Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Unit Laka Lantas) Polres Kabupaten
Gresik, meminta pemudik mewaspadai dua jalur “black spot area” atau
titik rawan kecelakaan di wilayah itu.
Kepala Urusan Pembinaan dan Operasional Laka Lantas Polres Gresik,
Aiptu Sujiran, di Gresik, mengatakan dua titik rawan kecelakaan adalah
wilayah Banyutami Raya Manyar serta Jalan Raya Duduksampeyan.
“Kita sudah tempatkan sejumlah petugas selama arus mudik di wilayah
itu, sebab di dua wilayah itu sering terjadi kecelakaan,” katanya .
Ia mengataka, dua jalur rawan kecelakaan di kabupaten itu termasuk
dalam jalur pantai utara (pantura) yang menghubungkan antara Kabupaten
Gresik dan Lamongan.
Meski diakui kualitas jalannya sudah membaik, namun tingkat kecelakaan juga semakin tinggi di dua jalur tersebut.
“Rata-rata setiap hari terjadi dua kali kecelakaan yang menyebabkan
korban meninggal, luka berat maupun luka ringan, sehingga butuh
kewaspadaan bagi pemudik,” katanya.
Untuk menekan angka korban kecelakaan pada arus mudik, Polres Gresik
bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan menempatkan
masing-masing petugasnya di pos pengamanan Lebaran, agar bila ada korban
bisa langsung tertangani.
Lain halnya untuk mengatasi kemacetan di sejumlah jalur, Polres juga
melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan sejumlah jalur yang
rawan kemacetan.
“Itu kita lakukan seperti kemacetan yang sering terjadi di Perempatan
Pasar Duduksampean, maka arus dialihkan melalui jalur utara, yakni dari
Manyar ke Sidayu, Panceng sampai Lamongoan, begitu juga dari selatan
akan diarahkan ke Cerme, Benjeng sampai Lamongan,” katanya.
Selain itu, Polres juga menempatkan 11 Pos Keamanan yang tersebar di
jalur-jalur rawan kemacetan, di antaranya Pos Banyutengah, Kecamatan
Panceng, Pos Golokan Kecamatan Sidayu serta Pos Pelabuhan Gresik.@LI-13/ant