Indramayu - Setelah jalan mulus dan rata usai diperbaiki, tantangan pengemudi
kendaraan bermotor yang melintas di Jalur Pantura berikutnya adalah
berjuang melawan rasa ngantuk. Apalagi kondisi jalannya lurus dan tak
naik turun, pengemudi gampang ngantuk.
Sehabis menempuh perjalanan berjam-jam, stamina pengendara menjadi
menurun dan mudah lelah. “Karena itu pengemudi gampang mengantuk saat
mengendarai kendaraan,” kata Hendro, 51, sopir truk mengangkut furnitur
setengah jadi dari Jepara.
Dijumpai wartawan saat singgah di bengkel tambal ban Jalur Pantura
Sukra, Hendro mengemukakan, stamina yang sudah lelah itu katanya obatnya
hanya satu yaitu istirahat atau tidur. Walaupun cuma sebentar, sekitar
satu jam, mamun, sudah dapat memulihkan stamina. Mata tidak ngantuk lagi
dan kuat membawa kendaraan sampai enam jam ke depan.
Dikatakan, kalau stamina sudah lemah dikasih minum obat apapun tidak
banyak menolong. Efeknya paling kuat bertaham 3 sampai 4 jam. Sesudahnya
mata akan ngantuk lagi. “Kalau matanya dimeremkan, walaupun cuma
beberapa jam, konsentrasi di jalan akan bertahan cukup lama,” ujarnya.
Perjalanan Jepara-Jakarta perlu waktu sekitar 13 jam hingga 16 jam.
Tergantung kelancaran lalu lintas di jalan. Kalau pergi-pulang butuh
waktu minimal 26 jam. Sekali jalan saja butuh istirahat 2 atau 3 kali
untuk memulihkan stamina agar tak ngantuk.