Headlines News :

Head Lines

Latest Post

Polda Jabar Siap Amankan Pelantikan Anggota DPR RI dan Anggota DPD

Written By Firmansyah Djavu on Selasa, 30 September 2014 | 20.41



NTMC – Sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Jakarta, Polda Jabar dan jajaran Polres/Polrestabes siap mengamankan jalannya pelantikan dan pengambilan sumpah/janji anggota DPR RI dan DPD periode 2014-2019 yang akan dilaksanakan Rabu (1/10/2014) di Gedung DPR/MPR RI Jakarta. Pada hari pelaksanaan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji anggota DPR RI dan DPD tersebut, Polda Jabar dan jajaran Polres/Polrestabes akan mengadakan simulasi kontijensi.  

Dalam simulasi kontijensi tersebut akan dilakukan penyekatan pergerakan/pergeseran massa menuju Jakarta yang akan dilaksanakan serentak di seluruh Polres/Polrestabes jajaran Polda Jabar dengan prioritas di 9 (sembilan) wilayah hukum Polres/Polrestabes jajaran Polda Jabar, yaitu Polres Bogor Kota, Polres Bogor, Polres Cianjur, Polres Sukabumi, Polres Purwakarta, Polres Karawang, Polres Bandung, Polres Cimahi dan Polrestabes Bandung.

Polda Jabar menurunkan personel yang dilibatkan dalam simulasi kontijensi tersebut terdiri dari 1.357 personel dari Polda Jabar dan 15.790 personel dari Polres/Polrestabes jajaran Polda Jabar. Selain personel dari aparat kepolisian, dalam simulasi kontijensi tersebut juga melibatkan personel dari TNI, PJR Koorlantas Polri, Badan Kesbangpol Linmas Prov. Jabar, Sat Pol PP Provinsi Jabar, Dishub Provinsi Jabar, PT. Jasa Raharja, PT. Jasa Marga sebagai pengelola jalan tol beserta pengelola rest area di jalan tol Cikampek, Purbaleunyi dan Jagorawi.

Pelaksanaan simulasi situasi kontijensi dilaksanakan untuk mengantisipasi apabila terjadi perubahan situasi akibat adanya upaya untuk menggagalkan pelantikan dan  pengucapan sumpah/janji anggota DPR RI, DPD RI, diantaranya dengan pengerahan massa ke Jakarta, yang dimungkinkan juga dengan mengangkat issue menolak hasil rapat paripurna DPR RI yang telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah serta adanya pemanfaatan situasi oleh kelompok tertentu yang menjadi pemicu terjadinya aksi protes sampai dengan tindakan anarkis.

Dalam pelaksanaan simulasi kontijensi tersebut, aparat kepolisian akan menutup sejumlah ruas jalan di masing-masing wilayah untuk mencegah adanya pengerahan massa ke Jakarta dengan cara melakukan penyekatan-penyekatan. Untuk itu, Polda Jabar dan jajaran Polres/Polrestabes menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jalan dengan adanya penyekatan di sejumlah ruas jalan tersebut.

Adapun lokasi-lokasi prioritas penyekatan tersebut adalah sebagai berikut, yaitu wilayah hukum Polres Bogor terdiri dari Gerbang Tol (GT) Kranggan, GT. Gunung Putri, GT. Citeureup, GT. Sentul Utara, GT. Sentul Selatan, GT. Ciawi, Simpang Gadog,  Fly Over Cibinong dan Parung.  Wilayah hukum  Polres Bogor Kota, yaitu Simpang Pomad, BORR/Jalan Baru, Baranangsiang, Simpang Ciawi dan Yasmin Tansa. Wilayah hukum Polres Karawang, yaitu GT. Karawang Barat, GT. Karawang Timur, Rest Area KM 42 dan Tanjungpura. Wilayah hukum Polres Purwakarta, yaitu BIC/Kawasan Industri, GT. Cikampek, GT. Sadang dan GT. Jatiluhur. Wilayah hukum Polres Sukabumi, yaitu Kawasan Indolakto,  Stasiun Kereta Api Cicurug, Areal Wisma Delima dan Lapangan Sekarwangi. Wilayah hukum Polres Cianjur, yaitu Jembatan Citarum, Rest Area Segar Alam, Jembatan Cibeet dan Tugu Batas Gekbrong. Wilayah hukum Polres Bandung, yaitu batas kota Cibiru, GT. Cileunyi, Undespass Buahbatu, Underpass Moh. Toha dan Underpass Margahayu. Untuk wilayah hukum Polres Cimahi, yaitu Fly over Cimindi, GT. Baros, GT. Padalarang, Jembatan Rajamandala dan pertigaan Pasar Cikalongwetan. Sementara untuk wilayah Polrestabes Bandung, yaitu GT. Pasteur, GT. Pasirkoja, GT. Kopo, GT. Moh. Toha, GT. Buahbatu, batas kota Cibiru, batas kota Cimindi dan Terminal Ledeng.

Polri menghimbau kepada masyarakat pengguna jalan agar selalu mencari informasi kepada polres-polres atau polsek dan anggota polisi dilapangan ataupun informasi dari media-media agar tidak terjebak di jalan yang akan ditutup. Polri juga meminta maaf kepada masyarakat bila terjadi ketidaknyamanan nantinya.

Kapolda Jabar Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum


NTMC - Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Mochamad Iriawan, SH.,MM.,MH., berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Univesitas Trisakti Jakarta dengan nilai cumlaude. Sidang terbuka program Doktor Ilmu Hukum dilaksanakan Sabtu (27/9/2014) bertempat di Gedung Syarief Tayeb Universitas Trisakti Jakarta.

Tim penguji dalam sidang terbuka tersebut langsung dipimpin oleh Rektor Universitas Trisakti Prof. Dr. Thoby Mutis dengan anggota Prof. Dr. Tb. Ronny Nitibaskara, S.Kum., Prof. Dr. Eriyantouw Wahid, SH.,MH., Dr. Endyk M Asror, SH.,MH., Prof. Dr. Dadan Umar Daihani, DEA., dan Prof. Dr. Alwi Danil, SH.,MH.

Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah para undangan, diantaranya Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Drs. Ronny F. Sompie, Wakapolda Jabar Brigjen. Pol. Dr. H Rycko Amelza Dahniel, M.Si., para pejabat utama Polda Jabar serta para Kapolres jajaran Polda Jabar dan undangan lainnya.

Dalam disertasenya, Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Mochamad Iriawan, SH.,MM.,MH., mengambil judul “Eksistensi Lembaga Terkait Dalam Penegakan Hukum Pada Delik Pedofilia Ditinjau Dari Perspektif Hukum Pidana Indonesia,” yang merupakan analisa yuridis mengenai penegakan hukum delik pedofilia.

Diungkapkan Kapolda, sanksi hukum bagi pelaku kasus pedofillia saat ini, dinilai masih belum optimal. Pada kasus ini hanya diterapkan pasal 65 KUHP serta Undang-undang Nomor 23  tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang sanksi hukumnya rendah. Sehingga perlu adanya hukuman tambahan bagi pelaku pedofillia, sebagai efek jera. Kapolda Jabar mencoba mengusulkan hukuman tambahan bagi pelaku pedofillia, yaitu dikebiri secara kimia, hukuman ini sudah berlaku di Negara Jepang dan Korea.

Lebih lanjut dikatakan Kapolda Jabar, selain penambahan hukuman yang berat bagi pelaku pedofllia, penangan kasus tersebut khususnya terhadap korban harus melibatkan berbagai institusi. Eksistensi lembaga terkait yang ada harus terlibat dalam penanganan kasus pedofilia, karena tidak bisa ditangani pihak kepolisian saja, sebab kejahatan pedofllia merupakan kasus kejahatan tertinggi kedua setelah narkoba.

