BANDUNG - Anggaran perbaikan jalan rusak di Kota Bandung pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2013 naik lebih dari 200% atau sekitar Rp 473 miliar.
Dengan kenaikan yang cukup signifikan, jalan rusak pada 2012 yang tidak seluruhnya bisa diperbaiki akan selesai diperbaiki pada tahun depan. “Tahun 2013 karena anggaran naik lebih dari 200 % maka semua jalan rusak bisa mulus,” ujar Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Iming Akhmad saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, kemarin.
Menurut dia, badan jalan di Kota Bandung yang tengah diperbaiki sejak awal Juni 2012 ini mencapai panjang 62 km, sehingga Pemerintah Kota Bandung menargetkan pada Hari Raya Idul Fitri jalan tersebut telah mulus. “Perbaikan jalan di Kota Bandung untuk 2012 sepanjang 62 km tersebar hampir di seluruh kecamatan, ”katanya. Dana sebanyak Rp 86 miliar, kata Iming, dianggarkan untuk perbaikan jalan. Sementara untuk drainase jalan, anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp30 miliar. Dia mengatakan, sejumlah jalan sudah harus diganti dengan beton agar bisa kuat dan tahan lama hingga 20 tahun.
“Jalan Pelajar Pejuang 45 sudah 25 tahun tak pernah diperbaiki tetap mulus sejak 1987", katanya. Dia menyebutkan,sejumlah jalan dan drainase yang diperbaiki diantaranya Jalan Jatihandap, Sukabumi,Ciwastra, Lengkong, Perintis Kemerdekaan, dan beberapa luas jalan lainnya. Sementara itu,perbaikan Jalan Braga masih ditanggung Kagum Grup yang membangun hotel di Jalan Braga. Meski banyak menuai protes, Jalan Braga akan dipertahankan dengan batu andesit karena ingin jadi ikon Kota Bandung. “Jalan Braga sering rusak karena sedang ada pembangunan hotel. Tapi jika pembangunan sudah selesai,dipastikan tak ada kendaraan berat melintas,” katanya.
Iming menjelaskan, perbaikan Jalan Braga sudah hampir selesai dan akan berakhir pada bulan ini. Meski Iming menjamin, Jalan Braga tidak akan lagi rusak karena batu sudah diganti dari yang semula ukuran 40 cm x 20 cm jadi 20 cm x 20 cm. Namun demikian, stok batu andesit jadi penghalang pembangunan.
Dengan kenaikan yang cukup signifikan, jalan rusak pada 2012 yang tidak seluruhnya bisa diperbaiki akan selesai diperbaiki pada tahun depan. “Tahun 2013 karena anggaran naik lebih dari 200 % maka semua jalan rusak bisa mulus,” ujar Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Iming Akhmad saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, kemarin.
Menurut dia, badan jalan di Kota Bandung yang tengah diperbaiki sejak awal Juni 2012 ini mencapai panjang 62 km, sehingga Pemerintah Kota Bandung menargetkan pada Hari Raya Idul Fitri jalan tersebut telah mulus. “Perbaikan jalan di Kota Bandung untuk 2012 sepanjang 62 km tersebar hampir di seluruh kecamatan, ”katanya. Dana sebanyak Rp 86 miliar, kata Iming, dianggarkan untuk perbaikan jalan. Sementara untuk drainase jalan, anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp30 miliar. Dia mengatakan, sejumlah jalan sudah harus diganti dengan beton agar bisa kuat dan tahan lama hingga 20 tahun.
“Jalan Pelajar Pejuang 45 sudah 25 tahun tak pernah diperbaiki tetap mulus sejak 1987", katanya. Dia menyebutkan,sejumlah jalan dan drainase yang diperbaiki diantaranya Jalan Jatihandap, Sukabumi,Ciwastra, Lengkong, Perintis Kemerdekaan, dan beberapa luas jalan lainnya. Sementara itu,perbaikan Jalan Braga masih ditanggung Kagum Grup yang membangun hotel di Jalan Braga. Meski banyak menuai protes, Jalan Braga akan dipertahankan dengan batu andesit karena ingin jadi ikon Kota Bandung. “Jalan Braga sering rusak karena sedang ada pembangunan hotel. Tapi jika pembangunan sudah selesai,dipastikan tak ada kendaraan berat melintas,” katanya.
Iming menjelaskan, perbaikan Jalan Braga sudah hampir selesai dan akan berakhir pada bulan ini. Meski Iming menjamin, Jalan Braga tidak akan lagi rusak karena batu sudah diganti dari yang semula ukuran 40 cm x 20 cm jadi 20 cm x 20 cm. Namun demikian, stok batu andesit jadi penghalang pembangunan.