Gubernur Kaltim, Dr H Awang Faroek Ishak memastikan sejumlah proyek strategis di Kaltim masuk dalam program prioritas Pemerintah Pusat 2013. Sejumlah proyek tersebut antara lain, pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy, di Kutai Timur dan Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dengan Kota Balikpapan.
Kepastian tersebut diperoleh setelah Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) /Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Armida Salsiah Alisjahbana, menyebutkan kedua proyek tersebut menjadi program prioritas dalam pemaparan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2012.
"Kita gembira, Maloy sudah disetujui 2013, kawasan industrinya juga mendapatkan proyek pembangunan tangki timbun dan jalan akses sepanjang 17 kilometer dari Jalan Trans Kalimantan di Sangkulirang tembus ke KIPI Maloy. Selain itu, Ibu Menteri juga menyebutkan Jembatan Pulau Balang. Sekarang tinggal bagaimana kita mengawalnya saja," ujar Awang Faroek.
Pembangunan KIPI Maloy dan Jembatan Pulau Balang serta sejumlah proyek strategis lainnya di Kaltim, menurut Awang, memang selaras dengan tema Musrenbangnas 2012 dalam rangka penyusunan RKP 2013, yaitu "Memperkuat Perekonomian Domestik bagi Peningkatan dan Perluasan Kesejahteraan Rakyat".
"Tujuan kita membangun infrastruktur di Kaltim adalah untuk meningkatkan dan memperluas kesejahteraan masyarakat. Karena dengan infrastruktur yang menunjang, baik secara langsung maupun tidak akan berimbas terhadap meningkatnya pertumbuhan ekonomi serta terbukanya daerah-daerah isolasi yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat," jelasnya.
Selain masuk dalam program prioritas, sejumlah proyek di Kaltim juga masuk dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), yaitu pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Pelabuhan Peti Kemas Kariangau di Balikpapan, peningkatan Bandara Sepinggan Balikpapan, pembangunan rel kereta api di Kutai Timur dan Kutai Barat serta pembangunan tiga Bandara di kawasan perbatasan.
"Antara pusat dan daerah harus saling bersinergi untuk penanganan proyek-proyek strategis tersebut. Musrenbangnas merupakan salah satu wadah untuk mensinkronisasi program daerah dengan pusat. Jadi ketika proyek strategis di daerah mendapat dukungan dari pusat, maka proyek itu harus direalisasikan dan disukseskan," tambahnya
Kepastian tersebut diperoleh setelah Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) /Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Armida Salsiah Alisjahbana, menyebutkan kedua proyek tersebut menjadi program prioritas dalam pemaparan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2012.
"Kita gembira, Maloy sudah disetujui 2013, kawasan industrinya juga mendapatkan proyek pembangunan tangki timbun dan jalan akses sepanjang 17 kilometer dari Jalan Trans Kalimantan di Sangkulirang tembus ke KIPI Maloy. Selain itu, Ibu Menteri juga menyebutkan Jembatan Pulau Balang. Sekarang tinggal bagaimana kita mengawalnya saja," ujar Awang Faroek.
Pembangunan KIPI Maloy dan Jembatan Pulau Balang serta sejumlah proyek strategis lainnya di Kaltim, menurut Awang, memang selaras dengan tema Musrenbangnas 2012 dalam rangka penyusunan RKP 2013, yaitu "Memperkuat Perekonomian Domestik bagi Peningkatan dan Perluasan Kesejahteraan Rakyat".
"Tujuan kita membangun infrastruktur di Kaltim adalah untuk meningkatkan dan memperluas kesejahteraan masyarakat. Karena dengan infrastruktur yang menunjang, baik secara langsung maupun tidak akan berimbas terhadap meningkatnya pertumbuhan ekonomi serta terbukanya daerah-daerah isolasi yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat," jelasnya.
Selain masuk dalam program prioritas, sejumlah proyek di Kaltim juga masuk dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), yaitu pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Pelabuhan Peti Kemas Kariangau di Balikpapan, peningkatan Bandara Sepinggan Balikpapan, pembangunan rel kereta api di Kutai Timur dan Kutai Barat serta pembangunan tiga Bandara di kawasan perbatasan.
"Antara pusat dan daerah harus saling bersinergi untuk penanganan proyek-proyek strategis tersebut. Musrenbangnas merupakan salah satu wadah untuk mensinkronisasi program daerah dengan pusat. Jadi ketika proyek strategis di daerah mendapat dukungan dari pusat, maka proyek itu harus direalisasikan dan disukseskan," tambahnya
Sumber : KALTIM TODAY