Pamekasan - Petugas kepolisian dari jajaran Polres Pamekasan melakukan pembinaan khusus terhadap 71 siswa tingkat SMA dan yang sederajat di wilayah itu, yang tertangkap petugas melakukan konvoi sepeda motor saat merayakan kelulusan.
Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Moch Mahmud, Jumat menjelaskan, pola pembinaan yang diterapkan polisi dengan meminta guru dan orang tua siswa datang langsung ke Mapolres saat hendak mengambil sepeda motor mereka.
"Tujuannya agar orang tuanya mengetahui atas apa yang telah dilakukan anaknya," terang Mahmud.
Sebab, sambung dia, tidak jarang ada anak yang terkesan baik saat ada di rumahnya, akan tetapi setelah berkumpul dengan teman-temannya, berubah sikap.
"Faktanya dari sebanyak 71 anak yang sepeda motornya kami sita akibat melakukan konvoi saat kelulusan, memang ada yang seperti itu," terang Mahmud.
Sedangkan, terkait kebijakan mendatangkan guru, Mahmud menjelaskan, agar nantinya pihak sekolah dengan orang tua siswa bisa berkoordinasi untuk mendidik mereka ke arah yang lebih baik.
Kasat Lantas AKP Moh Mahmud lebih lanjut menjelaskan, sebanyak 71 orang siswa yang tertangkap petugas melakukan konvoi kelulusan itu merupakan siswa dari berbagai lembaga pendidikan yang ada di Kota Pamekasan, baik negeri maupun swasta.
Sebelumnya, jajaran Polantas Polres Pamekasan, pada Sabtu (26/5) menyita sedikitnya 71 sepeda motor siswa peserta konvoi kelulusan ujian nasional, karena melanggar peraturan lalu lintas.
Sejumlah 71 sepeda motor milik para siswa peserta konvoi kelulusan itu terpaksa disita, karena saat diperiksa tidak bisa menunjukkan surat-surat kendaraan.� "Dari 71 unit sepeda motor yang kami sita, 30 di antaranya tidak bisa menunjukkan surat tanda nomor kendaraan bermotor (STNK)," ucap Mahmud.
Sedangkan, sebanyak 41 sepeda motor lainnya, terindikasi merupakan barang bukti hasil pencurian kendaraan bermotor.
Selain karena telah melanggar ketentuan, tindakan memberi sanksi atas pelanggaran yang dilakukan jajaran Polres Pamekasan terhadap para siswa yang melakukan konvoi kendaraan bermotor, sebagai upaya untuk menekan terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat kegiatan hura-hura tersebut.
Para siswa yang melakukan konvoi ini kebanyakan tidak menggunakan helm, bahkan ada yang terlihat berboncengan lebih dari satu orang. Sementara siswi peserta konvoi kebanyakan melepas jilbabnya, sambil sesekali berdiri diatas sepeda motor yang ia kendarai, sambil berjoget.
sumber : antaranews.com