Konvoi Wajib Pakai Etika

09:06


JAKARTA - Kampanye keselamatan berkendara terus digulirkan oleh Road Safety Association (RSA). Kali ini merambah ke komunitas pecinta mobil putih, (WCC), di Karawaci, Tangerang, kemarin (20/1/2013). Sekitar 60 anggota komunitas ikut berbagi pemahaman masalah keselamatan berkendara.

Fokus utama pembahasan, pentingnya meredam arogansi di jalan demi keselamatan bersama. Termasuk konvoi di jalan raya yang kerap dilakukan komunitas sepeda motor dan mobil di Jakarta.

Merujuk pada Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ, konvoi adalah iring-iringan kendaraan yang dikawal oleh polisi lalu lintas (polantas). Berarti konvoi punya hak istimewa,  mendapat prioritas. Karena itu, tidak heran, kadang konvoi seanaknya menerobos lampu merah, ujar Edo Rusyanto, ketua umum RSA.

Konvoi bukan semata legalitas, juga ada etikanya. Bagaimana perasaan pengguna jalan lain ketika ratusan mobil beriring-iringan menutup jalan dan mendapat prioritas? Etika seharusnya mendapat porsi terhormat ketika di jalan raya.

Dengan beretika, kita saling menghargai, menunjukan keberadaban sebagai manusia, berlalulintas yang humanis, lanjut Edo.

Untuk itu, kalau mau konvoi, sebaiknya dibuat kelompok-kelompok kecil. Misal 10 mobil. "Ketika lampu merah, harus berhenti. Kecuali, jika kelompok-kelompok kecil tadi masing-masing di kawal polantas. Lain cerita," beber Edo.
Sementara itu, Iwan Pranoto, dari Garda Oto mengajak agar anggota komunitas WCC mengutamakan keselamatan di jalan. Berkendaralah yang tertib dan mentaati aturan. 


Klaim asuransi bisa gugur jika kecelakaan terjadi karena melanggar aturan di jalan, tegasnya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »