Warga Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, dan petugas Bina Marga, masih berusaha keras membuka jalur tersebut agar bisa dilalui kendaraan roda empat.
Pengawas Jalan Bina Marga Jateng wilayah Surakarta, Sumarwan, mengatakan, sedikitnya ada tujuh titik yang diterjang longsor serta puluhan longsoran kecil di sepanjang jalur Solo-Selo-Borobudur. Titik-titik longsor paling banyak ditemui di Desa Jrakah dan Klakah, Kecamatan Selo. Sedangkan dari arah Borobudur, titik longsor tidak begitu banyak.
Material longsor yang besar menutup akses jalan, sementara longsoran kecil hanya menutup sebagian badan jalan sehingga membahayakan pengendara.
“Sepeda motor sudah bisa melalui jalur ini. Kalau roda empat belum bisa melalui jalur ini. Meski begitu, kami minta agar pengguna sepeda motor untuk tetap berhati-hati bila melintas jalur ini. Soalnya, jalan masih licin karena lumpur,”.
Menurut dia, pembukaan jalur dilakukan secara manual. Pihaknya belum berani mendatangkan alat berat karena terlalu membahayakan mengingat kondisi tanah yang labil. Dampaknya, proses evakuasi menjadi lama.
Material longsor juga menimpa dua rumah warga. Bagian belakang rumah milik Sumar Daniel, warga Dusun Jrakah, dan Juri, warga Dusun Jurang Jero, rusak parah. Untungnya, longsor tersebut tidak memakan korban jiwa.
Selain itu, tiga dusun di Desa Lencoh dan Jrakah, Selo, terancam terisolir. Pasalnya, akses jalan di tiga dukuh tersebut belum bisa dibersihkan. Warga sudah berusaha membersihkan longsoran, namun belum membuahkan hasil karena material terlalu tebal.