KENDARAAN dari arah barat ke timur dan
sebaliknya terpaksa berjalan merayap saat melintasi Jalan Raya
Ujungberung akibat kemacetan panjang, Kemacetan dipicu
banjir di kawasan Gedebage setelah hujan deras turun Rabu sore.
GEDEBAGE (GM)
- Hujan deras yang menguyur wilayah timur Kota Bandung menyebabkan
banjir di Jln. Soekarno-Hatta, perempatan Jln. Rumah Sakit, dan Jln.
Gedebage. Arus lalu lintas di jalan tersebut mengalami kemacetan hingga
3 km. Bahkan kemacetan meluas hingga ke Jln. A.H. Nasution.
Berdasarkan pantauan "GM", Rabu (19/9), kemacetan terjadi setelah turun hujan deras di wilayah timur Kota Bandung. Hujan yang hanya berlangsung kurang lebih satu jam tersebut juga mengakibatkan ruas Jln. Gedebage banjir. Apalagi di perempatan Gedebage atau depan Depo Pertamina sedang dilakukan peninggian jalan.
Akibatnya ruas jalan yang setiap tahun kerap menjadi langganan banjir di musim hujan itu banjir dan macet parah.
Tidak hanya itu, peninggian jalan membuat pihak kepolisian dari Polrestabes Bandung tidak bisa berbuat apa-apa. Selama ini jika terjadi banjir di lokasi tersebut, pihak kepolisian melakukan sistem pemindahan dari jalur lambat ke jalur cepat.
Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi kepadatan kendaraan. Namun karena jalur cepat di Jln. Gedebage atau tepatnya di depan Depo Pertamina sedang diperbaiki, tidak ada lagi jalur pemindahan lalin. Terjadilah penumpukan kendaraan yang parah.
Ahmad, salah seorang warga Cinunuk, mengaku dirugikan dengan adanya peninggian jalan tersebut. Setiap hari ia melintasi Jln. Soekarno-Hatta menuju tempat kerjanya di daerah Buahbatu dengan waktu tempuh sekitar 40 menit. Namun sore kemarin, sudah beberapa jam ia masih berada di Jln. Soekarno-Hatta.
"Bayangkan Mas, saya dari kantor menuju rumah sekitar pukul 17.00 WIB lebih, sekarang sudah pukul 19.00 WIB masih di Soekarno-Hatta, tepatnya di Kompleks Pinus Regensi. Saya yakin di Gedebage banjir, ditambah ada peninggian jalan," tuturnya yang termangu di atas motornya.
Hal serupa dirasakan Yati, karyawati swasta yang menggunakan angkot. Ia sangat kesal, sudah satu jam setengah dirinya masih di dalam angkot. "Tidak seperti biasanya, jam segini saya sudah di rumah," katanya.
Truk mogok
Kemacetan yang sama terjadi di jalur Cicaheum-Cibiru. Kemacetan terjadi sejak pukul 13.30 WIB akibat truk tronton yang mogok di Sukaasih. Arus kendaraan dari arah Cicaheum hingga Sukaasih macet total, demikian pula dari arah Cibiru, sama sekali tidak dapat bergerak. Hingga pukul 20.00 WIB kendaraan dari dua arah masih terkunci.
Semua jalan alternatif, seperti Jln. Rumah Sakit, Cisaranten, Cisaranten Wetan, Perumahan Guruminda, Arcamanik, dan Jln. Terusan Jakarta, yang biasa digunakan para pengendara, dijejali sepeda motor dan mobil. Semua kendaraan terjebak di jalur-jalur tikus tersebut karena mereka tidak dapat masuk ke Jln. A.H. Nasution (Cicaheum-Cibiru) dan Jln. Sukarno-Hatta (Cibiru-Dispenda/Samsat).
Di sepanjang Jln. A.H. Nasution, para pengendara sepeda motor yang berusaha menerobos lewat trotoar pun terkunci. Bahkan para pejalan kaki kesulitan untuk lewat karena sepeda motor menghabiskan ruas jalan dan trotoar. Sepeda motor dari arah Cibiru hingga Sukaaasih dan dari Cicaheum hingga Sukaasih terpaksa mematikan mesin kendaraan mereka. Tidak sedikit di antara penumpang angkutan kota, penumpang kendaraan pribadi, dan yang dibonceng memilih berjalan kaki.
"Mending pulang jalan kaki. Rumah saya sudah dekat dari sini," ujar Ny. Lilis yang berjalan sambil menenteng helm, sementara anaknya terpaksa bertahan dalam kemacetan.
"Saya tadi mencari alternatif untuk menghindari kemacetan di Gedebage, saya masuk Guruminda, ternyata di sini malah terjebak," ujar Deni (39), yang akan pulang ke rumahnya di daerah Sindangsari, Ujungberung.
Hingga berita ini ditulis (21.15 WIB) kendaraan dari arah Cicaheum-Cibiru dan sebaliknya masih tidak bergerak. Sepeda motor yang menghabiskan jalur, menyebabkan semua kendaraan tidak dapat bergerak. Petugas kepolisian yang mengatur lalu lintas yang sudah terkunci juga tampak mengalami kesulitan.
Genangan air
Sementara itu, Kasat Lantas Polrestabes Bandung, AKBP Hari Santoso membenarkan adanya kemacetan di Gedebage atau di depan Depo Pertamina Ujungberung.
"Betul Mas, kemacetan di ruas Jalan Gedebage akibat banjir di Gedebage. Ditambah sedang ada peninggian jalan," katanya.
Kemacetan terjadi setelah hujan deras hingga mengakibatkan genangan air di ruas jalan tersebut. Pihaknya telah mengalihkan arus kendaraan dari arah barat menuju timur dengan menggunakan jalur Soekarno - Hatta ke A.H. Nasution.
"Saya imbau agar pengguna mobil yang hendak ke arah timur atau daerah Cibiru agar menggunakan jalan tol yang keluar di pintu Tol Cileunyi," katanya. Pihaknya berusaha mengurai kendaraan.