Jam berikutnya yang paling rawan bagi pejalan kaki adalah jam 18.22, malam.
Survei
tersebut menyimpulkan kecelakaan terjadi karena pejalan kaki pada saat
itu tidak memperhatikan keadaan sekeliling. Mereka justru asyik
menelepon, SMS, chatting, berinternet, main game, twitteran atau FB-an
sehingga tidak sadar ada kendaraan mendekat.
Menurut
temuan itu, satu dari setiap sepuluh penyeberang jalan sibuk dengan
ponselnya padahal seharusnya mereka fokus melihat jalanan di kiri-kanan.
Satu dari setiap delapan pejalan kaki bahkan tidak memutus telepon
saat menyeberang jalan.
Di sisi lain, satu
dari setiap lima pengemudi juga asyik dengan ponselnya saat berkendara,
padahal mereka seharusnya hanya fokus ke jalan di depan.
Riset
tersebut dilakukan dengan menghubungi 1.000 responden dan
menggabungkannya dengan temuan dari tim riset yang disebar di berbagai
penjuru Inggris seperti London, Birmingham, Glasgow, Cardiff dan
Manchester.
Presiden perusahaan Asuransi AA,
Edmund King, mengemukakan makin banyak klaim asuransi dari para
pengemudi yang menyebut kecelakaan terjadi karena pejalan kaki asyik
dengan ponsel dan tidak sadar ada kendaraan melaju di dekatnya.
Dia
menambahkan "Kita tidak bisa menghentikan kemajuan teknologi, tapi saat
kita dalam perjalanan dan mengggunakan peralatan genggam, otak kita
tidak bisa konsentrasi sekaligus pada berbagai hal, artinya saat
menyeberang, kita tidak mendengar suara kendaraan yang datang."