Jalan Cikotok-Pasir Kuray Masih Diperbaiki

16:48
Cibeber – Kekhawatiran warga Cibeber bakal terjadi longsor selama musim hujan menjadi kenyataan. Pada Senin (10/12), jalan Cikotok-Pasir Kuray tepatnya di ruas Carucub-Hegarmanah mengalami longsor yang mengakibatkan arus lalu lintas lumpuh total.

Badan jalan sepanjang satu kilometer tertimbun material longsor dengan keting­gian hingga mencapai satu meter. Longsor juga terjadi di sejumlah ruas jalan Warung Banten-Pasir Kuray, sedikitnya ada delapan tempat yang mengalami longsor. Bahkan di dua tempat yakni ruas Cipanggung-Tegalumbu badan jalan terputus karena tergerus longsor. Ironisnya, hingga kini belum ada upaya perbaikan dari Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Banten.

Menurut keterangan warga Desa He­garmanah, Ai Supratman, kejadian longsor di ruas jalan Carucub-Hegarmanah terjadi Senin (10/12) malam sekira pukul 19.30 WIB. Saat dirinya hendak melintas di jalur tersebut, terpaksa memutar arah karena badan jalan terputus lantaran tergerus longsor. Kata dia, longsor yang memutuskan ruas jalan sepanjang 20 meter itu terjadi karena kondisi tebing jalan tak ada pohon penyangga alias gundul.

“Kami terpaksa memutar arah ke jalur alternatif yakni ruas Cilograng-Tegalumbu karena memang jalan terputus total, tak bisa dilalui kendaraan,” kata Ai yang me­ngaku hendak menuju Pasir Kuray mengan­tarkan rombongan guru selepas mengikuti kegiatan di Rangkasbitung.

Kata dia, longsor juga terjadi hampir di sepanjang jalan Cikotok-Pasirkuray, tetapi material longsor tidak sampai menutupi badan jalan. Hanya berserakan di pinggir jalan. Namun di beberapa ruas jalan Cica­rucub, badan jalan terputus karena tergerus longsor. “Sedikitnya ada delapan ruas jalan yang mengalami longsor. Paling parah berada di ruas jalan Warung Banten, Pasir Suung, dan Carucub. Badan jalan terputus karena tergerus longsor,” ujarnya.

Warga lain, Sutardi, menambahkan, tidak sedikit warga yang waswas saat melintas di jalur Warung Banten-Tegalumbu. Warga takut tiba-tiba tebing jalan longsor karena tak ada pohon penyangga sehingga mudah tergerus air. “Jika hujan deras, kami lebih memilih tidak melintasi jalan Warung Banten-Tegalumbu,” imbuhnya.

Warga berharap, DBMTR Banten segera melakukan perbaikan agar jalan kembali bisa dilalui. Jika dibiarkan akan menghambat aktivitas warga karena jalur tersebut merupakan akses terdekat menuju pusat pemerintahan Kecamatan Cibeber. “Dinas terkait harus segera melakukan perbaikan agar aktivitas warga kembali lancar,” pintanya. 

Camat Cibeber Pardi meminta, DBMTR segera membersihkan dan memperbaiki jalan yang putus akibat longsor. Kata dia, kondisi ini jelas akan berdampak terhadap roda perekonomian masyarakat mengingat jalur itu merupakan akses terdekat menuju pusat pemerintahan dan perdagangan Cibeber. “Saya sudah kontak Kepala DBMTR Banten, tetapi tidak direspons. Hingga kini material longsor masih me­nutupi jalan,” ujarnya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »