SEMARANG- Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo)
Jateng akan menggelar Pekan Aksi Keselamatan Jalan 2012. Mulai 24 Juni,
selama sepekan sejumlah jalan protokol di seluruh Jateng akan dijaga
petugas selama 24 jam.
Kepala Dishubkominfo Jateng Urip Sihabudin mengatakan, penjagaan itu untuk memastikan pengguna jalan mematuhi peraturan lalu lintas. Sasaran tak hanya pemilik kendaraan pribadi, melainkan juga angkutan umum, penyeberang jalan, dan pedagang kaki lima yang menyesaki jalur pedestrian.
Kepala Dishubkominfo Jateng Urip Sihabudin mengatakan, penjagaan itu untuk memastikan pengguna jalan mematuhi peraturan lalu lintas. Sasaran tak hanya pemilik kendaraan pribadi, melainkan juga angkutan umum, penyeberang jalan, dan pedagang kaki lima yang menyesaki jalur pedestrian.
“Jadi, jalan itu benar-benar tertib, kecepatan diatur, parkir rapi, angkutan umum tidak ngetem sembarangan, dan tidak ada trotoar yang digunakan untuk berjualan PKL,” katanya, kemarin.
Kegiatan itu akan didahului acara peluncuran pada 24 Juni. Sejumlah anak-anak dan pemuda akan mengucapkan janji kepatuhan pada peraturan lalu lintas dan imbauan pada masyarakat untuk bersikap santun di jalan. Cara tersebut dipandang efektif untuk mengetuk kesadaran masyarakat akan arti penting berkendara secara baik dan benar.
Di Kota Semarang, jalan yang akan dijaga yakni sepanjang Jalan Pemuda dari Tugumuda hingga perempatan Pasar Johar serta Jalan Pandanaran dari Simpanglima hingga Tugumuda.
“Ada fokus-fokus tertentu yang dinilai padat dan ruwet, misalnya di perempatan Eka Karya Jalan Pandanaran. Kami ingin dijaga 24 jam,” tegasnya.
Tanpa Penindakan
Bagaimana dengan PKL di sekitar pusat oleh-oleh Jalan Pandanaran? Urip mengatakan, ada dua skenario yang dipertimbangkan. Pertama memindahkan para pedagang ke tempat lain sementara waktu, atau menata agar pedagang lebih tertib dan tidak mengganggu pedestrian.
Hal yang sama juga dilakukan di 34 kabupaten/kota lain. Dishubkominfo setempat akan menjaga jalan-jalan protokol yang bakal menjadi contoh bagi masyarakat tentang pelaksanaan tata tertib berlalu lintas.
“Tapi tidak ada penindakan. Warga yang melanggar akan diingatkan dan ditunjukkan cara yang benar. Kami akan bekerja sama dengan kepolisian dan Satpol PP,” jelasnya
Sumber : Suara Merdeka