Izin Operasional Baru Turun Jika Parkir Badan Jalan Dihilangkan

14:06

 
BANDUNG -Pengoperasian Trans Metro Bandung (TMB) Koridor II Jurusan Cicaheum-Cibeureum, menyimpan pekerjaan rumah yang berat bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Alasannya, Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) baru akan menurunkan izin operasional jika parkir badan jalan di ruas jalan yang dilewati TMB Koridor II sudah dihilangkan.
Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Ubad Bachtiar mengatakan, ruas jalan yang akan dilewati TMB Koridor II mayoritas berstatus jalan nasional. "Dalam Undang-undang yang ada, disyaratkan tidak boleh ada parkir badan jalan di jalan yang berstatus milik nasional. Jadi sebelum dioperasikan, jalan-jalan yang akan dilalui harus bebas parkir terlebih dahulu," kata Ubad, ketika ditemui di Jln. Sulanjana Bandung, Selasa (8/5/12).
Wacana untuk menghilangkan parkir badan jalan di koridor tengah yang akan dilewati TMB Cicaheum-Cibeureum, sudah ditargetkan sejak Januari 2011. Hingga saat ini, penghilangan parkir badan jalan tersebut belum terealisasi. Retribusi parkir badan jalan yang masuk menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari ruas jalan yang akan dilalui TMB Koridor II yaitu Jln. Ahmad Yani, Jln. Sudirman, Jln. Rajawali, Jln. Kebonjati, dan Jln. Otista sebesar Rp 931 juta per tahun.
"Dengan kondisi eksisting memang agak berat, tapi kami harus tetap optimis untuk terus mewujudkan moda transportasi massal dan nyaman bagi masyarakat," kata Ubad.
Penghilangan parkir badan jalan, dikatakan Ubad, akan dilakukan secara bertahap. Saat ini, pihaknya masih menggodok konsep mengenai pemindahan parkir badan jalan di ruas tersebut ke dalam gedung yang kosong. "Kita tahu bahwa parkir badan jalan di ruas jalan yang akan dilalui TMB Koridor II sangat padat, maka harus dipikirkan mengenai pemindahan parkir itu ke dalam gedung," ucapnya.
Seharusnya, sepuluh unit bus dengan kapasitas 54 tempat duduk dari Kementerian Perhubungan yang akan diperuntukkan bagi TMB Koridor II diterima oleh Dishub Kota Bandung pada Rabu (9/5/12). Akan tetapi, jadwal penyerahan bus itu molor. "Jadwalnya belum fix, nanti akan ada penjadwalan lagi," kata Ubad.
Ubad menampik anggapan yang beredar bahwa kemunduran jadwal penyerahan sepuluh unit bus tersebut disebabkan karena masih banyaknya permasalahan yang melilit pada operasionalisasi TMB Koridor I. Seperti diketahui, kisruh mengenai mekanisme lelang dan pembangunan shelter TMB Koridor I belum juga selesai.
"Tidak begitu, apa yang terjadi pada Koridor I tidak mengurungkan pemerintah pusat untuk memberikan bantuan bus, dalam waktu dekat akan diberikan, itu sudah dijanjikan. Di sisi lain kami juga meminta maaf kepada masyarakat karena TMB Koridor I belum bisa beroperasi secara optimal," ucapnya. Ubad menargetkan, TMB Koridor II akan siap beroperasi tahun ini.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »