Headlines News :

Head Lines

Latest Post

Mobil Tabrak Motor di Sleman, Dua Orang Tewas

Written By Firmansyah Djavu on Monday, 6 July 2015 | 15:17


NTMCPOLRI - Seorang pengendara motor dan dua orang pemboncengnya terkapar usai ditabrak sebuah mobil di Jalan Ring Road Barat, Bedog, Gamping, Sleman, Minggu (5/7/2015) siang.
Dua orang akhirnya diketahui meninggal dunia, sementara seorang lain harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Salah seorang saksi mata Uni (26) menceritakan kejadian yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB tersebut.
Berawal saat motor Yamaha Mio berwarna merah dengan nomor polisi AB 6517 MH yang dikendarai seorang pria dan memboncengkan seorang wanita dan anak-anak melaju di Jalan Ring Road Barat dari arah selatan di jalur lambat.
Diduga hendak memutar balik saat berada di TKP tiba-tiba motor berpindah jalur dan masuk jalu cepat.
Saat itulah dari arah yang sama di jalur cepat melaju mobil berjenis Isuzu Panther dengan nomor polisi AD 8873 WF dan menabrak pengendara motor tersebut.
"Ditabrak dari belakang, orangnya sampai mental yang nyupir," ceritanya.
Mobil pun kemudian berhenti sementara orang-orang berkerumun untuk membantu korban, tak lama kemudian petugas kepolisian dan ambulans pun datang untuk menolong korban.
"Bapak dan ibunya kayanya meninggal udah tidak gerak, kalau anaknya masih hidup cuma kayanya lecet-lecet," tambahnya.
Kanit Laka Satlantas Polres Sleman, Iptu Tri Ambar, membenarkan hal tersebut dua korban meninggal dunia di TKP atas nama R. Purbo Sudarminto (68), dan pembonceng atas nama Triasih (60) keduanya beralamat di Pringgokusuman GT.II/580 RT31/08 Gedongtengen Yogyakarta.
Seorang pembonceng lain yaitu Abit (10) yang beralamat sama mengalami luka berat dan saat ini dirawat intensif si RS Queen Latifa Gamping Sleman.
Dia menceritakan semula sepeda motor yang dikendarai Purbo melaju dari arah selatan ke utara dijalur lambat, menjelang sampai di TKP dia hendak berputar arah dan masuk ke jalur cepat.
Pada saat yang bersamaan dari arah selatan ke utara melaju Mobil Isuzu Panther yang dikendarai di jalur cepat pada lajur kanan.
"Karena jarak sudah dekat, mobil sudah berusaha mengerem tetapi masih membentur sepeda motor Yamaha Mio tersebut hingga terjadi kecelakaan," tambah Tri Ambar.
Saat ini kasus ini masih dalam penanganan Unit Laka Satlantas Polres Sleman.

Bikers Tewas Ditabrak Mobil di Duren Sawit


NTMCPOLRI - Diduga mengantuk saat mengendarai sepeda motor, Siswanto tewas ditabrak mobil di Jalan Abadi Duren Sawit, Jakarta Timur, sekira pukul 02.00 WIB.
Menurut keterangan saksi, Ibra, korban saat itu sedang melintas dilokasi kejadian menuju Jatinegara, tiba-tiba korban terjatuh dan terpental.
"Saat korban terjatuh, dari arah berlawanan datang mobil dengan kecepatan tinggi dan langsung menabrak korban," ujar Ibra dilokasi, Senin (6/7/2015).
Kata dia, korban langsung tewas dilokasi kejadian dengan luka parah di bagian kepala. Sementara mobil minibus berwarna hitam itu melarikan diri. "Mobilnya langsung kabur pas nabrak korban," pungkasnya.
Petugas yang tiba dilokasi langsung membawa jasad warga Kebumen yang tinggal di Tegalamba, Duren Sawit itu, ke Rumah Sakit Cipto Mangungkusumo, Jakarta Pusat untuk di autopsi.
Sedangkan motor korban dibawa ke kantor Satwilantas Jakarta Timur, dan kasus tabrak lari ini masih dalam penyelidikan petugas.

