Polres Gresik Imbau Pemudik Waspadai Dua Jalur Bahaya

10:34
 http://www.lensaindonesia.com/uploads/1/2012/08/Ruas-Jalan-Raya-Duduksampeyan-Gresik.jpg

Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Unit Laka Lantas) Polres Kabupaten Gresik, meminta pemudik mewaspadai dua jalur “black spot area” atau titik rawan kecelakaan di wilayah itu.

Kepala Urusan Pembinaan dan Operasional Laka Lantas Polres Gresik, Aiptu Sujiran, di Gresik, mengatakan dua titik rawan kecelakaan adalah wilayah Banyutami Raya Manyar serta Jalan Raya Duduksampeyan.

“Kita sudah tempatkan sejumlah petugas selama arus mudik di wilayah itu, sebab di dua wilayah itu sering terjadi kecelakaan,” katanya .

Ia mengataka, dua jalur rawan kecelakaan di kabupaten itu termasuk dalam jalur pantai utara (pantura) yang menghubungkan antara Kabupaten Gresik dan Lamongan.

Meski diakui kualitas jalannya sudah membaik, namun tingkat kecelakaan juga semakin tinggi di dua jalur tersebut.

“Rata-rata setiap hari terjadi dua kali kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal, luka berat maupun luka ringan, sehingga butuh kewaspadaan bagi pemudik,” katanya.

Untuk menekan angka korban kecelakaan pada arus mudik, Polres Gresik bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan menempatkan masing-masing petugasnya di pos pengamanan Lebaran, agar bila ada korban bisa langsung tertangani.

Lain halnya untuk mengatasi kemacetan di sejumlah jalur, Polres juga melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan sejumlah jalur yang rawan kemacetan.

“Itu kita lakukan seperti kemacetan yang sering terjadi di Perempatan Pasar Duduksampean, maka arus dialihkan melalui jalur utara, yakni dari Manyar ke Sidayu, Panceng sampai Lamongoan, begitu juga dari selatan akan diarahkan ke Cerme, Benjeng sampai Lamongan,” katanya.

Selain itu, Polres juga menempatkan 11 Pos Keamanan yang tersebar di jalur-jalur rawan kemacetan, di antaranya Pos Banyutengah, Kecamatan Panceng, Pos Golokan Kecamatan Sidayu serta Pos Pelabuhan Gresik.@LI-13/ant

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »