Indramayu - Badan jalan yang panjangnya sekitar 300 meter di Jalur Pantura Desa Pangkalan, Kecamatan Losarang, Indramayu, Jawa Barat Selasa (18/9) dibongkar lagi menggunakan alat berat. Padahal, usianya baru dua bulan setelah rampung diperbaiki menjelang Lebaran.
Pengguna jalan bertanya-tanya, ada apa gerangan dibalik pembongkaran badan jalan yang terbuat dari beton dan pada atasnya terdapat lapisan aspal hot mix itu. “Inikah perwujudan ketatnya pengawasan sebuah pekerjaan perbaikan jalan di Jalur Pantura Indramayu,” kata Sadi, 67 pengguna jalan di Indramayu.
Pria gaek ini terheran-heran melihat badan jalan yang secara kasat mata terlihat mulus, rata, bahkan baru selesai dibangun menjelang Lebaran yang baru lalu, sekarang dibongkar lagi.
Terlepas dari ketat atau tidak ketatnya pengawasan terhadap pelaksanaan proyek itu, pembongkaran badan jalan yang baru selesai diperbaiki dinilai masyarakat sebagai pekerjaan mubazir. Buang-buang anggaran atau duit rakyat.
Operator alat berat dipandu seorang mandor, tampak sedang sibuk membongkar badan jalan berkonstruksi beton setebal 30 Cm dan lapisan aspal hotmix di Jalur Pantura Desa Pangkalan, Kecamatan Losarang, Indramayu yang sewaktu dibangun menjelang Lebaran memacetkan arus lalu-lintas.
Kini umur badan jalan yang sedang dibongkar itu kurang dari 2 bulan sejak dibangun. Kegiatan pembongkaran badan jalan itu dampaknya memacetkan arus lalu-lintas kendaraan. Khususnya, lalu-lintas kendaraan yang melintas dari arah Jakarta menuju arah Cirebon.
Pasalnya, entah kontraktornya atau entah petugas polantasnya, begitu rajin menutup badan jalan di Jalur Pantura itu. Walaupun efeknya memacetkan arus lalu-lintas kendaraan sehingga menyengserakan masyarakat atau para pengguna jalan.
antaran ruas jalan yang biasa digunakan lalu-lintas kendaraan dari arah Jakarta menuju Cirebon ditutup dalam jarak sekitar 500 Meter karena mengganggu aktifitas pekerja yang sedang membongkar badan jalan.
Di atas badan jalan itu, tampak cat putih sebagai tanda koreksi pengawas proyek berbentuk kotak-kotak. Jumlah titik koreksi pengawas proyek pada badan jalan itu cukup banyak. Membuktikan kualitas hasil pekerjaan perbaikan jalan yang baru selesai kurang dari 2 bulan lalu itu tidak memenuhi harapan user alias penyedia anggaran.
Kini umur badan jalan yang sedang dibongkar itu kurang dari 2 bulan sejak dibangun. Kegiatan pembongkaran badan jalan itu dampaknya memacetkan arus lalu-lintas kendaraan. Khususnya, lalu-lintas kendaraan yang melintas dari arah Jakarta menuju arah Cirebon.
Pasalnya, entah kontraktornya atau entah petugas polantasnya, begitu rajin menutup badan jalan di Jalur Pantura itu. Walaupun efeknya memacetkan arus lalu-lintas kendaraan sehingga menyengserakan masyarakat atau para pengguna jalan.
antaran ruas jalan yang biasa digunakan lalu-lintas kendaraan dari arah Jakarta menuju Cirebon ditutup dalam jarak sekitar 500 Meter karena mengganggu aktifitas pekerja yang sedang membongkar badan jalan.
Di atas badan jalan itu, tampak cat putih sebagai tanda koreksi pengawas proyek berbentuk kotak-kotak. Jumlah titik koreksi pengawas proyek pada badan jalan itu cukup banyak. Membuktikan kualitas hasil pekerjaan perbaikan jalan yang baru selesai kurang dari 2 bulan lalu itu tidak memenuhi harapan user alias penyedia anggaran.
Sumber: Poskotanews.com