Stasiun Bogor Bakal Tambah 8 Jalur KRL

18:38
BOGOR - Sejak tiga hari areal di Stasiun Bogor yang dipenuhi pedagang Kaki-5 dibongkar petugas PT KAI. Pembongkaran terkait dengan rencana PT KAI menambah delapan jalur KRL di stasiun tersebut. Sejumlah pedagang hanya pasrah dan berharap PT KAI dapat mencarikan lokasi berdagang yang baru.

“Sejauh ini berjalan lancar, sebab lahan itu milik PT KAI. Sebagian pedagang membongkar sendiri dan sebagian lainya kita yang bongkar bekerjasama dengan Polri dan TNI,” ungkap Kepala Stasiun Bogor Eman Sulaeman, Kamis.

Dia menargetkan dalam sepekan ini lapak di areal PT KAI semuanya sudah dibongkar. Sebab pertengahan tahu ini pembangunan delapan jalur itu segera dilakukan.

“Pelebaran jalur baru ini bertujuan meningkatkan pelayanan bagi pengguna jasa kereta api,” tambahnya. Dia tak menampik jika ada pro-kontra mengenai rencana penambahan delapan jalur KRL itu. “Banyak pedagang yang mengeluh dan sudah kita sosialisasikan sejak Februari lalu, tapi kebutuhan delapan jalur ini sudah mendesak,” katanya.

Sejumlah pedagang mengaku hanya bisa pasrah. “Sudah hampir tiga tahun berjualan di Jl. Mayor Oking.Jika dibongkar, kami bingung harus pindah ke mana. Kita berharap PT KAI dapat mencarikan lokasi baru.”Ujar Sanwani, pedagang. Pedagang lainnya juga berharap ada solusi, sehingga jangan sampai pedagang terlantar.

“Meski tempat berdagang kami ini milik lahan PT KAI, kita juga berharap dicarikan solusinya. Jangan dibiarkan terlantar. Kami butuh biaya hidup, sama dengan PT KAI butuh peningkatan pelayanan, sehingga dapat memaksimalkan pendapatan” kata Uut, pedagang lainnya.

Sedangkan sejumlah pengguna KRL menyambut baik rencana PT KAI menambah delapan jalur sehingga kelak di Stasiun Bogor terdapat 16 jalur. “Adanya penambahan jalur, artinya tidak ada lagi KRL terlambat,” ujar Solihin, komuter asal Ciomas.

Baginya dan komuter lainnya kenyaman dan keamanan di KRL lebih utama dibandingkan adanya penambahan sarana dan prasarana, tapi tidak meningkatkan pelayanan. “Jangan ada cerita lagi, KRL tidak ada yang stand by di Stasiun Bogor sehingga mengakibatkan keterlambatan.,” tambahnya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »