Kediri - Bagi pemudik dari Kediri yang hendak ke Tulungagung dan Trenggalek atau
sebaliknya, yang biasanya melewati jalur alternatif melewati Kecamatan
Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur terancam tidak bisa mengunakan jalur
tersebut. Sebab saat ini ada perbaikan Jembatan Mondo yang dibongkar
total dan pengerjaanya baru selesai bulan Nopember mendatang
Jembatan yang menghubungkan Kediri dengan Tulungagung ini sudah lama rusak, badan jembatan ambruk hingga tidak bisa dilewati baik kendaran roda dua maupun roda empat. Jembatan dengan panjang 23 meter dan lebar 8 meter ini rencananya akan menghabiskan biaya sebesar Rp 5 miliar
“Target selesai baru pada bulan Nopember mendatang. Sehingga tidak bisa digunakan untuk jalur alternatif selama lebaran nanti,” ujar Gaguk Edy Susilo, konsultan proyek perbaikan jembatan, Jumat (11/7/2014)
Proses perbaikan Jembatan Mondo ini terbilang berjalan lambat. Jembatan ini sudah ambrol sejak tahun 2013 silam dan baru diperbaiki setelah menunggu selama dua tahun. Kondisi itu menyebabkan jarak tempuh semakin jauh, karena warga sekitar harus memutar arah sejauh 5 kilometer
Molornya perbaikan Jembatan Mondo membuat warga sekitar resah karena hingga kini belum dapat digunakan. Keresahan warga semakin bertambah manakala harus melewati jalan alternatif sejauh lima kilometer lebih.
Salah seorang warga bernama Subagyo, mengaku tiap hari terpaksa melewati jembatan darurat yang kondisinya kurang bagus. Ia menyayangkan lambatnya perbaikan jembatan, karena selama ini fungsi jembatan sangat penting dalam menunjang perekonomian warga sekitar.
Saat ini untuk pengguna jalan sementara, dibuatkan jembatan kecil yang hanya bisa digunakan untuk kedaraan roda dua. Sementara untuk kendaraan roda empat harus melalui jalur memutar masuk kampung sepanjang 5 kilometer.
Jembatan yang menghubungkan Kediri dengan Tulungagung ini sudah lama rusak, badan jembatan ambruk hingga tidak bisa dilewati baik kendaran roda dua maupun roda empat. Jembatan dengan panjang 23 meter dan lebar 8 meter ini rencananya akan menghabiskan biaya sebesar Rp 5 miliar
“Target selesai baru pada bulan Nopember mendatang. Sehingga tidak bisa digunakan untuk jalur alternatif selama lebaran nanti,” ujar Gaguk Edy Susilo, konsultan proyek perbaikan jembatan, Jumat (11/7/2014)
Proses perbaikan Jembatan Mondo ini terbilang berjalan lambat. Jembatan ini sudah ambrol sejak tahun 2013 silam dan baru diperbaiki setelah menunggu selama dua tahun. Kondisi itu menyebabkan jarak tempuh semakin jauh, karena warga sekitar harus memutar arah sejauh 5 kilometer
Molornya perbaikan Jembatan Mondo membuat warga sekitar resah karena hingga kini belum dapat digunakan. Keresahan warga semakin bertambah manakala harus melewati jalan alternatif sejauh lima kilometer lebih.
Salah seorang warga bernama Subagyo, mengaku tiap hari terpaksa melewati jembatan darurat yang kondisinya kurang bagus. Ia menyayangkan lambatnya perbaikan jembatan, karena selama ini fungsi jembatan sangat penting dalam menunjang perekonomian warga sekitar.
Saat ini untuk pengguna jalan sementara, dibuatkan jembatan kecil yang hanya bisa digunakan untuk kedaraan roda dua. Sementara untuk kendaraan roda empat harus melalui jalur memutar masuk kampung sepanjang 5 kilometer.