke bawah yakni Jakarta dan Ciawi ditutup

Pukul 15.00 - 17.00 WIBSemua kendaraan hanya satu jalur ke arah bawah atau arah Jakarta atau Ciawi. Artinya lalu lintas semua kendaraan yang akan menuju Puncak ditutup 

Hari Minggu:

Pukul 09.00 - 11.30 WIBSemua kendaraan hanya satu jalur ke arah Puncak. Artinya lalu lintas kendaraan dari arah Puncak menuju ke bawah yakni Jakarta dan Ciawi ditutup.

Pukul 15.00 - 18.00 WIBSemua kendaraan satu jalur ke arah bawah atau arah Jakarta atau Ciawi. Artinya lalulintas kendaraan yang akan menuju Puncak ditutup.

Perkiraan Cuaca Indonesia

 


Dilansir dari situs BMKG, hari ini (17/2), cuaca di sebagian besar wilayah di Indonesia diperkirakan akan berawan dan diguyur hujan berintensitas ringan maupun sedang.

Di Medan, Pekanbaru cuaca diperkirakan akan berawan dan cerah berawan.

Banda Aceh, Batam, Jambi, Bengkulu, Lampung, Bengkulu dan Palembang diperkirakan akan diguyur hujan dengan intensitas sedang. Suhu berkisar antara 23 - 32 °C dengan Kelembaban udara yang berkisar antara 66 - 97 %. 

Sedangkan di Pontianak, Samarinda, Palangkaraya dan Banjarmasin diperkirakan juga akan diguyur hujan dengan intensitas ringan sampai sedang.

Gorontalo dan Manado dan Makassar juga diprediksi diguyur hujan dengan intensitas ringan. Lain halnya dengan Palu dan Kendari yang diprediksi hanya akan berawan.

Di Ambon, Jayapura dan Denpasar, cuaca diprediksi akan terjadi hujan dengan intensitas ringan.
Di Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya juga akan diguyur hujan dengan intensitas sedang dan ringan. 


Di Semarang diperkirakan akan terjadi hujan dengan intensitas sedang. Dengan suhu udara berkisar antara 25-32 °C, kelembapan udara antara 65 - 92 %.

Ugal-ugalan, Lima Mobil Tabrakan Beruntun

 
Telah terjadi kecelakaan mobil sedan Honda City dengan bernomor polisi  B 8953 IZ yang  melaju  dengan kecepatan tinggi dari pinggir kiri ke tengah jalur cepat di ruas jalan tol dalam kota, tepatnya di Km 4+800 dari arah Cawang menuju Semanggi pada Minggu (17/2/2013) sekitar pukul 04.30. Akibat aksi ugal-ugalan itu, terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan lainnya.

Salah satu mobil yang terlibat tabrakan beruntun adalah Taksi Prestasi B 2757 A yang dikemudikan Kholil. Kholil menceritakan, mobil sedan Honda City yang dikemudikan Octavianus tanpa diduga melipir ke tengah dan menghantam bagian depan samping kiri mobil Taksi yang dikemudikannya.

Kholil menerangkan, saat itu dia tidak sempat mengerem ataupun menghindar karena mobil dalam kecepatan tinggi. Setelah itu, ada keempat kendaraan lainnya dari arah belakang yang secara beruntun terlibat dalam peristiwa tersebut.

Kelima mobil yang tabrakan beruntun masing-masing Chevrolet B 1395 FFJ, Taksi Blue Bird B 1632 MU, Taksi Blue Bird B 1528 MU, dan Toyota Avanza B 883 EQ 5, termasuk sedan Honda City yang dikemudikan Octavianus.

Lebih lanjut, Kholil menuturkan, saat itu dia sedang membawa seorang penumpang, Margaretha D, menuju Bandara Soekarno-Hatta. Margaretha yang juga sempat ditemui mengaku sempat terkejut dan mengalami sesak nafas akibat kecelakaan itu.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Octavianus sendiri saat ini sedang dirawat di RS Medistra, sementara Margaretha terpaksa batal berangkat ke Pontianak karena terlambat.

BBM Channel

Anda Pengunjung Ke

Arsip Berita

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. NTMC KORLANTAS POLRI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger