Garut - Para
pemudik yang akan melintas di Jalur selatan Jawa Barat, diminta
waspada. Alasannya karena kondisi jalan di wilayah Garut, Jawa Barat,
banyak yang bergelombang. "Panjangnya sekitar 12 kilometer,” ujar Kepala
Satuan Lalulintas Kepolisian resort Garut, Ajun Komisaris Polisi Jujun
Junaedi, Senin, 30 Juli 2012.
Jalan yang bergelombang itu terdapat di daerah Bandrek hingga Malangbong. Jalur ini merupakan penghubung antara Nagreg dengan Gentong, Tasikmalaya. Menurut Jujun, buruknya jalan ini diakibatkan karena sering dilalui kendaraan berat seperti truk pengangkut pasir dari Tasikmalaya.
Selain bergelombang, jalur ini juga minim rambu lalu lintas dan lampu penerangan jalan. Akibatnya bila malam hari kondisi jalan gelap gulita. “Jalur ini pun rawan kecelakaan lalulintas, apalagi kondisi jalannya juga banyak tanjankan, turunan dan tikungan tajam,” ujar Jujun.
Karena itu, untuk memperlancar arus lalulintas diperlukan perbaikan dan penambahan ketebalan aspal. Selain itu juga, diperlukan pelebaran jalan dengan atau pengecoran bahu jalan sepanjang satu meter. “Itu akan sangat membantu, bisa digunakan pengendara motor. Jadi tidak ada yang melambung ke kanan melawan arus,” ujar Jujun.
Namun meski begitu, Jujun mengaku pihaknya telah siap untuk menghadapi arus mudik kali ini. Jajaran kepolisian juga telah menyiapkan 48 unit rambu lalulintas tambahan. Diantaranya treling, barrier, tolo, petunjuk arah dan spanduk himbauan.
Selain itu, polisi juga akan membangun pos pengamanan setiap 4,5 kilometer. Jumlah pos keamanan yang disiagakan diantaranya 11 pos pelayanan, 12 pos pantau dan 125 pos pengamanan. “Personil yang akan ditempatkan di pos sebanyak 715 personil,” ujar Jujun.
Jalan yang bergelombang itu terdapat di daerah Bandrek hingga Malangbong. Jalur ini merupakan penghubung antara Nagreg dengan Gentong, Tasikmalaya. Menurut Jujun, buruknya jalan ini diakibatkan karena sering dilalui kendaraan berat seperti truk pengangkut pasir dari Tasikmalaya.
Selain bergelombang, jalur ini juga minim rambu lalu lintas dan lampu penerangan jalan. Akibatnya bila malam hari kondisi jalan gelap gulita. “Jalur ini pun rawan kecelakaan lalulintas, apalagi kondisi jalannya juga banyak tanjankan, turunan dan tikungan tajam,” ujar Jujun.
Karena itu, untuk memperlancar arus lalulintas diperlukan perbaikan dan penambahan ketebalan aspal. Selain itu juga, diperlukan pelebaran jalan dengan atau pengecoran bahu jalan sepanjang satu meter. “Itu akan sangat membantu, bisa digunakan pengendara motor. Jadi tidak ada yang melambung ke kanan melawan arus,” ujar Jujun.
Namun meski begitu, Jujun mengaku pihaknya telah siap untuk menghadapi arus mudik kali ini. Jajaran kepolisian juga telah menyiapkan 48 unit rambu lalulintas tambahan. Diantaranya treling, barrier, tolo, petunjuk arah dan spanduk himbauan.
Selain itu, polisi juga akan membangun pos pengamanan setiap 4,5 kilometer. Jumlah pos keamanan yang disiagakan diantaranya 11 pos pelayanan, 12 pos pantau dan 125 pos pengamanan. “Personil yang akan ditempatkan di pos sebanyak 715 personil,” ujar Jujun.