Modus yang dimaksud adalah, pelaku mengintai para nasabah kemudian mengikuti dengan sepeda motor. Dalam jarak kurang dari 1 kilometer, pelaku membegal korban dan beraksi. Sedangkan kenekatan para perampok terbukti melalui aksinya di siang bolong dan terjadi di tempat umum.
"Perbedaan terletak pada motif kejahatan, yaitu penggunaan senjatanya. Karena ada yang menggunakan senjata tajam," ia mengatakan.
Penyelidikan berfokus kepada mencari kesamaan antara kejadian serupa yang pernah terjadi sebelumnya. "Kami membuka file pelaku dan barang bukti untuk melihat kemungkinan pelaku berasal dari kelompok yang sama atau tidak," kata Rikwanto.
Hasil pemeriksaan di tempat kejadian adalah memeriksa para saksi. "Kami minta waktu untuk menghimpun keteangan dan agar masyarakat bersabar," ia mengatakan.
Kemarin, sekitar jam 12.30 kawanan perampok bersenjata api beraksi di depan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Gambir Empat, Jalan Batu Tulis 53-55. Sasarannya adalah nasabah yang baru menarik uang di Bank BCA Cabang Pembantu, Juanda 3.
Korban bernama Bambang Irianto, diketahui baru menarik uang senilai Rp 300 juta. Tak lama kemudian, empat pelaku dengan dua sepeda motor, memepet dan menembak paha korban.
Hingga kini polisi belum menangkap para pelaku. Sedangkan Bambang dirawat di Rumah Sakit Mitra Kemayoran, Jakarta Pusat.