Usai Libur Panjang, Loket Pelayanan SIM dan Samsat Polres Trenggalek Diserbu Masyarakat

16:48
NTMC POLRI - Kepala Kepolisian Resor Trenggalek, Jawa Timur, Ajun Komisari Besar Polisi I Made Agus Prasatya, SIK, M.Hum, menegaskan bahwa salah satu indikator pelayanan publik yang baik adalah tingkat kepuasan masyarakat. Perpanjangan jam pelayanan hari Senin (11-07-2016) merupakan wujud dari komitmen Polres Trenggalek untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Tak seperti biasanya, hari pertama masuk kerja ini pemohon SIM maupun wajib pajak di Kantor Bersama Samsat Trenggalek tampak membludak tiga kali lipat dari biasanya. 

Petugas pun sedikit kewalahan melayani para pemohon yang demikian banyak.

Tak hanya di Samsat Induk saja, pelayanan drive thru dan Samsat Keliling pun diserbu masyarakat. Saking banyaknya masyarakat yang ingin membayar pajak kendaraannya, menyebabkan antrian mengular cukup panjang.

Wajar saja, selama libur panjang kantor pelayanan juga tutup. Tak ingin didenda karena keterlambatan membayar pajak kendaraan ataupun SIM yang habis masa berlakunya, masyarakat pun nekat berbondong-bondong mengurusnya. Tak ayal, kantor Satpas SIM dan Samsat penuh sesak dijejali oleh pemohon.

“Mulai hari ini pelayanan SIM dan Samsat sudah aktif seperti biasa,” kata Kepala Unit Regident Iptu Ega Prayudi S.Kom.

Banyaknya pemohon berdampak pula pada antrian berkas yang menumpuk di meja petugas. Tak ingin mengecewakan masyarakat yang sudah mengantri, jam pelayanan pun ditambah lebih lama. Normalnya pelayanan ditutup pukul 14.00 WIB, namun kali ini diperpanjang hingga pukul 18.00 WIB.

“Kasihan masyarakat yang domisilinya jauh, sebisa mungkin kita layani sampai selesai,” terang Iptu Ega Prayugi.

Lutfi, warga Kecamatan Panggul yang sedang mengurus pembayaran pajak tahunan motornya yang hari ini jatuh tempo terakhirnya itu telah mengantri cukup lama. “Sempat khawatir tadi, rumah saya jauh mas, kalau nggak selesai kan harus balik lagi besok. Tapi alhamdulillah, walaupun sampai sore tapi bisa selesai hari ini,”ujarnya seraya tersenyum.

Lain lagi dengan Yusrin warga Kampak. Ia nekat bolos dari perusahaan tempatnya bekerja di Surabaya untuk mengurus SIM-nya yang telah habis masa berlakunya. “Kebetulan mudik sekalian ngurus SIM. Ketar-ketir juga tadi takut gak bisa jadi hari ini terpaksa bolos lagi besok. Gaji pasti dipotong,”kata Yusrin.

“Hari ini jadi mas, sama petugasnya tetap dilayani sampai sore, gak jadi bolos,” ujarnya seraya bersyukur.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »