Saat memberikan keterangan pers di Bandarlampung, Kamis, Djoko mengatakan pembangunan ruas jalan tersebut dilakukan oleh dua kontraktor yang memenangi tender ulang pekerjaan pembangunan jalan lintas Sumatera.
Perusahaan pemenang tender tersebut baru bisa melakukan pekerjaan mereka setelah mendapat persetujuan dari Bank Dunia sebagai pendukung pendanaan pembangunan infrastruktur.
"Jadi 15 bulan itu tentunya berdasarkan keputusan dari Bank Dunia, kalau pekan depan sudah disetujui ya bisa segera dilaksanakan," kata dia.
Djoko menjelaskan pekerjaan pembangunan jalan lintas Sumatera yang seharusnya sudah selesai dua tahun lalu hingga kini belum selesai karena birokrasi yang terlalu panjang menghambat pelaksanaan proyek.
"Kami sangat intens untuk melakukan pembangunan infrastruktur khususnya jalan sehingga perlu adanya kerja sama dari seluruh pihak agar pelaksanaan tersebut dapat berjalan lancar," ujarnya.
Perusahaan pemenang tender tersebut baru bisa melakukan pekerjaan mereka setelah mendapat persetujuan dari Bank Dunia sebagai pendukung pendanaan pembangunan infrastruktur.
"Jadi 15 bulan itu tentunya berdasarkan keputusan dari Bank Dunia, kalau pekan depan sudah disetujui ya bisa segera dilaksanakan," kata dia.
Djoko menjelaskan pekerjaan pembangunan jalan lintas Sumatera yang seharusnya sudah selesai dua tahun lalu hingga kini belum selesai karena birokrasi yang terlalu panjang menghambat pelaksanaan proyek.
"Kami sangat intens untuk melakukan pembangunan infrastruktur khususnya jalan sehingga perlu adanya kerja sama dari seluruh pihak agar pelaksanaan tersebut dapat berjalan lancar," ujarnya.