Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.40 WIB. Julius saat itu baru saja mengantarkan pulang temannya di daerah Cicaheum Bandung. Setalahnya di Jalan Cikutra Julius dikagetkan empat orang anggota geng motor bermotor yang menghampirinya.
Julius dipukul. Dalam upaya mempertahankan diri, Julius turun dari motor dan melakukan perlawanan hingga akhirnya empat orang ini takluk. Namun dari sisi lain, kembali datang komplotan yang berjumlah delapan orang dengan membawa golok dan linggis.
"Disitu Julius dikeroyok," kata Dosen Wali Julius, Susanti Alwiah, dalam jumpa pers di kampus ITB Bandung, Selasa (22/10).
Akibatnya Julius mendapatkan empat luka tikaman di bagian kepala, satu di leher, tangan dan punggung. Selain itu kata dia, Julius juga mengalami cedera tendon putus dan tulang lengan bawah yang terkikis karena mencoba menangkis dengan tangan.
Julius pun terkapar lemah, hingga masuk ke selokan depan Taman Makam Pahlawan. "Julius teriak minta tolong, dan saat terkulai lemah ada orang bapak menghampirinya dan menghubungi polisi," terangnya.
Setalahnya polisi menelepon orang tua Julius di Jakarta. Sedangkan Julius dibawa ke Rumah Sakit Boromeous Bandung untuk mendapatkan perawatan.
Menurut Wakil Rektor Bidang Komunikasi Kemitraan dan Alumni Hasanudin Z. Abidin, Julius merupakan anak dari perwira TNI AL yang berdinas di Jakarta. Sedangkan Julius di Bandung tinggal indekos di bilangan Ciheulang Bandung.
"Julius yang sempat mendapatkan perawatan di RS Bormeous juga dipindahkan ke RS TNI AL Mintoharjo di Jakarta, sekarang kondisinya sudah membaik," paparnya.