Warga Mamuju Keluhkan Lumpur di Jalan Raya

11:01
Mamuju-Warga di Kota Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, mengeluhkan lumpur di jalan raya akibat timbunan yang jatuh dari truk pengangkut material timbunan proyek reklamasi anjungan pantai manakarra Mamuju.

"Timbunan yang jatuh dari truk pengangkut material timbunan proyek reklamasi anjungan Pantai Manakarra di jalan raya, berubah menjadi lumpur karena sedang musim hujan," kata Akil salah seorang warga di Mamuju, Senin.

Ia mengatakan, timbunan yang jatuh di jalan itu berubah menjadi lumpur karena bercampur hujan yang turun di Kota Mamuju, akibatnya jalan raya menjadi becek dan sulit dilalui kendaraan seperti tampak di Jalan Andi Dai Mamuju.

"Untuk melalui jalan itu pengendara motor harus hati-hati karena sepanjang jalan itu berlumpur, jalan berlumpur seperti jalan rusak di desa-desa, yang rusaknya parah, padahal di jalan itu adalah jalan beton," katanya.

Menurut dia, pemerintah di Mamuju tidak boleh membiarkan truk timbunan yang sementara menimbun Pantai Manakarra Mamuju untuk proyek reklamasi pantai seenaknya, mengotori jalan dengan lumpur karena itu menyulitkan masyarakat umum.

"Masyarakat umum banyak yang tidak melalui jalan itu karena takut terjatuh bagi pengendara dua, dan bagi kendaraan roda takut karena kendaraannya kotor di samping tidak bisa melaju kendaraannya," katanya.

Oleh karena itu ia meminta pemerintah di Mamuju segera menertibkan aktivitas PT KMP dan PT Passokorang yang menjadi perusahaan yang mengerjakan proyek reklamasi pantai karena truk pengankut timbunan perusahaan itu tidak menggunakan penutup mengerjakan proyek reklamasi pantai Mamuju.

"Truk pengangkut timbunan yang mengerjakan reklamasi Pantai Mamuju, harus menutup timbunan yang diangkutnya agar tidak mengganggu warga sekitar, dan jalan tidak kotor dimusim hujan, pemerintah harus tegas kepada kedua perusahaan itu," katanya.

Senada dikatakan Udin, warga lainnya di Mamuju, menurutnya selain mengakibatkan lumpur, truk timbunan yang mengangkut material timbunan dinilai mengganggu aktivitas warga masyarakat, pengguna jalan dan sekitarnya selalu karena mereka menghirup debu yang berasal dari truk pengangkut yang tidak menggunakan penutup.

"Banyak warga sesak nafas setelah menghirup debu jalanan yang bertebaran berasal dari truk timbunan yang lalu lalang di jalan raya tanpa ada terpal penutup, anak-anak juga banyak terserang penyakit insfeksi saluran pernapasan atas (Ispa) sejak reklamasi pantai mulai dilakukan. Masalah ini sudah menjadi keluhan warga namun tidak pernah digubris perusahaan maupun pemerintah" katanya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »