NTMCPOLRI.INFO - Sekitar 900 personel gabungan polisi, TNI, Satuan Pamong Praja, disiapkan untuk mengamankan Tahun Baru Imlek 2566, Kamis (19/2).
Jumlah personel keamanan tersebut akan disebar di beberapa titik tempat ibadah dan pusat keramaian di Kota Bogor.
Kepala Operasional (Kabag Ops) Kepolisian Bogor Kota, Komisaris Sahroni, kepada SP mengatakan, sekitar 500 personel polisi dan 400 personel TNI dan Satpol PP disiapkan untuk mengamankan perayaan Tahun Baru Imlek 2015.
“Ada sekitar 50 orang yang akan berjaga di beberapa wihara di Kota Bogor, selain itu beberapa personel juga disiapkan untuk berjaga di pusat keramaian dan lalu lintas,” katanya, Rabu (18/2).
Rekayasa lalu lintas juga dilakukan karena sejumlah ruas jalan akan dijadikan lokasi keramaian, di Jalan Ir H Djuanda, Jalan Jalak Harupat, Jalan Pajajaran, Jalan Siliwangi, Jalan Otista. Pengamanan juga dilakukan di wilayah pecinan, seperti di wilayah Suryakancana, Sukasari, dan Batutulis.
Sahroni juga tidak memungkiri bila pengamanan meningkat juga disebabkan keberadaan Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor hingga waktu yang belum ditentukan.
“Presiden Jokowi hingga hari ini (Rabu, 18/2) masih berada di Istana Bogor, belum ada kepastian presiden berada di Bogor pada saat Imlek nanti. Namun demikian, pengamanan tetap disiagakan,” paparnya.
Sementara, Kepolisian Resor Kabupaten Bogor memfokuskan pengamanan Tahun Baru Imlek di kawasan wisata Cisarua-Puncak.
Sekitar 150 personel disiagakan untuk mengamankan jalur Cisarua-Puncak. Polres Kabupaten Bogor memprediksi ada peningkatan jumlah volume kendaraan di beberapa titik pusat wisata.
“Hingga Rabu pagi, lalu lintas menuju Puncak terpantau ramai-lancar, diperkirakan kepadatan kendaraan akan meningkat hingga Kamis besok,” jelas Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kabupaten Bogor, Ajun Komisaris Bramastyo Priaji.
Titik-titik keramaian yang biasa menjadi antrean kendaraan seperti, Simpang Gadog, Tanjakan Selarong, Simpang Megamendung, Pasar Cisarua dan Simpang Cibereum atau Taman Safari.
“Penutupan arus atau one way bersifat situasional, berdasarkan tingkat kepadatan kendaraan. Pun diberlakukan, polisi akan memberlakukan satu arah pada pagi hari untuk memprioritaskan kendaraan yang menuju ke Puncak, dan satu arah pada sore hari untuk memprioritaskan kendaraan menuju Bogor/Jakarta,” tambahnya.
Jumlah personel keamanan tersebut akan disebar di beberapa titik tempat ibadah dan pusat keramaian di Kota Bogor.
Kepala Operasional (Kabag Ops) Kepolisian Bogor Kota, Komisaris Sahroni, kepada SP mengatakan, sekitar 500 personel polisi dan 400 personel TNI dan Satpol PP disiapkan untuk mengamankan perayaan Tahun Baru Imlek 2015.
“Ada sekitar 50 orang yang akan berjaga di beberapa wihara di Kota Bogor, selain itu beberapa personel juga disiapkan untuk berjaga di pusat keramaian dan lalu lintas,” katanya, Rabu (18/2).
Rekayasa lalu lintas juga dilakukan karena sejumlah ruas jalan akan dijadikan lokasi keramaian, di Jalan Ir H Djuanda, Jalan Jalak Harupat, Jalan Pajajaran, Jalan Siliwangi, Jalan Otista. Pengamanan juga dilakukan di wilayah pecinan, seperti di wilayah Suryakancana, Sukasari, dan Batutulis.
Sahroni juga tidak memungkiri bila pengamanan meningkat juga disebabkan keberadaan Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor hingga waktu yang belum ditentukan.
“Presiden Jokowi hingga hari ini (Rabu, 18/2) masih berada di Istana Bogor, belum ada kepastian presiden berada di Bogor pada saat Imlek nanti. Namun demikian, pengamanan tetap disiagakan,” paparnya.
Sementara, Kepolisian Resor Kabupaten Bogor memfokuskan pengamanan Tahun Baru Imlek di kawasan wisata Cisarua-Puncak.
Sekitar 150 personel disiagakan untuk mengamankan jalur Cisarua-Puncak. Polres Kabupaten Bogor memprediksi ada peningkatan jumlah volume kendaraan di beberapa titik pusat wisata.
“Hingga Rabu pagi, lalu lintas menuju Puncak terpantau ramai-lancar, diperkirakan kepadatan kendaraan akan meningkat hingga Kamis besok,” jelas Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kabupaten Bogor, Ajun Komisaris Bramastyo Priaji.
Titik-titik keramaian yang biasa menjadi antrean kendaraan seperti, Simpang Gadog, Tanjakan Selarong, Simpang Megamendung, Pasar Cisarua dan Simpang Cibereum atau Taman Safari.
“Penutupan arus atau one way bersifat situasional, berdasarkan tingkat kepadatan kendaraan. Pun diberlakukan, polisi akan memberlakukan satu arah pada pagi hari untuk memprioritaskan kendaraan yang menuju ke Puncak, dan satu arah pada sore hari untuk memprioritaskan kendaraan menuju Bogor/Jakarta,” tambahnya.
