Jakarta - Para pengguna jalan Tol Jagorawi khususnya di
ruas Cibubur harus bersabar terhadap gangguan jalan bergelombang yang
memicu kemacetan beberapa hari ini. Efek gelombang di jalan tol itu akan
selesai akhir Januari 2013, sejalan berakhirnya pemasangan Box
Underpass yang sedang dikerjakan oleh Kementerian PU.
Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional IV Kementerian PU Masrianto mengakui, efek gelombang pada ruas jalan tol Jagorawi merupakan imbas dari pengerjaan proyek underpass di Cibubur, yang menggunakan teknik jacking system.
Ia mengatakan jarak box beton underpass yang dipasang dalam terowongan tanah terlalu tipis dengan permukaan jalan tol, sehingga membuat efek gelombang pada jalan tol di atasnya.
"Ini konsekuensi dari penggunaan jacking system dalam pembuatan underpass Cibubur," kata Masrianto , Rabu (9/1/2013)
Menurutnya naiknya permukaan tanah pada jalan tol Jagorawi di bagian tersebut membuat pihak Jasa Marga selaku pengelola tol memasang rambu-rambu lalu lintas agar pengguna tol memperlambat kendaraannya. Hasilnya kemacetan di lintasan setelah pintu tol ke arah Bogor tersebut tak bisa dihindari.
"Nantinya kenaikan aspal itu akan dipotong. Kenaikan permukaan aspal ini efek dari dorongan beton di bawahnya, itu salah satu risiko teknik membangun underpass dengan jacking system. Jadi untuk menghilangkan itu aspal akan dipotong. Kita target Januari ini selesai. Kalau sudah selesai maka atapnya kita ratakan akhir Januari selesai," katanya.
Seperti diketahui Proyek Pembangunan Underpass Cibubur direncanakan dengan panjang 1.199 meter, yang terdiri dari 93 meter Box Underpass di bawah jalan Tol Jagorawi dan Jalan Akses Masuk dan Keluar sepanjang 1.106 meter.
Rencana pembangunan dilaksanakan tiga Tahap yang dimulai pada 2011 hingga 2013 dengan sumber dana APBN. Paket pekerjaan pada tahun ini sebagian besar untuk pembangunan Box Underpass dan sebagian jalan akses masuk dan akses keluar Underpass.
Pada Tahun Anggaran 2012 pekerjaan yang cukup penting dilaksanakan adalah membangun Box page 1/2 Underpass dengan jacking system untuk 10 segmen. Pembangunan Underpass Cibubur diharapkan di masa yang akan datang dapat mengurangi kemacetan di sekitar Cibubur terutama di Jalan Trans Yogi (Alternatif Cibubur).
Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional IV Kementerian PU Masrianto mengakui, efek gelombang pada ruas jalan tol Jagorawi merupakan imbas dari pengerjaan proyek underpass di Cibubur, yang menggunakan teknik jacking system.
Ia mengatakan jarak box beton underpass yang dipasang dalam terowongan tanah terlalu tipis dengan permukaan jalan tol, sehingga membuat efek gelombang pada jalan tol di atasnya.
"Ini konsekuensi dari penggunaan jacking system dalam pembuatan underpass Cibubur," kata Masrianto , Rabu (9/1/2013)
Menurutnya naiknya permukaan tanah pada jalan tol Jagorawi di bagian tersebut membuat pihak Jasa Marga selaku pengelola tol memasang rambu-rambu lalu lintas agar pengguna tol memperlambat kendaraannya. Hasilnya kemacetan di lintasan setelah pintu tol ke arah Bogor tersebut tak bisa dihindari.
"Nantinya kenaikan aspal itu akan dipotong. Kenaikan permukaan aspal ini efek dari dorongan beton di bawahnya, itu salah satu risiko teknik membangun underpass dengan jacking system. Jadi untuk menghilangkan itu aspal akan dipotong. Kita target Januari ini selesai. Kalau sudah selesai maka atapnya kita ratakan akhir Januari selesai," katanya.
Seperti diketahui Proyek Pembangunan Underpass Cibubur direncanakan dengan panjang 1.199 meter, yang terdiri dari 93 meter Box Underpass di bawah jalan Tol Jagorawi dan Jalan Akses Masuk dan Keluar sepanjang 1.106 meter.
Rencana pembangunan dilaksanakan tiga Tahap yang dimulai pada 2011 hingga 2013 dengan sumber dana APBN. Paket pekerjaan pada tahun ini sebagian besar untuk pembangunan Box Underpass dan sebagian jalan akses masuk dan akses keluar Underpass.
Pada Tahun Anggaran 2012 pekerjaan yang cukup penting dilaksanakan adalah membangun Box page 1/2 Underpass dengan jacking system untuk 10 segmen. Pembangunan Underpass Cibubur diharapkan di masa yang akan datang dapat mengurangi kemacetan di sekitar Cibubur terutama di Jalan Trans Yogi (Alternatif Cibubur).