“Kawanan copet yang diperkirakan selalu berempat, dan biasanya beraksi disaat bus berhenti dan penumpang hendak turun pelaku juga mencari mangsa selalu pada kaum wanita,” papar Kapolsek Senen Kompol Kartono.
Keterangan yang diperoleh dari tempat kejadian, sekitar pukul 15:00, Lumia Desita,27, warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan, ketika itu naik Bus Mayasari dari Tanah Abang, bersama tunangannya Aria,30.
Mereka ketika itu habis belanja dari Metro Grosir Tanah Abang, namun karena barang yang mau dibeli tidak ada akhirnya keduanya pergi ke Senen dengan menumpang Mayasari jurusan Tanah Abang-Pulogadung.
Karena idak ada tempat duduk sepasang kekasih ini akhirnya berdiri di belakang bergabung bersama sejumlah penumpang lainnya. Lumia Desita, berdiri persis dekat 4 pria yang belakangan diketahui kawanan copet.
Sejak dalam perjalanan, bus yang terus melaju dari Kebon Sirih, Menteng dan penumpang belum ada tanda-tanda yang turun, sementara bandit copet sudah mengamati tas wanita yang dijepit di pergelangan pundak kanan.
Setelah bis mendekati gedung DPRD DKI, penumpang baru ada yang turun-naik, setelah itu mobil terus melaju sesuai dengan tujuan Ke Senen kemudian Pulogadung. Dan disaat angkutan umum mendekati halte Bus Transjakarta, sepasang kekasih sudah siap-siap untuk turun, sedang tetap membuntuti dengan cara dua di depan dan lainnya berada di belakang korban.
Setibanya di depan Apotik Kimia Farma, Lumia Desita, bersama pacarnya minta turun dan disaat korban mau turun, dua pelaku yang berada di depan sengaja menghalangi agar penumpang lainnya terhalang dan disaat itu, dua pelaku lainnya dengan cepat beraksi membuka tas kemudian mengambil telepon genggam serta uang Rp 348 ribu.
Namun betapa kagetnya disaat korban menyeberang mau ke Atrium, wanita berambut panjang ini melihat tas kulit coklat sudah posisi terbuka dan saat diperiksa ternyata HP BlackBerry berikut uang sudah raib. Kini wanita itu dengan berlinang air mata bersama kekasihnya melaporkan kejadian itu kantor polisi.