Rumah Penyidik KPK Diteror Bom di Bekasi


NTMCPOLRI - Seorang pria yang tidak dikenal mengirim sebuah paket yang menyerupai bom ke rumah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial A di Perum Mediterania Regency Jalan Anggrek Blok A No. 160 RT 04/16, Kelurahan Jakamulya, Kecamatan Bekasi Selatan, Minggu (5/7) pukul 23.00.
Benda tersebut berbentuk kotak dan terbuat dari sterofoam. Setelah itu dilapisi lakban hitam dengan lilitan kabel hitam, sehingga bila dilihat seperti rangkaian sebuah bom.
Wakil Kepala Kepolisian Resor Bekasi Kota, Ajun Komisaris Besar Asep Edi Suheri memastikan, benda tersebut bukanlah paket bom. Sebab pihaknya bersama tim Gegana Mabes Polri telah memeriksa paket tersebut. Saat dicek, rupanya hanya rangkaian kabel saja, tanpa ada bahan peledak di benda tersebut. "Hanya terdapat sterofoam dan kabel, jadi tidak ada daya ledaknya," ujar AKBP Asep pada Senin (6/7) pagi.
AKBP Asep mengatakan, berdasarkan Standar Operasional Prosedut (SOP), kemudian benda tersebut diledakan oleh tim Gegana. Selanjutnya dibawa ke markas guna penyelidikan lebih lanjut.
Menurut AKBP Asep, pihaknya masih mendalami motif pengiriman paket tersebut. AKBP Asep enggan berspekulasi apakah pengiriman paket tersebut berkaitan dengan pekerjaan korban sebagai penyidik KPK. "Kami belum dapat menyimpulkan motif kasus ini, apakah teror biasa atau berkaitan dengan pekerjaan korban sebagai penyidik KPK," kata AKBP Asep.
Teror bom ini mencuat, ketika pemilik rumah A melaporkan kejadian ini ke polisi pada Minggu (5/7) pukul 23.00. Berbekal informasi itu, petugas langsung terjun ke lapangan guna mengecek paket tersebut.
Petugas yang tiba langsung menyisir dan mensterilkan lokasi karena paket tersebut akan diledakan. Setelah diledakan, paket tersebut dibawa ke Mabes Polri guna diteliti.

Kisah Kapolres Cimahi: Menaklukkan Ganasnya Samudra Di Tengah Bulan Puasa


NTMCPOLRI - Banyak pengalaman menarik saat bulan Ramadan yang dialami Kapolres Cimahi, AKBP Dedy Kusuma Bakti terutama saat bertugas sebagai perwira polisi. Salah satunya, ketika ada peristiwa besar skala internasional yakni tenggelamnya kapal pengangkut imigran gelap di perairan sekitar Jayanti, Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur pada 2013 yang bertepatan dengan bulan puasa.
Saat itu, Dedy masih menjabat Kapolres Cianjur. Kapal tersebut mengangkut ratusan imigran gelap, yang berasal dari Timur Tengah dan puluhan orang tewas dalam musibah tersebut.
Dedy memimpin langsung proses evakuasi penyelamatan para korban. Meski saat itu kendala alam yang sempat mempesulit evakuasi, karena ganasnya laut selatan, serta kondisi fisik ketika berpuasa, namun Dedy dan anggotanya tetap semangat menjalankan tugas sebagai anggota polisi, sekaligus menunaikan rukun Islam yang keempat.
"Alhamdulillah, semangat anggota luar biasa, walaupun dihadapkan pada kendala alam yang sulit, karena ganasnya laut selatan, serta kondisi fisik ketika berpuasa, berkat pertolongan Allah SWT jumlah yang berhasil diselamatkan atau dievakuasi mencapai 90 persen, 10 persen diantaranya meninggal dunia," ujar Dedy, Senin (6/7/2015).
Cari tajil
Saat itu, karena lokasi evakuasi atau perairan memang bukan merupakan daerah perkotaan, tentunya pada saat tiba waktu maghrib atau buka puasa, Dedy sempat kesulitan menjari tajil. Sehingga pria kelahiran Pasuruan 20 Oktober 1974 ini, membatalkan puasa hanya dengan air mineral dalam kemasan.
"Namun karena semangat, saya melihat tidak ada keluhan dari anggota sedikit pun. Sekalipun mereka kelelahan dan senantiasa dihadapkan pada ketegangan yang luar biasa, karena harus terjun langsung ke Samudera Selatan yang sangat berbahaya, mereka tetap melaksanakan tugasnya dengan semangat dan senantiasa bergembira," katanya.
Saa itu kondisi Samudera tengah ganas, sehingga tidak ada nelayan yang melaut karena ombak yang tinggi dan ketidakadaan ikan karena cuaca serta arus laut yang ganas. Dedy dan anggota pun, membatalkan puasa hanya dengan minum air minerl saja. Dan kondisi itu berlangsung selama seminggu hingga pencarian evakuasi korban selesai.
"Para nelayan juga kita mintai tolong untuk ikut bersama kita melakukan SAR. Jadi pas waktu buka, ada air mineral saja. Ketika sudah agak gelap, pencarian kita hentikan, nah baru kita bergeser ke kota kecamatan untuk makan," katanya.
Pria yang berpostur tubuh 178 cm ini, mengkau sering terharu jika mengingat perisiwa tersebut. Telebih ketika ia harus melihat korban anak-anak yang tenggelam di laut. Seluruh proses evakuasi yang mnegharukan itu berlangsung selama seminggu.
"Bertugas di bulan puasa itu malah asyik. Karena waktu akan sangat tidak terasa berjalan dengan sangat cepat. Selain itu, tentunya niatan kita ketika bertugas pastinya akan lebih termurnikan," ujar Dedy.

Kapolda Kaltim Beri Potongan Tumpeng Pertama Kepada Polwan Termuda di Polda Kaltim


NTMCPOLRI - Polisi Wanita (Polwan) adalah salah satu aset potensial Polri. Polwan memiliki peranan yang sangat penting di institusi yang sudah genap berumur 69 tahun ini. Sudah banyak jabatan-jabatan strategis yang dijabat oleh seorang Polwan, seperti Kapolsek, Kapolres bahkan pada Jabatan Unit Perempuan dan perlindungan anak, hampir seluruh Kanitnya dijabat oleh seorang Polwan.
Bripda Dina Amalia adalah salah satu dari sekian banyak Polwan di jajaran Polda Kaltim, memulai karirnya melalui penerimaan jalur Brigadir dari Mapolresta Samarinda, kemudian menempuh pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Mojokerto, Jawa Timur tahun 2014 Silam, lalu ditempatkan di Polda Kalimantan Timur, Polwan berparas cantik ini dinobatkan sebagai Polwan termuda se-Polda Kalimantan Timur. Pada acara syukuran HUT Bhayangkara ke 69 lalu (1/6), Ia mendapatkan potongan tumpeng pertama dari Kapolda Kaltim Irjen Pol Drs. Andayono sebagai bentuk penghargaan.
Menjadi seorang Polwan merupakan cita-citanya sejak kecil. Hal inilah yang membuat Pemenang King and Queen Duta IM3 tahun 2013 ini, walaupun mendapat banyak tawaran dari dunia modeling dan entertaiment tidak memudarkan keinginannya untuk menjadi seorang Polwan.
"sejak kecil, saya memang sudah ingin menjadi Polwan. Jadi meski pun banyak tawaran yang datang untuk menjadi seorang model cita-cita saya tetap tidak berubah. Begitu lulus sekolah, saya langsung daftar jadi polwan, Alhamdulilah diterima," ujar Dina.
Berbekal kedisiplinan selama pendidikan dan tekad yang kuat untuk menggapai cita-citanya, Dina mendapatkan kehormatan untuk bertugas sebagai anggota Provost Polda Kaltim, Bidang yang mengemban tugas sebagai pengawas indisipliner anggota Polri.
"Saat pendidikan, jadwal latihan saya sangat padat, mau tidak atau mau, suka tidak suka, harus siap. Capek memang. Tapi dari situlah sikap disiplin saya semakin kuat tertanam,” kata alumni SMAN 1 Samarinda ini.
Sepeningglan ayahnya, ibu adalah satu-satunya orangtua yang disayanginya. Diungkapkannya, saat menjalani pendidikan perasaan rindu akan sosok ibu kerap menghampirinya, namun perasaan itu harus ia tahan demi sebuah cita-cita yang sudah ia impikan sejak kecil.
“bangga rasanya bisa melewati pendidikan yang sedemikan berat dan akhirnya aku bisa menggunakan seragam Polri lengkap pada saat pelantikan. Semua aku persembahkan buat ibuku” ungkapnya.
Ia mengaku bersyukur dengan apa yang telah diraihnya saat ini, sebagai anggota Polri ia mengaku siap untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Termasuk pada saat lebaran kali ini, dirinya tidak mengetahui pasti apakah bisa berkumpul dengan keluarga atau tidak. Yang pasti, dirinya menyatakan siap dengan konsekuensi yang diterimanya sebagai anggota Polri.
"Karena profesi Polwan adalah pilihan saya, meskipun lebaran masih berdinas saya harus siap," tutupnya.

Dua Anggota Kelompok Palembang Dibekuk Polsek Pasar Minggu


NTMCPOLRI - Senin, (06/07)Kelompok Palembang spesial pecah kaca mobil tertangkap basah saat melakukan aksinya.
Di Jl. Pertanian 3A RT 12/04 Pasar Minggu sekitar pukul 15:30 WIB.
Kapolsek Pasar Mingu Kompol Dody menjelaskan saat ditemui. "Aksi pelaku diketahui oleh samuel warga setempat yang melintas selepas pulang kerja, melihat ada dua orang yang duduk di atas motor tak dikenal tiba-tiba satu orang memecahkan kaca mobil Fortuner hitam dan berhasil menggasak 1 buah tas berisi laptop berusaha kabur mendekat motor berhasil ditendang jatuh sama motornya, dan tersangka satunya terjungkal masuk got, saat akan lari kabur anggota Bhabinkamtibmas Aiptu Mamay yang sedang dambangi wargalangsung mengejar dan berhasil menangkap pelaku".
"Kita Apresiasi atas keberanian warga yang telah menggagalkan aksi para pelaku pecah kaca ini, serta anggota bhabinkamtibmas yang telah berhasil menangkap", ujar Dody.
Kedua tersangka M, 41 tahun warga setiabudi Jaksel dan AR 37 tahun warga Jatinegara Jaktim berikut barang bukti 1 unit laptop, 1 unit motor Mio digelandang ke Polsek Pasar Minggu.
Keduanya kini menjalani pemeriksaan secara intensif untuk pengembangan kelompoknya, keduanya mengakui dari kelompok Palembang.
Kedua tersangka kami kenakan pasal 363 jo 53 KUHP percobaan pencurian dengan pemberatan, ancaman kurungan 5 tahun kurungan", tutup Dody.

KAPOLDA METRO JAYA: JIKA PELAKU KEJAHATAN GUNAKAN SENPI, TEMBAK KEPALANYA JANGAN KAKINYA

Written By Mediaatas on Sunday, 5 July 2015 | 15:58

  • polda
  • polda
  • polda

NTMC - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian menginstruksikan jajarannya untuk bertindak tegas kepada pelaku kejahatan yang membahayakan petugas. Namun jika pelaku kejahatan yang menggunakan senjata api, kepolisian tidak akan kompromi untuk menembak pelaku.

“Kalau melawan, lakukan upaya paksa dari paling ringan sampai mematikan. Kalau dia pakai kampak merah misalnya, gunakan juga kekuatan mematikan, tembak kakinya jangan, tembak kepalanya!” Kata Tito di Jakarta, Sabtu (4/7/2015).

Tito menambahkan, jika pelaku kejahatan tidak membawa senjata api atau barang berbahaya lainnya cukup dengan tembakan ke arah kaki. “Tembak kaki kalau mau melarikan diri dan tidak membahayakan orang lain,” tegas Tito

“Yang harus dilakukan adalah lakukan tindakan proporsional sesuai diskresi masing-masing anggota,” sambung Tito.

Untuk itu, mantan Kepala Densus 88 Mabes Polri itu berharap agar setiap personil Kepolisian memerhatikan pola dan gaya hidup, guna menunjang kerja Kepolisian. “Makanya Polisi gak boleh gemuk, harus kurus-kurus,” ujar Tito.

Kapolres Jakarta Barat Kombes Rudy Heryanto juga mengintruksikan anak buahnya untuk bertindak tegas menghadapi aksi kejahatan yang menggunakan senjata api. Aparat polisi pun diminta tidak ragu menembak pelaku, bahkan di kepala jika aksinya itu membahayakan petugas.

“Saya sudah katakan kepada anggota kalau memang ada kejadian dan membahayakan petugas. Silakan tembak di tempat. Kalau perlu tembak kepala,” katanya.

TAWURAN ANTAR PESERTA SOTR TERJADI DI TIGA LOKASI DI JAKARTA.

  • SlK7e4mI6g
  • SlK7e4mI6g
  • SlK7e4mI6g

NTMC - Minggu (5/7) dini hari, tiga tawuran terjadi di tiga lokasi di Jakarta. Pemicunya saling ejek antara peserta sahur on the road alias SOTR.

Tawuran pertama terjadi di perempatan Mampang arah Warung Buncit, Jakarta Selatan yang terjadi sekitar pukul 00.34 WIB, Lokasi tawuran kedua yang melibatkan peserta SOTR terjadi di sekitar Blok M Plaza, Lokasi tawuran ketiga di waktu yang hampir bersamaan sekitar pukul 01.21 WIB terjadi dikawasan Jalan Gajah Mada.

Penyebab di ketiga lokasi tawuran ialah saling ejek antara peserta SOTR yang melintas dengan sejumlah remaja yang sedang nongkrong di pinggir jalan. Aksi lempar batu dan kayu sempat terjadi, sebelum polisi yang sedang berpatroli datang dan membubarkan tawuran.



Saat ini, lokasi tawuran sudah dijaga aparat dari kepolisian dan sudah kondusif. Untuk mencegah aksi tawuran susulan, aparat kepolisian diterjunkan dan menindak para peserta sahur on the road yang membawa barang barang yang tidak berhubungan dengan kegiatan SOTR. Polisi telah mengimbau kepada pihak camat dan lurah setempat untuk bersama sama mengantisipasi terjadinya tawuran SOTR.

Di kawasan Senayan, aparat gabungan melakukan razia terhadap pengendara termasuk para peserta SOTR yang melanggar aturan lalu lintas.

KORLANTAS POLRI GELAR KOORDINASI ANTARA POLDA JABAR DAN JATENG TERKAIT PENGAMANAN MUDIK 2015


NTMC – Mabes Polri akan mengirim bantuan pasukan ke jalur mudik yang melintasi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Hal ini terkait rangkaian pengamanan mudik Lebaran 2015.

Kakorlantas, Irjen Condro Kirono mengatakan beberapa waktu lalu pihk sudah menggelar rapat koordinasi antara Polda Jawa Barat dan Polda Jawa Tengah.

