Headlines News :
Home » » Polisi Amankan 5,7 Ton Gula Ilegal dari Malaysia

Polisi Amankan 5,7 Ton Gula Ilegal dari Malaysia

Written By Firmansyah Djavu on Thursday, 6 October 2016 | 13:45

NTMC POLRI - Jajaran Polres Kapuashulu yang berbatasan langsung dengan Sarawak Malaysia di daerah Lubuk Antu berhasil mengamankan 5,7 ton gula rafinasi yang berasal dari Malaysia pada Rabu (5/10). Gula rafinasi itu terdiri dari 93 karung gula ukuran 50 kg atau 4.650 kilogram dan 91 kantong ukuran 12 kilogram atau 1.092 kilogram gula rafinasi dengan total 5.742 kg.



Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Suhadi SW kepada wartawan Rabu (5/10), mengatakan, gula rafinasi berhasil diamankan oleh Sat Reakrim Polres Kapaus Hulu. 

Penangkapan ini berhasil dilakukan berdasarkan adanya informasi dari masyarakat.

Kronologi kejadian bermula pada Rabu (5/10) sekitar pukul 09.00 WIB. Anggota Satuan Reserse skriminal Polres Kapuas Hulu, mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada penurunan muatan dari satu kendaraan ke gudang milik Samsiono di Dusun Naga Kalis dan Dusun Karya Suci, Kecamatan Kalis, Kabupaten Kapuas Hulu.

Anggota Reskrim Polres Kapuashulu langsung mengecek ke lokasi. Setelah tiba di lokasi, aparat menemukan adanya gula pasir yang diduga berasal dari Malaysia. Polisi pun langsung mengamankan gula pasir dan pemiliknya.

Pemilik dan barang bukti kini diamankan di Mapolres Kapuas Hulu untuk diproses lebih lanjut. Sementara barang bukti yang berhasil diamankan yaitu 93 karung ukuran 50 kg dengan total berat 4.650 kg, 91 kantong dengan berat masing-masing 12 kilogram, atau sekitar 1.092 kilo. Total gula yang disita mencapai 5.742 kg gula. Selain itu juga disita satu alat jahit karung, serta 50 karung kosong yang siap diisi gula.

Kombes Pol Suhadi menambahkan, Kalimantan Barat termasuk salah satu daerah di Indonesia yang memiliki wilayah perbatasan terpanjang yakni 857 km. Di sepanjang garis sempadan terdapat 52 jalan setapak atau jalur “tikus” yang bisa menghubungkan ke 30 kampong di Malaysia.

Sementara Kapolda Kalbar, Irjen Musyafak, merasa prihatin terhadap warga yang masih menggunakan gula rafinasi. Sebab gulanya kurang bagus kalau langsung digunakan. 

Pasalnya, gula rafinasi untuk membuat makanan home industri bukan dikonsumsi langsung.
Share this article :

0 comments:

Anda Pengunjung Ke

Arsip Berita

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. NTMC KORLANTAS POLRI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger