Sukabumi - Seorang pelajar SMP Islam YPI Parungkuda, Mahfudin, 15, tewas terlindas truk fuso di ruas Jalan Cibadak-Cicurug, tepatnya di Desa Sundawenang Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (19/9) siang.
Korban tewas di lokasi kejadian karena bagian kepalanya pecah terlindas setelah jatuh dari sebuah truk.
Dari keterangan saksi, peristiwa maut ini terjadi ketika Mahfudin secara bergerombol bersama teman-temannya pada saat jam sekolah menaiki truk fuso bernopol F 8232 SI atau dikenal dengan istilah “ngompreng” di depan Pasar Parungkuda. Entah penyebabnya apa, setelah naik sekitar seratus meter, mereka langsung turun truk. Waktu itu posisi truk tengah melaju dengan kecepatan cukup pelan.
Nahas, ketika Mahfudin meloncat dari truk dengan ketinggian sekira lima meter dan langsung terjatuh. Tragisnya, saat terjatuh kepala Mahfudin terkapar. Dalam hitungan detik kepalanya terlindas ban truk bagian belakang. Mahfudin langsung tewas di lokasi kejadian.
Warga yang melihat kejadian itu langsung berusaha menghentikan truk dan langsung membawanya ke kantor kepolisian terdekat. Sementara, teman-teman korban karena mungkin merasa ketakutan langsung membubarkan diri.
Identitas korban terungkap setelah warga menemukan sebuah fotokopi kartu keluarga di dalam tas sekolahnya. Korban merupakan siswa kelas 3c di SMP Islam YPI Parungkuda asal warga Kampung Babakan Palasari Hilir RT 07/01, Desa Palasari, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.
“Bukan salah saya. Waktu itu, anak-anak sekolah itu naik ke kendaraan saya yang tengah melaju karena arus lalu lintas cukup padat. Saya kira mereka tidak turun lagi. Saya tahu ada yang terlindas setelah diberhentikan warga,” kata sopir truk, Sutisna.
Pantauan Pos Kota, tidak berapa lama setelah korban terlindas datang beberapa anggota kepolisian. Petugas langsung membawa jenazah korban ke RSUD Sekarwangi. Polisi juga langsung melakukan olah TKP di lokasi kejadian.
Terlihat, selama proses evakuasi jasad korban menyedot perhatian warga sekitar dan pengendara yang melintas. Arus lalu lintas pun sempat tersendat dan mengakibatkan kemacetan. Warga kemudian menaburkan pasir untuk menutupi darah yang berserakan di jalan raya.
Sumber: Poskotanews