“Dalam rapat itu, dibahas juga soal perbuatan-perbuatan yang akan dibackup Mabes Polri. Termasuk jumlah pasukan yang akan diturunkan untuk diperbantukan ke Polda Jawa Barat dan Jawa Tengah,” tekrang Condro, Minggu (5/7/2015).

Condro melanjutkan nantinya personel-personel itu akan diperbantukan dan disebar ke titik-titik rawan macet sepanjang jalur mudik.
Mereka juga akan dilibatkan menjadi pagar betis di titik rawan kecelakaan.

“Mereka semua disebar, ada yang pagar betis, ada yang mengamankan pasar-pasar tumpah, persimpangan, dan lainnya. Jumlah personel yang dikirim ke Polda Jawa Barat dan Polda Jawa Tengah masih dikoordinasikan,” tambahnya.

POLSEK BALARAJA AMANKAN 45 UNIT MOTOR SAAT TERJADI AKSI TREK-TREKAN DI KAWASAN INDUSTRI BALARAJA

  • motor
  • motor
  • motor

NTMC – Polsek Balaraja membubarkan dan mengamankan 45 unit motor saat terjadi aksi trek-trekan jelang waktu sahur. Aksi ini terjadi di kawasan industri Olex Balaraja, Kabupaten Tangerang, dini hari tadi.

Kapolsek Balaraja Komisaris Polisi Mirodin mengatakan, razia trek-trekan ini dalam rangka Operasi Cipta Kondisi untuk mengamankan wilayah selama bulan ramadan, katanya, Minggu (5/7/2015).

“Kami mendapat laporan warga yang merasa resah dengan adanya aksi trek-trekan ini. Selain itu pula, trek-trekan ini sangat membahayakkan keselamatan mereka juga,” jelasnya.

Operasi tersebut digelar pada Sabtu (4/7) malam hingga dini hari tadi menjelang Subuh. Polsek Balaraja mengerahkan 18 personil di lokasi untuk membubarkan aksi trek-trekan tersebut.

“Totalnya ada 45 unit motor yang melakukan trek-trekan serta puluhan pelaku trek-trekan yang rata-rata berusia 17 tahunan ke atas,” ucapnya.

Motor tersebut kemudian diangkut ke Mapolsek Balaraja menggunakan mobil truk. Selanjutnya para pelaku balapan liar didata.

“Untuk kendaraannya kami datakan dulu. Jika tidak ada kelengkapan surat-surat kendaraannya akan kami kandangkan, tetapi kalau sudah lengkap surat-suratnya kita kembalikan dengan catatan membuat surat pernyataan tidak akan melakukan lagi,” jelasnya.

Menurut Mirodin, kawasan industri Olex di Balaraja ini memang kerap menjadi ajang trek-trekan karena jalannya yang lebar dan panjang. Antisipasi ke depan, pihak kepolisian akan mendirikan posko terpadu dengan Polsek tetangga karena wilayah tersebut berbatasan dengan Polsek Tigaraksa.

“Kemudian kami juga akan berdayakan sekuriti kawasan industri untuk ikut mengamankan trek-trekan, paling tidak segera melapor jika terjadi indikasi adanya kerumunan pemuda untuk balapan liar,” tuntasnya.

MAPOLRES BANDARA DAN TIM LABFOR MABES POLRI KOORDINASI PENYEBAB TERJADINYA KEBAKARAN BANDARA SOETTA

  • 074618700_1436056471-kekabaran2
  • 074618700_1436056471-kekabaran2
  • 074618700_1436056471-kekabaran2

NTMC – Mapolres Bandara berkoordinasi dengan tim Labfor Mabes Polri untuk melakukan penyelidikan penyebab kebakaran yang terjadi di JW Lounge terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Kebakaran mulai terjadi pada pukul 06.00 WIB dari dalam JW Lounge Terminal 2E. Namun pukul 07.30 WIB, kebakaran sudah dapat diatasi. .

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol CH Pattopoi menjelaskan, belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran, dan sejauh ini masih berkoordinasi dengan Labfor Mabes Polri,” jelasnya, Minggu (5/7/2015).

Pottopoi menambahkan, kebakaran terjadi pukul 06.00 WIB karena pusat api di dalam, menyebabkan kepulan asap. Proses pengeluaran asap yang lama, sehingga check in dihentikan. Pukul 08.30 WIB asap keluar dari dalam,” tambahnya.

“Namun api tidak menyebar, jadi hanya di satu titik. Saat ini sudah dipadamkan, dan petugas sedang melakukan pembersihan di lokasi yang terbakar,” sambung Pattopoi.

Saat ini proses check in di terminal 2F dan terminal 2D sudah kembali normal. Menurutnya ada beberapa perubahan jadwal penerbangan, namun masih menunggu koordinasi dengan pihak Angkasa Pura II.

“Check in domestik sudah jalan di 2F, sedang penerbangan internasional di 2D. Ada perubahan jadwal penerbangan juga,” kata bebernya.

KAPOLRES DEPOK PIMPIN OPERASI GABUNGAN DITITIK RAWAN KAMTIBMAS

  • polres depok
  • polres depok
  • polres depok

NTMC -Kapolres Depok Kombes Dwiyono pimpin patroli gabungan skala besar melibatkan Polres Depok, unsur TNI, Dinas Perhubungan dan Satpol PP Depok dengan total kekuatan 557 personel yang dipimpin . Patroli skala besar digelar pada Sabtu (4/7) pukul 22.00-02.30 WIB, Minggu. (5/7).
Kapolres Depok Kombes Dwiyonopatroli menerangkan, Patroli gabungan skala besar akan dilaksanakan di beberapa titik lokasi rawan gangguan kamtibmas. Lokasi yang kerap menjadi ajang balapan liar dan sejumlah hotel melati pun tidak terlepas dari patroli skala besar ini, terangnya.

“Patroli skala besar ini kita gelar dalam rangka operasi cipta kondisi untuk memberikan keamanan kepada masyarakat selama bulan puasa ini,” jelasnya, Minggu (5/7/2015).

Patroli skala besar tidak hanya digelar di pusat kota Depok, tetapi juga di wilayah lain yang dipimpin para Kapolsek. Dalam patroli ini, yang menjadi sasaran petugas adalah segala bentuk penyakit masyarakat dan juga tindak pidana.

“Seperti miras, narkoba, judi, curat, curak, curanmor, sajam senpi, bahan peledak dan narkoba,” katanya.

Dari hasil patroli skala besar, petugas menemukan adanya pedagang miras yang masih beraktivitas. Serta ada pula pasangan mesum yang bukan suami-istri berduaan di hotel di bulan puasa ini.

“Ada 3 orang pedagang miras yang akan kita proses lebih lanjut. Kemudian kami juga mengamankan 6 wanita tanpa identitas bersama lelaki yang bukan suaminya di penginapan di Depok,” ujarnya.

Sementara, adal 214 bbotol miras berbagai merek dan 61 bungkus ciu yang turut disita petugas. Selain itu, polisi juga mengamankan 27 unit motor tanpa kelengkapan surat yang hendak digunakan trek-trekan oleh sejumlah pemuda.

Polda Metro Bentuk Satgas Rumah Kosong

Written By fachrul rizal on Saturday, 4 July 2015 | 13:00

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Mohammad Iqbal. Foto: Puskominfo Bid Humas Polda Metro Jaya.

NTMC - Kapolda Metro Jaya telah memerintahkan kepada jajarannya untuk dapat membuat satgas rumah kosong pada saat musim mudik Lebaran 2015 ini.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Humas (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Mohammad Iqbal, Jumat (3/7), seperti dikutip dari laman resmi Puskominfo Bid Humas Polda Metro Jaya.

Menurutnya, satgas rumah kosong tersebut terdiri dari polisi, tentara, dan warga yang akan berpatroli mengawasi rumah kosong yang ditinggal pemiliknya pulang ke kampung halaman. Hal ini, jelas Iqbal, menyusul rumah yang ditinggal mudik Lebaran kerap kali menjadi sasaran pencuri.

Satgas tersebut, lanjut Iqbal, juga akan ditempatkan di pos-pos pengawasan rumah kosong. Tugas mereka akan dimulai pada H-7 hingga H+7, untuk memastikan rumah yang ditinggal mudik aman, termasuk mewaspadai kebakaran karena korsleting listrik.  

Polres Pemalang Siapkan Pos Pelayanan dan Pengamanan Arus Mudik


Foto: Antara
NTMC - Menjelang arus mudik dan balik Lebaran 1436 hijriah, Polres Pemalang, Jawa Tengah menyiapkan beberapa pos pelayanan dan pengamanan yang akan disebar di seluruh jalur mudik Lebaran yang melintasi wilayah Pemalang.
Kapolres pemalang, AKBP Dedi Wiratmo, Sabtu (4/7) mengatakan, tujuan didirikannya pos pelayanan dan pengamanan ini adalah untuk memberikan pelayanan bagi para pemudik yang melintasi Pemalang.
Dijelaskan Dedi, pihaknya telah menyiapkan sebanyak tiga pos pelayanan dan 37 pos pengamanan, dimana menurut Dedi pos pelayanan ditempatkan di tiga titik yakni Comal, Pemalang dan Randu Dongkal.
Sedangkan 37 pos pengamanan akan disebar di sepanjang jalur pantura, jalur kota, dan jalur selatan pemalang, selain jalur yang dilalui oleh para pemudik, pos pengamanan juga dibangun di tempat ibadah dan tempat pariwisata.
Kontributor Elshinta, Eka Susanti melaporkan petugas yang bertugas di pos pelayanan terdiri dari gabungan dari pihak kepolisian, TNI dan dinas terkait dari Pemda Pemalang. Sementara, untuk pos pengamanan terdiri dari anggota kepolisian saja, dimana semua pos pengamanan akan ditempatkan di sebelah kiri pada saat arus mudik, dan pada saat arus balik semua pos pengamanan akan ditempatkan di sebelah kanan.
Hal ini untuk memudahkan dan mempercepat bagi para petugas kepolisian untuk mengatur arus lalu lintas apabila terjadi kemacetan maupun ketersendatan.
Selain pos pelayanan dan pengamanan, Polres Pemalang yang mendapatkan Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Polda Jateng menyiagakan sekitar 700 personil, dimana Polres Pemalang juga membentuk tim ekspedisi urai mudik Lebaran, karena diperkirakan wilayah Pemalang merupakan titik lelah dari pemudik setelah melintasi Tol Cipali.

