Arus Mudik Masih Lengang

12:42



1608Sts.jpg



PALEMBANG — Empat hari menjelang Idul Fitri, arus mudik yang menggunakan transportasi darat, udara, dan laut masih tampak lengang. Peningkatan arus diprediksi terjadi pada H-2.

Puncak arus mudik dengan jasa kereta api Sumatera Selatan diprediksi terjadi pada dua hari menjelang Idul Fitri (H-2), kata Suseno petugas Posko lebaran di Stasiun Kertapati, Palembang, Rabu (15/8).

Suseno dan juga Kahumas PT KAI Divre III Sumsel Jaka Jarkasih mengatakan, kalau dua hari terakhir ini arus penumpang masih terlihat normal. Kondisi tersebut, mungkin karena pihak perusahaan jasa angkutan penumpang kereta api telah memberlakukan kapasitas tiket atau tempat duduk 100 persen tidak ada yang berdiri.

Di samping itu, pihak perusahaan tersebut juga memberlakukan tiket dapat dipesan sejak 90 hari sebelum keberangkatan, sehingga tidak lagi terlihat antrean panjang di muka loket, katanya.

Pemberlakukan sistem tersebut, tujuannya pihak perusahaan penyedia jasa kereta api itu lebih mengutamakan kenyamanan dan keamanan para penumpang yang melakukan perjalanan mudik lebaran.

Mengenai kondisi penumpang yang melakukan perjalanan mudik lebaran menggunakan jasa layanan kereta api, pada Minggu (12/8) sebanyak 1.993 orang.

Selanjutnya pada Senin (13/8) total penumpang meningkat menjadi 2.002 orang dan Selasa (14/8) terjadi penurunan menjadi 1.957 penumpang.

Dijelaskan, jasa angkutan penumpang mudik lebaran dari Stasiun Kertapati (Palembang) tujuan Tanjung Karang (Lampung) menggunakan Ka Limek Sriwijaya, Ekspres Rajabasa dengan fasilitas kelas eksekutif, bisnis dan ekonomi.

Sedangkan dari Stasiun Kertapati tujuan Lubuk Linggau (Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan) menggunakan Ka Sindang Marga dan Selero menyediakan kelas eksekutif, bisnis dan ekonomi.

Ia menambahkan, pihak PT KAI Divre Sumsel selama memberlakukan arus mudik lebaran sejak tujuh hari sebelum dan tujuh hari setelah lebaran, mengupayakan memberikan layanan terbaik dari segi pengamanan mulai dari stasiun serta selama dalam perjalanan hingga sampai ke tujuan.

Sedangkan di stasiun tertentu, petugas juga menyediakan posko kesehatan, bahkan tempat menyusui bayi bagi penumpang yang membawa bayi.

Kondisi serupa yang terjadi di Pelabuhan 35 Ilir Palembang. Hingga kemarin belum menunjukkan terjadinya lonjakan penumpang maupun kendaraan.

Kepala Pelabuhan 35 Ilir, Drs A Ansyori MSi mengungkapkan hingga H-3 Idul Fitri arus kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Babel masih normal.

“Kita hanya menambah 1 kapal penyebarangan, dari jumlah 8, kini menjadi 9, ini bertujuan untuk membantu jika terjadi lonjakan penumpang,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan penumpang dan kendaraan justru mulai terjadi dari Muntok tujuan Pelabuhan 35 Ilir Palembang. Peningkatan penumpang dan kendaraan dari Muntok tujuan Pelabuhan 35 Ilir Palembang sebesar 2 persen dan diperkirakan mencapai puncaknya pada 3 hari menjelang Idul Fitri.

“Kami prediksa sekitar 9.500 orang diberangkatkan dari dermaga 35 Ilir,” ungkapnya
Berdasar pengalaman, menurut Ansyori, penumpang arus mudik lebaran lebih sedikit ketimbang arus balik Lebaran. “Saat berangkat (arus balik), terkadang orang membawa keluarganya” katanya.

Ditambahkannya, pihaknya tetap berupaya memberi layanan yang optimal bagi penumpang. Salah satunya, dengan menyediakan pos komando di dermaga itu. Pos ini untuk memantau arus mudik dan arus balik Lebaran, serta menjaga keamanan penumpang.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »