Sidoarjo - Ratusan warga korban
lumpur yang tergabung dalam Paguyuban Warga Renokenongo menolak kontrak
(Pagar Rekontrak) menggelar aksi unjukrasa di jalan raya Porong.
Mereka melakukan aksi memblokir jalan raya Porong arah Surabaya-Malang di depan pintu masuk palang pintu rel kereta api Siring. Dalam aksinya ini warga melakukan doa bersama sambil memarkir kendaraan truk yang berjumlah sekitar 7 mobil di tengah-tengah jalur arah Malang dan Surabaya.
Para warga korban lumpur ini meminta kejelasannya agar segera dilunasi ganti rugi mereka yang sudah 6 tahun belum ada kejelasan.
Mereka melakukan aksi memblokir jalan raya Porong arah Surabaya-Malang di depan pintu masuk palang pintu rel kereta api Siring. Dalam aksinya ini warga melakukan doa bersama sambil memarkir kendaraan truk yang berjumlah sekitar 7 mobil di tengah-tengah jalur arah Malang dan Surabaya.
Para warga korban lumpur ini meminta kejelasannya agar segera dilunasi ganti rugi mereka yang sudah 6 tahun belum ada kejelasan.
Warga korban lumpur merasa diabaikan alasannya korban lumpur susulan yang ganti rugi dihandel pemertintah sudah lunas.
Selain memblokir jalan Raya Porong warga korban lumpur Lapindo juga
memblokir rel Kereta Api Porong. Akibatnya sejumlah jadwal kereta api
(KA) menuju ke Malang dibatalkan karena tidak bisa lewat.
Warga korban lumpur merasa diabaikan alasannya korban lumpur susulan yang ganti rugi dihandel pemertintah sudah lunas.
Sementara korban lumpur dari lapindo masih jauh dilunasi. "Kalau sama-sama korban kenapa korban lumpur yang terdahulu tidak diperhatikan namun korban lumpur susulan diperhatikan secara penuh," tukas Bambang.
Warga korban lumpur merasa diabaikan alasannya korban lumpur susulan yang ganti rugi dihandel pemertintah sudah lunas.
Sementara korban lumpur dari lapindo masih jauh dilunasi. "Kalau sama-sama korban kenapa korban lumpur yang terdahulu tidak diperhatikan namun korban lumpur susulan diperhatikan secara penuh," tukas Bambang.