BANDUNG – Warga mengeluhkan digunakannya sebagian ruas Jalan Braga untuk parkir kendaraan roda dua dan empat karena menimbulkan kemacetan setiap harinya.Belum lagi kemacetan diperparah karena perbaikan penggantian batu andesit sebelum Hotel Gino Feruci.
Salah satu warga yang mengeluhkan adalah Supriyadi, 34,yang selalu terhambat ketika melintasi Jalan Braga.“Andai saja tidak ada parkir di sepanjang Jalan Braga,mungkin kendaraan yang melewat ke sini akan lancar karena bisa dilalui hingga dua lajur,” ucapnya. Saat ini, lanjut Supriyadi, kendaraan yang melintas hanya satu lajur lantaran lajur lain digunakan untuk parkir kendaraan.
“Belum lagi pengerjaan penggantian batu andesit, seharusnya Pemkot Bandung peka dalam hal ini,” ungkapnya. Hal senada pun dikatakan warga lainnya, Lukman, 32, yang meminta instansi terkait untuk segera menindak oknum parkir sembarangan di Braga. “Bila perlu pasang rambu di sepanjang
Jalan Braga mengenailaranganparkir, bilahalitutidak dilakukan maka kemacetan sulit untuk diatasi,”ujarnya.
Lukman pun heran dengan kondisi tersebut karena di kawasan Jalan Braga pun banyak juru parkir yang sengaja mengarahkan kendaraan untuk parkir di badan jalan.“Bila Dishub tegas tidak memberlakukan parkir di sana,mungkin Jalan Braga bisa lancar dilalui kendaraan. Tidak seperti sekarang macetnya hingga ke Jalan Banceuy,”keluhnya.
Keluhan tersebut tidak hanya datang dari warga biasa,Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Iming Akhmad mengeluhkan digunakannya badan jalan untuk parkir.“Bila lama- lama terus digunakan parkir akan merusak struktur dan batu andesit tidak tahan lama,maka akan rusak-rusak lagi,” ucap Iming ditemui wartawan saat memantau langsung pembersihan bekas material perbaikan batu andesit,kemarin.
Untuk itu, Iming pun meminta instansi terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan dan juga Satpol PP untuk dapat menindaklanjuti.“ Harus disikapi bersama, baik dari Dishub maupun Satpol PP sebagai penegak perda,” ujarnya. Iming meyakini bila tidak ada parkir di badan jalan,maka lalu lintas kendaraan di sepanjang Jalan Braga akan lancar. “Pasti lancar karena tidak terhambat oleh yang parkir,sekarang kan lajurnya menjadi berkurang karena dipakai parkir,” keluhnya.
Tidak berapa lama setelah Kepala Dinas Bina Marga mengeluhkan masalah parkir,dua petugas dari Satpol PP tiba di Braga dan langsung bertindak.Kedua petugas itu hanya menurunkan sejumlah sepeda motor yang diparkir di atas trotoar.Tidak lama, mereka langsung bergegas kembali dan mengingatkan juru parkir setempat agar tidak mengarahkan parkir di atas trotoar.
Pada kesempatan yang sama, Iming pun menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan dari pengembang Hotel Gino Feruci yang tengah memperbaiki dan mengganti batu andesit Jalan Braga.“Dari sana dilaporkan hingga saat ini sudah 70% proses pengerjaannya. Mudah-mudahan awal Juli sesuai target sudah bisa rampung. Mereka menyediakan 10.000 batu dengan dimensi 20x20 sentimeter dan tebal 12 sentimeter,”ucapnya.
Dinas Bina Marga juga kemarin mengerahkan belasan petugasnya untuk membersihkan bongkahan-bongkahan sisa batu andesit yang banyak tersebar di Jalan Braga. “Sesuai instruksi Pak Wali, tidak mau semrawut walaupun dikerjakan. Jadi, kami angkut bongkahan-bongkahan batu andesit yang berserakan agar terlihat rapi dan bersih,” ungkap Iming. Selain itu, pemeliharaan tali-tali air di sepanjang Jalan Braga pun dilakukan agar saat hujan air yang mengalir tidak tersumbat dan lancar.
“Makanya, kami bersihkan dengan mengangkat sampah-sampahnya,” ucap Iming. Pemeliharaan seperti itu rutin dilakukan setiap beberapa waktu. “Kami rutin paling tidak sebulan sekali, kami pelihara Jalan Braga ini agar terlihat asri dan tidak semrawut,”ujarnya.
Sumber : Sindo