Menanti realisasi tahun infrastruktur

15:25


 Menanti realisasi tahun infrastruktur
Saat membuka perdagangan pasar modal awal tahun ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta pembangunan infrastruktur digenjot secara besar-besaran. Tahun ini, dinobatkan sebagai tahun infrastruktur. 

Dalam Rencana Kerja Pemerintah 2012, pemerintah telah menetapkan beberapa proyek infrastruktur yang akan dikerjakan. Semisal percepatan pembangunan waduk Jatigede, Jatibarang, Pandan Suri. Pembangunan bendungan gerak di Bojonegoro, pembangunan prasarana pengendalian banjir di DKI Jakarta, Sungai Citarum di Jawa Barat, pengamanan pantai di sulawesi utara, NTB. 

Untuk infrastruktur jalan, pemerintah akan meningkatkan kualitas jalan nasional sepanjang 36.823 kilometer di Indonesia, peningkatan kapasitas jalan di lintas timur Sumatera, lintas utara Jawa, lintas selatan Kalimantan, lintas barat NTB, maluku, dan lintas batas Papua. Rencana pembangunan jalan strategis sepanjang 175 kilometer terutama di wilayah perbatasan dan lintas selatan Jawa, pembangunan jalan tol sepanjang 168 kilometer di Sumatera dan Trans Jawa. Pembangunan serta peningkatan 86.720 hektar dan rehabilitas 391.340 hektar layanan irigasi. 

Pembangunan rehabilitasi prasarana air baku. Untuk menunjang sektor transportasi, pemerintah akan membangun Pelabuhan Belawan Medan, peningkatan kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok dan pembangunan empat pelabuhan strategis lainnya di makasar dan tanjung perak, pembangunan 59 prasarana dermaga di NAD, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku, dan Maluku Utara. 

Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto mengatakan, pada tahun ini pemerintah memprioritaskan perbaikan jalan di enam provinsi di kawasan timur Indonesia. Alasannya, wilayah tersebut memerlukan peningkatan ketersediaan jalan secara serius. "Utamanya menuju pelabuhan agar arus transportasi dan distribusi antar pulau lebih efisien,' ujar Djoko. 

Alokasi perbaikan jalan di enam provinsi tersebut diperkirakan lebih dari Rp 5 triliun. Untuk wilayah Papua dan Papua Barat mencapai Rp 4,5 triliun. Sementara untuk Maluku dan Maluku Utara sebesar Rp 1,4 triliun. Untuk perbaikan jalan di enam provinsi tersebut hingga 2014, Kementerian PU berjanji menekan jumlah jalan rusak menjadi hingga 8 persen atau sepanjang 996,37 kilometer. 

Tahun ini, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 9,6 triliun untuk memperbaiki jalan nasional yang rusak. Sumber dana perbaikan jalan rusak ini berasal dari alokasi sisa anggaran lebih (SAL) tahun 2011. 


Sumber : Merdeka.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »