Antrean panjang truk angkutan barang yang menghiasi pelabuhan Bakauheni
dalam tiga hari terakhir dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk
mengambil keuntungan dengan membuka jalur tembak kepada para sopir yang
mau membayar dengan harga tertentu.
Seperti diungkapkan oleh Usman, salah seorang sopir truk angkutan dari Medan. Menurutnya, untuk jalur tembak agar dapat lebih cepat bisa melakukan penyeberangan tersebut langsung ditawarkan oleh oknum bersangkutan. Biasanya besaran uang jasa yang dimintakan bervariasi.
"Untuk uang jasa sebesar Rp100 ribu rupiah, biasanya untuk bisa keluar dari jalur antrian. Sementara untuk uang jasa sebesar Rp250 ribu bisa langsung menuju kedepan ramdoor kapal," ungkapnya, Sabtu (12/1).
Ditambahkannya, dengan membayar uang jasa biasanya para sopir mendapatkan kawalan dari oknum bersangkutan. Biasanya petugas sekuriti pelabuhan atau petugas polisi yang bertugas di pelabuhan Bakauheni.
Adanya jalur tembak bukan lagi menjadi rahasia umum dikalangan sopir angkutan barang yang akan menyeberang di pelabuhan Bakauheni. Terutama pada saat terjadi antrian. Namun hal itu belum menjadi keluhan para sopir truk angkutan.
"Kita sudah tahu sama tahu. Biasanya untuk jalur tembak itu terjadi pada malam hari," tandas Togar Simangunsong, seorang sopir truk angkutan asal Pekanbaru, Riau.
Seperti diungkapkan oleh Usman, salah seorang sopir truk angkutan dari Medan. Menurutnya, untuk jalur tembak agar dapat lebih cepat bisa melakukan penyeberangan tersebut langsung ditawarkan oleh oknum bersangkutan. Biasanya besaran uang jasa yang dimintakan bervariasi.
"Untuk uang jasa sebesar Rp100 ribu rupiah, biasanya untuk bisa keluar dari jalur antrian. Sementara untuk uang jasa sebesar Rp250 ribu bisa langsung menuju kedepan ramdoor kapal," ungkapnya, Sabtu (12/1).
Ditambahkannya, dengan membayar uang jasa biasanya para sopir mendapatkan kawalan dari oknum bersangkutan. Biasanya petugas sekuriti pelabuhan atau petugas polisi yang bertugas di pelabuhan Bakauheni.
Adanya jalur tembak bukan lagi menjadi rahasia umum dikalangan sopir angkutan barang yang akan menyeberang di pelabuhan Bakauheni. Terutama pada saat terjadi antrian. Namun hal itu belum menjadi keluhan para sopir truk angkutan.
"Kita sudah tahu sama tahu. Biasanya untuk jalur tembak itu terjadi pada malam hari," tandas Togar Simangunsong, seorang sopir truk angkutan asal Pekanbaru, Riau.