Pembatas Jalan Kota Balige Rusak

13:18













Medan – Tobasa. Sejak Monang Sitorus dan Mindo Tua Siagian memimpin Tobasa, Balige banyak mengalami perubahan. Kota semakin tertata, indah dan bersih.
Perubahan tersebut terlihat dua tahun sebelum periodenya berakhir, yaitu diperlebarnya Jalan Tarutung mulai depan Gereja Katolik sampai Simpang Jalan Sutomo.
Kemudian, diperlebarnya Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) daerah Sibulele, diperlebarnya Jalan Sisingamangaraja di pusat kota Balige. Pembatas jalan pun ditanaminya pohon-pohonan dan pot bunga.

Program penataan ini, ketika itu mendapat dukungan penuh dari masyarakat Balige dan sekitarnya. Sayangnya keindahan itu tidak bertahan lama. Beberapa di antaranya mengalami kerusakan. Salah satu contoh, tembok pembatas yang membelah jalan menjadi dua jalur di pusat kota, sudah rusak. Begitu juga pot bunga yang berada di atas pembatas jalan, sebagian besar sudah rusak.

Sejumlah warga masyarakat sekitar, kepada wartawan Senin kemarin mengatakan, kerusakan pembatas jalan tersebut terjadi karena ditabrak mobil. "Pembatas jalan ini rusak karena ditabrak mobil, kami tidak tahu karena kejadiannya malam hari," ujar Opung Lestari, seorang diantaranya.

Dia berharap pemerintah dapat secepatnya memperbaiki, karena akibat kerusakan itu, kota tampak tidak terurus.

Sebelumnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Agust Nadeak diruang kerjanya mengatakan, untuk memperbaiki pembatas jalan yang rusak bukan domain mereka. "Itu bukan domain kami, tanyalah Camat Balige," ujarnya singkat.

Camat Balige Sahala Siahaan ketika dikonfirmasi mengakui, benar bahwa Balige adalah wilayahnya, namun soal memperbaiki pembatas jalan rusak itu, bukan tugas mereka. "Silakan tanya Dinas PU," jawab Sahala.

Kepala Dinas PU Kabupaten Tobasa melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Hasiholan Siagian juga mengatakan hal senada. "Itu bukan tugas kita, itu adalah tanggung jawab propinsi, karena jalan itu Jalan Negara," ujarnya.( ck 11)

Sumber : medan bisnis

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »