Banten - Jalur Alternatif dai Serang menuju Pantai Anyer dan Pelabuhan Merak masih minim rambu dan Penerangan Jalan Umum (PJU), sehingga penggunaan jalur alternatif tersebut disarankan pada siang hari.
Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi (Dishubkominfo) Provinsi Banten HM Husni Hasan di Serang, Jumat (14/12), mengatakan jalur alternatif menuju Anyer dan Merak menjelang Natal dan Tahun Baru akan diberlakukan untuk mengantisipasi kemacetan di jalur utama. Namun penggunaan jalur alternatif tersebut bagi warga ataupun wisatawan disarankan hanya untuk pagi sampai sore hari.
"Ada beberapa jalur alternatif menuju Pelabuhan Merak dan Pantai Anyer yang bisa dilalui, hanya disarankan pada pagi sampai sore hari," kata Husni.
Sejumlah jalur alternatif tersebut bisa dilalui pada siang hari, karena jika dilalui pada malam hari masih kekurangan penerangan jalan umum (PJU).
Ia mengatakan, bagi warga yang akan menuju Anyer bisa melalui sejumlah jalur alternatif dari arah Serang, karena jalur utama dari arah Cilegon menuju Anyer masih dalam kondisi perbaikan. Sehingga, jika kemungkinan menuju kawasan wisata Anyer melalui jalur utama, maka akan diberlakukan buka-tutup.
Husni mengatakan, perbaikan jalur utama dari arah Cilegon menuju Anyer tidak akan selesai sebelum Natal dan Tahun Baru. Karena, kontrak kerja perbaikan jalur tersebut baru akan selesai sekitar Pebruari 2013.
Pihaknya menyarankan bagi wisatawan yang akan menikmati liburan Natal dan Tahun Baru ke kawasan Anyer, sebaiknya menggunakan jalur alternatif melewati Gunungsari ataupun melewati jalur alternatif Padarincang menuju Anyer. Sedangkan jalur alternatif menuju Pelabuhan Merak bisa melalui Bojonegara-Merak sepanjang 35 KM.
Untuk mengantisipasi kemacetan dan gangguan lalu-lintas saat Natal dan perayaan Tahun Baru, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Banten akan menurunkan sekitar 120 personel untuk membantu pihak kepolisian dalam pengamanan jalan raya.
"Sebanyak 120 personel akan ditempatkan di 12 titik jalur kawasan wisata mulai Merak hingga Pantai Carita, terutama saat perayaan tahun baru," kata Husni.
Penempatan personel di sejumlah titik pada saat Natal dan Tahun Baru, terutama rumah ibadah dan kawasan wisata, dilakukan sejak tanggal 23 Desember 2012 sampai dengan 3 Januari 2013.
Untuk mengatasi kemacetan pada malam tahun baru 2013, Dishubkominfo bekerjasama dengan kabupaten/kota juga melakukan pembatasan dan pelarangan angkutan truk yang membawa penumpang atau orang ke lokasi wisata, serta pembatasan dan pelarangan roda empat untuk parkir dibahu jalan pada lokasi wisata.
Sementara Kepolisian Daerah (Polda) Banten menyiapkan 1.270 personel untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru. Personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik rawan kemacetan, kecelakaan, dan objek vital.