NTMC - Polisi menembak mati seorang bandit yang diduga kerap kali melancarkan aksi kejahatan di sejumlah kota di Jawa Timur Selasa (24/3) kemarin. Pelaku kejahatan tersebut ternyata merupakan pelaku lama dalam dunia kriminalitas.
Arifin alias Rifin (32) , bandit kambuhan asal Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, Probolinggo telah lebih dari 100 kali beraksi di berbagai daerah dan terakhir bersama komplotannya merampok uang tunai Rp 20 juta yang hendak disetorkan Supriati, perempuan pegawai SPBU (pompa bensin) di Probolinggo ke kantor bank terdekat yang dibacok pelaku hingga tewas pada 8 Desember 2014 lalu.
“Korban berusaha mempertahankan uang yang dibawa, dan pelaku langsung membacok lehernya. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi akhirnya meninggal dunia,” tutur Kanit Bajak dan Sandera Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, Kompol Arbaridi Jumhur, menjawab pertanyaan wartawan Selasa tadi malam.
Sejak peristiwa itu, polisi terus mencari keberadaan komplotan Arifin pasca-Satreskrim Polres Probolinggo menangkap Bayu, pelaku lain yang biasa beraksi bersama Arifin.
Berdasar keterangan Bayu, petugas pun memburu keberadaan Arifin yang terus berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain.
“Dua pekan terakhir, dia terdeteksi berada di Bondowoso dan Probolinggo. Selasa dinihari, kita pastikan berada di sebuah rumah di Probolinggo. Karena melawan saat hendak diringkus, terpaksa kita lepaskan tembakan pelumpuhan. Karena masih juga menyerang dengan senjata tajam celurit, tembakan kedua baru melumpuhkan bandit raja tega itu,” tandas Arbaridi Jumhur.
Arifin sempat dilarikan ke RSUD Dr Saleh, Probolinggo, namun nyawanya tak terselamatkan