Posko Angkutan Lebaran Terpadu Pantau Arus Mudik 2015

Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2015. Foto: dephub.go.id

NTMC - Pemerintah telah membuka Pos Koordinasi (Posko) tingkat nasional angkutan Lebaran 2015, untuk melaksanakan pemantauan dan pengendalian lalu lintas dan angkutan Lebaran terpadu.
Menteri Perhubungan merupakan koordinator penyelenggara nasional Posko Angkutan Lebaran Terpadu ini.
Informasi yang diperoleh dari laman resmi Kementerian Perhubungan di dephub.go.id, dalam sambutannya saat pembukaan Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2015/1436H, Kamis (1/7), Menhub Ignasius Jonan mengatakan, tujuan pembentukan posko ini adalah untuk untuk melaksanakan pemantauan dan pengendalian lalu lintas serta angkutan Lebaran terpadu baik di darat, laut, udara dan kereta api.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penyelenggaraan Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2015 dilaksanakan pada H1 -15 sampai dengan H2 +9. Hal ini dikarenakan, menurut Jonan, mobilitas manusia akan terjadi dalam waktu yang bersamaan.
“Pada masa angkutan Lebaran tahun ini akan terjadi mobilitas manusia dalam waktu yang bersamaan, oleh karena itu kita memulai lebih awal secara nasional yaitu pada H1 -15 dan akan berakhir pada H2 +9, karena menyelenggarakan empat moda yang berbeda yaitu darat, laut, udara, dan kereta api”, jelas Menhub.
Selain waktu penyelenggaraan posko yang lebih panjang dibanding tahun lalu, pada tahun ini Menhub telah menugaskan kepada seluruh pejabat di Kementerian Perhubungan untuk melakukan pemantauan, monitoring, serta mengawasi penyelenggaraan angkutan Lebaran secara langsung. 
Di samping itu, Menhub telah memutuskan untuk memperpanjang waktu pelarangan kendaraan berat untuk tidak beroperasi yaitu dari H-5 sampai dengan H+3, kecuali angkutan pengangkut bahan pangan, ternak, BBM serta bahan pokok lainnya.
Selain Kementerian Perhubungan, Posko Angkutan Lebaran Terpadu ini juga melibatkan lembaga terkait lainnya seperti Kepolisian RI, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, BMKG, Badan SAR Nasional, KNKT, Kementerian Kominfo, Perum DAMRI, PT. ASDP Indonesia Ferry, PT. PELNI, PT. Pelindo II, PT. Angkasa Pura I, PT. Angkasa Pura II, PT. KAI, PT. Jasa Marga, PT. Jasa Raharja, RAPI, ORARI, Seskom Mitra Polisi, GAIKINDO/AISI, dan juga media massa. 

Urai Kemacetan, Polres Jakpus Siagakan Ratusan Personel

NTMC - Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hendro Pandowo membuat protap untuk mengurai kemacetan dan gangguan keamanan di jalanan. Kapolres mengerahkan ratusan personel guna mewujudkan hal tersebut.

"Hal tersebut sejalan dengan program prioritas Kapolri dan Kapolda Metro Jaya," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hendro Pandowo kepada detikcom, Sabtu (4/7/2015).Pembuatan Protap ini bertujuan untuk membentuk kesamaan pola pikir dan pola tidak bagi semua anggota Kepolisian Polres Metro Jakarta Pusat.

Dengan adanya protap gelar kekuatan dan pengaturan lalu lintas, Hendro berharap tugas dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Khususnya dalam mengantisipasi kemacetan lalu lintas dan gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Pusat.

Kapolres mengatakan, protap dibuat sebagai pedoman bagi anggota Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek jajaran dalam melaksanakan tugas turjawali dan mengantisipasi gangguan kamtibmas.

"Sehingga masyarakat seluruh pengguna jalan, khususnya pengendara kendaraan bermotor, pejalan kaki, anak sekolah, karyawan, karyawati merasa aman dan tentram," ucap Kombes Pol Hendro.

Kombes Pol Hendro juga berpesan agar para personel selalu siap dan siaga dalam melakukan tugas tersebut.

"Hindari sikap-sikap yang dapat menurunkan citra Polri antara lain mengobrol saat bertugas, main HP, arogan. 

Personel harus kedepankan sikap senyum, sapa dan salam," imbau Kombes Pol Hendro.

Mudik 2015, waspadai potensi hambatan kelancaran lalin

Ilustrasi arus mudik. Foto: Istimewa

NTMC - Para pemudik diimbau untuk mewaspadai beberapa potensi permasalahan yang dapat menjadi hambatan terhadap kelancaran arus lalu lintas angkutan Lebaran, pada arus mudik 2015 ini.

Hal itu seperti disampaikan Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan saat membuka Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2015/1436H, Kamis (1/7).

Menhub menyampaikan beberapa potensi permasalahan yang dapat menjadi hambatan terhadap kelancaran arus lalu lintas angkutan Lebaran tahun ini, yaitu :

1. Potensi gangguan lalu lintas, antara lain pasar tumpah, lokasi wisata, perlintasan sebidang jalan, dan jalur rel di jalan utama serta jalan alternatif.

2. Peningkatan pengendara sepeda motor dan mobil pribadi yang akan berdampak pada tingkat kemacetan dan kerawanan kecelakaan.

3. Pengaturan dan pengawasan kegiatan mudik angkutan laut sesuai ketentuan keselamatan pelayaran.

4. Ketertiban dan kelancaran pelayanan keluar masuk penumpang di terminal, stasiun, pelabuhan dan bandar udara. 

PJR Polda Metro Jaya Tangkap Copet Masuk Tol


NTMC - Polisi Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menangkap seorang pencopet di Bus Mayasari Bakti yang berusaha kabur ke jalan tol.

"Pelaku sempat dikeroyok massa yang mengejarnya," kata Kepala Subdirektorat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Agung Pitoyo di Jakarta, Jumat (4/6).

Kombes Pol Agung mengatakan pelaku yang belum diketahui identitasnya itu beraksi di Bus Mayasari Bakti jurusan Grogol-Kampung Rambutan.

Kombes Pol Agung menuturkan warga sempat mengeroyok pelaku di taksi setelah digeledah terdapat telepon selular di dalam saku celana.

"Pelaku mengaku telepon selular itu hasil mencopet dari penumpang bus," ujar Kombes Pol Agung.
Awalnya, pelaku turun berlari dari bus Mayasari Bakti hingga dikejar sejumlah warga di Pintu Keluar Tol Tebet 2 pada Jumat sekitar pukul 20.30 WIB.

Anggota PJR yang siaga di pintu keluar tol itu mengejar pelaku yang berlari menuju Jalan Gatot Subroto Jakarta Selatan 

Pengendara CBR Kecelakaan di Jalan MH Thamrin


NTMC - Kecelakaan kembali terjadi di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Kali ini melibatkan seorang pemotor.

Berdasarkan informasi dari akun Twitter resmi TMC Polda Metro Jaya menyebutkan kecelakaan tersebut menimpa seorang pengendara Honda CBR yang juga peserta sahur on the road (SOTR). Sayangnya belum diketahui secara detail kondisi korban.

"Pukul 03.35 WIB, kecelakaan pemotor Honda CBR perserta SOTR di Tosari Jl. MH. Thamrin," tulis TMC Polda Metro Jaya.

Hingga saat ini petugas terus meng-update data-data korban serta kondisi terakhirnya.

Lawan Arah, Pemotor Luka Parah Tertabrak Taksi di Jl Arteri Pondok Indah


NTMC - Kecelakaan antara taksi Taxiku bernopol B 1644 ZTA dengan sebuah sepeda motor Honda Supra terjadi di Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan. Akibat peristiwa ini, pengendara motor luka di bagian kepala dan pingsan.

Menurut saksi mata, Endy Darminto, peristiwa itu terjadi Sabtu (4/7/2015), sekitar pukul 02.40 WIB. Saat itu taksi melaju cukup kencang dari arah Pondok Indah menuju Kebayoran lama. Dia tidak melihat ada motor yang melaju dari arah berlawanan.

"Motor ini lawan arah lalu ditabrak sama taksi yang ngebut. Saat ditabrak pengendara motor sampai membentur kaca depan taksi lalu terpental," ujar Endy.

Endy menuturkan, pengendara motor yang belum diketahui namanya itu lalu langsung tidak sadarkan diri dan mengalami luka dibagian kepala dan tangan. Oleh pihak kepolisian, korban lalu dibawa ke rumah sakit terdekat.

"Korban sudah dibawa ke rumah sakit dan sopir taksi sudah diamankan," tutup Endy.

BBM Channel

Anda Pengunjung Ke

Arsip Berita

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. NTMC KORLANTAS POLRI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger