40 penumpang lebih mengalami luka cukup serius, 9 diantaranya luka parah.
Sejumlah saksi di lokasi kejadian menyebukan, peristiwa bermula saat bus 'Slamet' dengan kecepatan tinggi meluncur dari arah timur menuju Barat (Jakarta). Bus lantas menabrak pembatas jalan dan oleg ke kanan.
"Pada saat bersamaan muncul bus 'Lorena' dari arah barat sehingga terjadi tabrakan," kata Khalimi (25) salah satu warga di lokasi kejadian,Rabu (14/9/2011).
Akibat tabrakan antara bus 'Slamet' bernomor polisi B 7926 XA dengan bus Lorena bernomor polisi B 7466 PV tersebut, puluhan penumpang, mengalami luka-luka. Sebagian besar adalah penumpang bus 'Slamet'.
Warga dan aparat dari Polres Tegal melarikan korban ke Rumah Sakit Santa Maria Pemalang. Proses evakuasi para penumpang mengalami kendala karena sebagian korban terjepit kursi bus, sehingga polisi dibantu warga sekitar lokasi kejadian harus berhati-hati mengangkat tubuh para korban.
Sementara itu kasatlantas polres Tegal AKP Ivan Hariyat mengatakan, dugaan sementara sopir bus Slamet mengalami kelelahan dan mengantuk sehingga menabrak pembatas jalan hingga oleng hingga terjadi tabrakan.
"Berdasarkan olah TKP sementara , sopir diduga mengantuk hal tersebut terlihat dari pembatas jalan yang tertabrak dan posisi bus yang melintang di badan jalan," kata Ivan