Bogor-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, mengimbau sejumlah pengelola tempat wisata untuk meningkatkan pengamanan dan pengawasan pada musim liburan mendatang.
"Khususnya pengelola wisata alam, seperti curug, kolam renang atau outbond lainnya. Mereka hendaknya meningkatkan pengawasan selama musim liburan," kata Sekretaris BPBD Kabupaten Bogor, Makmur Rozak, di Bogor, Kamis.
Makmur menyebutkan, BPBD akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk mengeluarkan surat edaran bagi para pengelola wisata yang ada di Kabupaten Bogor.
Lebih lanjut Makmur menyebutkan, wilayah Kabupaten Bogor memiliki banyak kawasan wisata yang selalu didatangi para pengunjung baik dari Bogor maupun luar Bogor. Pada musim liburan wilayah Bogor menjadi alternatif liburan warga Jabodetabek. Situasi ini kadang diselingi dengan kecelakaan saat berwisata.
"Maka dari itu, kita mengimbau pihak pengelola wisata untuk menambah jumlah petugasnya selama libur sekolah. Pihak panitian dan orang tua juga ikut mengawasi agar kecelakaan selama liburan tidak terjadi," katanya.
Sementara itu, Kepala Tim Reaksi Cepat Kabupaten Bogor yang juga kepala seksi logistik BPBD, Budi Aksomo menyebutkan, hampir setiap tahunnya terjadi kecelakaan di lokasi wisata.
Seperti pada tahun 2011 lalu di Curug Nangka Pamijahan sekitar empat orang pengunjung asal Jakarta terseret pusaran air terjun dan meninggal.
"Jadi pengelola kita minta tidak hanya berorientasi pada jumlah pengunjung. Tapi juga harus meningkatkan kewaspadaan dan menjamin keselamatan pengunjung," katanya.
Sementara itu, pada tahun sebelumnya juga, seorang pelajar sekolah internasional warga negara Kores juga hilang terseret arus Sungai Cisadane pada saat mengikuti wisata alam di kawasan Kabupaten Bogor.
Budi mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima adanya laporan peristiwa kecelakaan di lokasi wisata.
Budi menambahkan, menghadapi musim libur sekolah, sesuai dengan kalender pendidikan BPBD Kabupaten Bogor juga meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan penanggulangan pada saat peristiwa terjadi.
"BPBD selalu siap setiap saat, tidak hanya saat musim liburan saja. Tapi setiap hari 24 jam kita menyiagakan 15 personel di posko BPBD dan ini sudah sesuai protab kita sebagai institusi dibidang penanggulangan bencana," katanya.
Pantauan ANTARA peristiwa kecelakaan terjadi Rabu (20/6), sebuah bus pariwisata yang terparkir di Taman Wisata Matahari, tiba-tiba berjalan sendiri dan menabrak sejumlah mobil dan menewaskan satu orang. Bus tersebut terparkir di area parkir agak menurun, tanpa rem tangan.