Warga Kisar Boikot Dermaga Ferry Selama Sepekan

17:21
Ambon - Warga Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Maluku dalam sepekan terakhir ini memboikot aktivitas dermaga ferry di Kisar. Pemboikotan dilakukan warga dengan cara melakukan sasi adat lLarangan beraktivitas).

Selain memboikot aktivitas dermaga, warga juga mengancam membakar ferry yang selama ini beroperasi di kawasan tersebut. Pemboikotan dilakukan warga setempat, menyusul pemindahan ibu kota MBD dari Kisar ke Tiakur, Kepualauan Babar.

Akibat pemboikotan ini aktivitas dermaga ferry di daerah tersebut lumpuh total selama sepekan. Anggota Komisi C DPRD Provinsi Maluku yang juga berasal dari dapil MBD, Francois Orno kepada wartawan di Kantor DPRD Maluku, Rabu (19/9/2012) siang mengatakan, pihaknya belum mengetahui pasti alasan warga memboikot aktivitas dermaga kisar dan mengancam membakar ferry yang melayari rute Ambon-Kisar. Namun kuat dugaan aksi warga tersebut dipicu karena pemindahan ibu kota kabupaten dari Kisar ke Tiakur.

"Kita belum tahu pasti alasan warga melakukan hal itu, tapi kita mendapat informasi pemboikotan dermaga kapal Ferry Kisar karena beredar isu ibu kota MBD yang saat ini sementara di Kisar telah dipindahkan ke Tiakur kepulauan Babar," ungkap Orno.

Ia mengakui, hingga kini dermaga kapal Ferry Kisar belum diizinkan beroperasi oleh warga setempat. Mereka baru akan mengizinkan kapal beroperasi setelah ada kepastian kalau ibu kota kabupaten tersebut tidak dipindahkan.

"Sampai saat ini belum ada aktivitas apa-apa di sana. Masalahnya warga tetap menyatakan sikap menolak ibu kota MBD dipindahkan dari Kisar ke Tiakur," ujarnya.

Atas aksi ini ia mengaku sangat kecewa dan meminta Bupati MBD Barnabas Orno segera melakukan pendekatan pada warga setempat untuk membuka kembali dermaga tersebut. Bila pendekatan secara kekeluargaan tidak berhasil, maka bupati harus melibatkan TNI-Polri untuk bertindak sesuai aturan yang berlaku karena dermaga kapal Ferry Kisar merupakan salah satu aset negara.

Ditutupnya dermaga Ferry Kisar sangat menghambat transportasi warga dari Kisar (MBD) ke daerah lain. Aksi pemboikotan juga mengakibatkan terganggunya perekonomian warga setempat.

Kapolres MTB hingga berita ini diturunkan tidak berhasil dihubungi. Sementara Kabid Humas Polda Maluku Ajun Komisaris Besar Polisi Johanes Huwae saat dihubungi Kompas.com enggan berkomentar banyak.

"Saya juga baru dengar, karena saya belum dilaporkan, tapi jika informasi tersebut dari DPRD ya begitulah kondisinya saat ini," jelasnya singkat.

Sumber: Kompas

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »