DEPOK – Prilaku sopir tembak angkutan umum yang
melibatkan anak baru gede (ABG) yang tidak memiliki SIM, kerap kali melakukan asusila,
kriminalitas serta ugal-ugalan saat berkendara, Minggu (15/4).
Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Depok juga membenarkan hal
tersebut, apalagi kebanyakan dari mereka tak membawa SIM.Tondo mengatakan, para sopir ABG itu harus ditindak, karena mereka juga kerap berlaku ugal-ugalan di jalan. Selain itu, yang sedang menjadi trend cukup mengkhawatirkan adalah mereka mematikan lampu di dalam angkot serta kerap membawa ABG perempuan di kursi depan.
"Memang tidak semuanya sopir ABG itu seperti itu. Meski begitu mereka tetap perlu pengawasan. Tindak saja oknum sopir ABG apalagi yang melakukan tindak asusila. Jangan razia siang hari saja, melainkan malam juga," tandasnya.
Organda Kota Depok mengklaim telah memberikan penyuluhan kepada sopir angkot, baik itu berupa etika dan sopan santun di jalan serta mentaati aturan lalu lintas. Meski begitu ada juga oknum sopir angkot yang mencederai nama baik sopir angkot.
"Banyak juga sopir angkot yang baik dan terpilih menjadi sopir teladan, namun ini yang tidak terekpos. Yang terekspos negatifnya saja. Saya juga menyalahkan ABG perempuan kenapa keluyuran malam hari ini apa artinya," imbuhnya.
Kepala Bagian Operasional Polresta Depok, Kompol Suratno menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan razia terhadap angkutan umum. Selain untuk mendapatkan sopir angkot ABG yang tak ber SIM juga untuk mengantisipasi kejahatan di dalam angkot.
Sementara itu, sejumlah masyarakat gerah melihat ulah sopir ABG yang kerap membawa ABG perempuan di dalam angkot. Umumnya prilaku sopir angkot tersebut ditemui pada angkot D 07 jurusan Depok-Citayam, D05 jurusan Depok-Bojonggede, D03 jurusan Depok-Sawangan.