Sementara itu, Tim penguji menilai, disertasi yang di ajukan Kapolda Jabar tersebut dapat dipertimbangkan untuk menjadi undang-undang. Karena untuk kasus kejahatan pedofillia sendiri, Indonesia belum memiliki undang-undangnya.

Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya



NTMC - Tanggal 1 Oktober 2014 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur akan dilangsungkan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diikuti oleh seluruh pejabat tinggi negara beserta para tokoh dan anggota DPR dan DPD terpilih periode 2014-2019. Bagi pengguna jalan yang akan melalui jalan tersebut sebaiknya memilih alternatif jalan lain.

"Di Lubang Buaya, ada upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Diperkirakan akan menimbulkan kepadatan lalu lintas. ujar Ka. Subbag Tekinfo Polda Metro Jaya, Kompol Purwono P Takasihaeng, Senin, (29/9/2014).

Kompol Purwono menjelaskan, diperkirakan sejak pukul 05.00 WIB calon anggota DPR dan DPD beserta pasukan upacara sudah memasuki kawasan Lubang Buaya. Acara sedianya akan dimulai pukul 07.00 WIB sampai 09.00 WIB.

"Untuk menghindari kepadatan lalu lintas, masyarakat diimbau untuk menghindari ruas jalan Lubang Buaya, Jakarta Timur dari sebelum pukul 05.00 pagi." ujarnya.

Kompol Purwono menuturkan, usai mengikuti upacara para calon anggota dewan tersebut akan langsung meninggalkan lokasi untuk segera menjalani upacara pelantikan sebagai anggota DPR dan DPD di Gedung MPR dan DPR RI, Senayan.

"Pukul 09.15 WIB para calon anggota dewan sudah meninggalkan Lubang Buaya menuju Senayan untuk dilantik menjadi anggota DPR dan DPD periode 2014-2019." Tutupnya.

Polres Bondowoso Lakukan Pengecekan Senpi Dinas Anggota


NTMC - Kepolisian Resort (Polres) Bondowoso, melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah senjata api (senpi) yang selama ini digunakan oleh anggotanya dalam bertugas, Senin 29 September 2014 jam 13.00 WIB s/d selesai bertempat di Polres Bondowoso.

Kegiatan pemeriksaan senjata api dipimpin oleh Waka Polres Bondowoso Kompol Mudawaroh dan diikuti 47 anggota dari berbagai satuan di jajaran Polres Bondowoso, diantaranya  Satuan Reserse dan Kriminal, Satuan Intelkam, Satuan Resnarkoba, dan Satuan Sabhara serta Polsek Jajaran Polres Bondowoso. 

Pemeriksaan meliputi penegakan ketertiban senpi, termasuk kebersihan dan masa berlaku senpi. Dalam kegiatan tersebut tidak ditemukan pelanggaran atas kepemilikan senjata api yang ada. Semuanya dinilai masih layak pakai dan tidak ditemukan senpi yang masa berlakunya habis.

Dalam keteranganya Waka Polres Bondowoso menyampaikan bahwa senpi tidak diberikan kepada seluruh anggota, namun pengajuan dari perwakilan masing-masing satuan. Jika ditemukan senpi yang masa berlakunya habis, pihaknya memerintahkan kepada Provos Polres Bondowoso untuk menarik senpi dari pengguna. 

“Pemberian senpi kepada anggota tidak diberikan semena-mena, namun harus ada pengajuan dari satuan masing-masing untuk kemudian nanti diberikan beberapa tes kepada anggota yang bersangkutan”, ujar Mudawaroh.

Tes yang  dilalui oleh anggota yang akan menggunakannya itu di antaranya, tes psikologi dan catatan riwayat hidup anggota, jadi bagi Anggota jika sebelumnya pernah melanggar, tidak akan dipinjamkan. Begitu juga, kalau masa berlakunya habis dan diketahui oleh provos, maka akan langsung dicabut. Tapi sejauh ini, dari pemeriksaan tadi, semuanya layak pakai.

