Selama libur panjang yang
berlangsung empat hari, mulai Kamis 15 November 2012 sampai Minggu 18
November 2012, Jakarta terlihat lengang ditinggal sebagian penghuni
maupun orang-orang yang biasa mencari nafkah di ibukota.
Suasana lengang dan damai itu nyata terlihat pada lalu-lintas kendaraan di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan. Begitu juga di kawasan-kawasan lain yang biasanya dipadati aktivitas para pekerja. Lihat foto-foto ‘sepi’-nya jalanan Jakarta itu.
Suasana lengang dan damai itu nyata terlihat pada lalu-lintas kendaraan di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan. Begitu juga di kawasan-kawasan lain yang biasanya dipadati aktivitas para pekerja. Lihat foto-foto ‘sepi’-nya jalanan Jakarta itu.
Libur memperingati Tahun Baru Islam 1434 Hijriah ditambah dengan cuti bersama pada Jumat 16 November 2012 memang dimanfaatkan para warga Jakarta dan sekitarnya untuk beristirahat atau berlibur ke luar kota.
Akibatnya Jakarta menjadi
relatif sepi, sementara kota-kota lain di sekitar Jakarta seperti Bogor
dan Bandung, justru menjadi macet diserbu warga ibu kota.
Situasi lengang Jakarta ini tentu berbeda dengan hari-hari biasanya, di mana kota ini berdenyut aktif hingga cenderung memusingkan penghuninya. Ini karena volume kendaraan yang padat di hari-hari kerja membuat polusi udara di Jakarta meningkat.
Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) menyatakan, polusi udara di Jakarta naik sekitar 30-40 persen dalam dua tahun terakhir.
Situasi lengang Jakarta ini tentu berbeda dengan hari-hari biasanya, di mana kota ini berdenyut aktif hingga cenderung memusingkan penghuninya. Ini karena volume kendaraan yang padat di hari-hari kerja membuat polusi udara di Jakarta meningkat.
Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) menyatakan, polusi udara di Jakarta naik sekitar 30-40 persen dalam dua tahun terakhir.
Para pengguna jalan di
Jakarta bahkan kerap menggunakan masker untuk meminimalisir menghirup
udara kotor Jakarta. Lihat para warga bermasker itu di hari-hari
‘normal’ Jakarta.