NTMC - Terkait aksi kelompok Radikal ISIS yang bergejolak dan belum surut, ungkap Kapolri Jenderal Badrodin Haiti pihak Kepolisian Republik Indonesia menerima laporan dari pihak keamanan Turki bahwa terdapat 25 Warga Negara Indonesia yang bergabung dan terlibat dengan komplotan radikal ISIS tersebut.
Dugaan penyebab bergabungnya individu-individu ke dalam kelompok radikal tersebut berkaitan langsung dengan masalah ideologi. tutur Badrodin.
Besar kemungkinan bukan hanya warga biasa di Indonesia, melainkan polisi serta pejabat negara lain juga dapat terpengaruh. jelasnya.
Maka dari itu yang dapat kita lakukan adalah para ulama yang moderat untuk membentengi sehingga tidak terjerumus dikarenakan perekrutan kelompok tersebut sudah sangat terbuka seperti melalui jaringan media sosial. tambahnya.
Kini kesulitan yang dihadapi adalah karena pihak-pihak masih belum bisa menindak sebelum ada bukti tindak pelanggaran hukum. Upaya memonitor pergerakan aksi terorisme ini pun terus dilakukan semua pihak. tutup Badrodin.
