Para pengendara yang melintas di jalur Pantura Kudus-Pati diminta
waspada, menyusul sering terjadinya kasus kecelakaan lalu lintas di
jalur pantura tersebut.
Demikian dikatakan Kanit Laka Satlantas Polres Kudus, Jawa Tengah, Iptu Bambang Sutaryo.
Bambang menuturkan, di jalur Pantura Kudus-Pati mulai KM10 hingga KM15 atau tepatnya di Desa Hadipolo sampai perbatasan Bodoharum, Jekulo, Kudus merupakan jalur yang rawan terjadinya laka lantas. Karena, jalur tersebut lebar sehingga membuat para pengendara melaju dengan kecepatan tinggi.
Diungkapkan Bambang, total kasus laka lantas hingga Agutus 2013 yang tercatat di Satlantas Polres Kudus terdapat sekitar 427 kasus, dengan korban meninggal dunia sebanyak 35 orang, 11 orang luka berat dan 548 luka ringan.
Dari data tersebut, rata-rata per bulan di Kabupaten Kudus terdapat 60 laka lantas, terutama yang terjadi di jalur Pantura Kudus-Pati.
Demikian dikatakan Kanit Laka Satlantas Polres Kudus, Jawa Tengah, Iptu Bambang Sutaryo.
Bambang menuturkan, di jalur Pantura Kudus-Pati mulai KM10 hingga KM15 atau tepatnya di Desa Hadipolo sampai perbatasan Bodoharum, Jekulo, Kudus merupakan jalur yang rawan terjadinya laka lantas. Karena, jalur tersebut lebar sehingga membuat para pengendara melaju dengan kecepatan tinggi.
Diungkapkan Bambang, total kasus laka lantas hingga Agutus 2013 yang tercatat di Satlantas Polres Kudus terdapat sekitar 427 kasus, dengan korban meninggal dunia sebanyak 35 orang, 11 orang luka berat dan 548 luka ringan.
Dari data tersebut, rata-rata per bulan di Kabupaten Kudus terdapat 60 laka lantas, terutama yang terjadi di jalur Pantura Kudus-Pati.