PASTI kita kerap mendengar kasus kecelakaan lalu lintas jalan akibat
kondisi jalan. Entah karena jalan berlubang atau bergelombang. Pastinya,
kecelakaan menyakitkan bagi sang korban.
Data Korps Lalu Lintas Mabes Polri menyebutkan, pada 2011, faktor jalan menjadi kontributor kedua terbesar. Faktor manusia masih teratas. Tahun lalu, ada 127 ribuan kasus kecelakaan. Sebanyak 86 korban tewas setiap hari pada tahun itu. Miris.
Nah, faktor jalan menyumbang 28,17%. Tuh gede kan?
Ternyata, faktor jalan memiliki delapan aspek loh. Itu menurut data Korps Lantas Mabes Polri. Pertama, aspek tikungan tajam. Inilah aspek paling dominan dalam menyumbang kecelakaan dari faktor jalan. Aspek tikungan tajam berkontribusi 25,32% terhadap faktor jalan.
Kita tahu, tikungan tajam membahayakan jika tidak hati-hati. Terlebih, jika memaksakan diri mendahului di tikungan tanpa memperhatikan garis lurus menyambung dan kendaraan dari arah berlawanan.
Kedua, tidak ada marka atau markanya rusak. Aspek ini berkontribusi 15,74%. Marka yang rusak menjadi tanggung jawab dinas perhubungan. Jika kedapatan hal itu memicu kecelakaan mestiya instansi tersebut turut bertanggung jawab.
Ketiga, jalan licin, yakni menyumbang 15,42%. Licinnya jalan bisa disebabkan oleh air hujan atau faktor lain seperti oli yang tercecer. Lalu, keempat adalah jalan berlubang (15,10%). Saya rasa, jalan berlubang paling sering kita jumpai di jalan-jalan di negeri kita tercinta.
Kelima, jalan rusak. Ini juga sering kita jumpai. Kontribusi jalan rusak mencapai 11,18%.
Sumber : blog edo