Para preman tersebut dikumpulkan di halaman Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka Bandung, Senin (29/6/2015). Mereka kemudian diberikan pengarahan serta akan dibina oleh masing-masing polsek sebelum dikembalikan kembali dan tak mengulangi perbuatannya.
“Menjelang lebaran ini banyak sekali laporan yang sifatnya pemaksaan. Contohnya parkir yang tidak sesuai, biasanya Rp 2 ribu, sekarang dipaksa jadi 10 ribu. Nah yang seperti ini yang kita antisipasi, masyarakat yang merasa terganggu,” ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol.
“Di Kota Bandung ini sore jelang buka puasa banyak sekali pedagang kaki lima yang berjualan takjil. Nah ini dimanfaatkan oleh preman-preman ini, mereka memaksa pedagang supaya membayar (pungutan) yang berlebihan. Nah ini kan tidak nyaman,” katanya.
Selain preman tukang palak, polisi juga mengamankan para calo-calo tiket. “Kita amankan juga calo-calo tiket seperti di stasion dan terminal-terminal,” tuturnya