
Purwakarta - Polres Purwakarta mendesak Kementeriaan PU dan Bina Marga Provinsi
Jawa Barat menyelesaikan perbaikan jalan di dua jalur mudik Lebaran di
wilayahnya. “Saya telah menyurati dua institusi tersebut untuk segera
menyelesaikan perbaikan di dua jalur mudik paling cepat H-15,” ujar
Kapolres Purwakarta, AKBP Slamet Hariyadi, kemarin.
Di dua jalur mudik yakni jalur tengah Sadang-Cipendeuy merupakan
jalur alternatif yang sangat vital manakala jalur pantura padat.
Begitupun jalur arteri Sukatani-Darangdan-Padalarang yang merupakan
wilayah kewenangan Bina Marga Provinsi Jabar, merupakan jalur alternatif
manakala Tol Purbaleunyi padat, pengalihan arus mudik dialihkan ke arah
jalur tersebut. “Sehingga kedua jalur ini amatlah vital untuk
kelancaran arus mudik lebaran,” ujarnya.
Diakuinya, selama ini dua jalur mudik di wilayahnya masih dijadikan
alternatif karena selama ini jalur pantura Subang masih primadona arus
mudik lebaran. Tahun ini, lanjut kapolres, 24 juta pemudik Lebaran akan
mengalir dari Jakarta menuju Jawa melintasi wilayahnya sekeluarnya di GT
Cikopo dan GT Sadang. “Purwakarta menjadi etalase pertama yang dilalui
iring iringan kendaraan pemudik lebaran,” imbuhnya.
Untuk itu, sambung dia, tentunya diperlukan sarana transportasi
membantu kelancaran jajarannya saat mengatur arus mudik Lebaran. Salah
satunya akan disiagakan petugas motoris bertugas mengurai simpul simpul
kemacatan. “Untuk ketupat lodaya 2014, kami telah meminta ke Mabes Polri
sebanyak 30 unit motor untuk mengurai arus mudik,” jelasnya.
Dia menambahkan, ke 30 motor tersebut akan diterjunkan di tiga ruas
jalur mudik yakni Cikopo-Mutiara, Cikopo-Sadang dan Sadang-Cibatu.
“Masing masing ruas jalur stand by 10 motoris,” imbuhnya.
Kecuali itu, kapolres menyebutkan, musim mudik tahun ini termasuk
arus mudik ekstrem. Pasalnya, libur Lebaran jatuh di awal pekan yakni
Senin dan Selasa (28-29). Berbeda dengan musim lebaran tahun lalu yang
jatuh diakhir pekan. “Jadi diprediksi lonjakan ekstrim pemudik lebaran
akan terjadi hari Jumat dan Sabtu,” terangnya.
Ditanya prediksi pemudik, kapolres menerangkan, tahun ini lonjakan
pemudik Lebaran naik 12 persen dari tahun 2013. Dari 30 juta pemudik
lebaran tahun ini, sebut kapolres, hanya 30 persen atau sekira 6 juta
pemudik akan menggunakan angkutan laut dan udara. “Sisanya 24 juta
pemudik menempuh jalur darat,” terangnya.
Jalur pantura,diakui Slamet, masih menjadi jalur primadona bagi
pemudik lebaran menuju Jawa. “Sebelum Tol Cipali selesai terbangun, GT
Cikopo sampai Mutiara dan Simpang Jomin masih menjadi sumbu atau trouble
maker arus mudik. Di jalur ini perlakuannya harus ekstra,” pungkasnya.