Selain itu, pemeriksaan tersebut juga sebagai respons atas kejadian penembakan anggota TNI di Depan Markas Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Riau di Tembesi, Batam, Minggu (21/9), dan sebagai antisipasi agar senjata api yang ada tidak disalahgunakan oleh jajaran kepolisian di wilayah Polres Bondowoso.

"Kami mengantisipasi agar tidak terjadi penyalahgunaan senpi dinas yang dipinjamkan ke anggota, namun senpi dinas merupakan alat untuk melindungi dan mengayomi masyarakat", tutup Mudawaroh.

Polres Pesisir Selatan Sita 1 Senjata Api dan 20 Amunisi Saat Ops Cipta Kondisi


NTMC – Polres Pesisir Selatan menggelar Operasi Cipta Kondisi pada hari Senin (29/9) pukul 21.00 s/d 23.00 Wib di Depan terminal Sago Kec. IV Jurai Kab. pesisir selatan. Kapolres Pesisir Selatan AKBP Toto Fajar Prasetyo, SE. MM., langsung memimpin Operasi tersebut yang mengikut sertakan Waka Polres, Para Kabag dan Kasat serta Brigadir Polres Pesisir Selatan.

Dalam Operasi Kali ini Polres Pesisir Selatan berhasil melakukan penyitaan terhadap barang-barang berupa:
1. 1 (Satu) Unit Mobil carry pick up no.pol BA 8875 BP.
2. 1 (Satu) Pucuk Senjata api Laras Panjang merk Bruno.
3. 20 (dua puluh) Butir Amunisi kaliber 7,62 x 51 mm.
4. 4 (empat) buah senjata tajam.
5. 1 (satu) buah buku senjata api merk Bruno no.pol : BPSA / SBR-10-6/VI/2014.

Penindakan dengan Tilang sebanyak 27 Pelanggar dengan barang bukti, berupa:
1. Ranmor R2 : 9 Unit
2. STNK : 7 Lembar
3. SIM : 1 Lembar

Dalam kesempatan ini Kapolres mengatakan Ops Cipta kondisi ini akan terus dilaksanakan dengan sasaran Kelengkapan Kendaraan, Surat-Surat Kenderaan dan Pengemudi serta razia Senjata Tajam dan Senjata Api. “Operasi Cipta Kondisi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dan terciptanya situasi yang kondusif diwilayah Kab. Pesisir Selatan”, ujar Toto.

Jadwal Lokasi SIM Keliling Wilayah Bantul Bulan Oktober 2014




Untuk jadwal waktu dan tempat mobil pelayanan SIM keliling DIT Lantas Polda DIY di wilayah Bantul pada bulan  OKTOBER 2014 sebagai berikut :

NO
HARI
WAKTU
TEMPAT
1
Kamis, 02 Oktober  2014
08.00 Wib - 12.00 Wib
Polsek Sedayu
2
Selasa, 04 Oktober 2014
08.00 Wib - 12.00 Wib
Polsek Pajangan
3
Kamis, 09 Oktober 2014
08.00 Wib - 12.00 Wib
Polsek Kretek
4
Selasa, 11 Oktober 2014
08.00 Wib - 12.00 Wib
Polsek Pundong
5
Kamis,  16 Oktober 2014
08.00 Wib - 12.00 Wib
Polsek Jetis
6
Selasa,  18 Oktober  2014
08.00 Wib - 12.00 Wib
Polsek Pleret
7
Kamis, 23 Oktober 2014
08.00 Wib - 12.00 Wib
Polsek Srandakan
8
Selasa, 25 Oktober  2014
08.00 Wib - 12.00 Wib
Polsek Sanden
9
Kamis, 30 Oktober  2014
08.00 Wib - 12.00 Wib
Polsek Bantul
Perhatian : Jadwal sewaktu waktu berubah


Jam Operasional : Pukul 08:00 - 12:00 WIB
SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A dan SIM C. Pembuatan SIM Baru dan jika masa berlakunya habis lebih dari setahun tidak bisa di layanan SIM Keliling.
Syarat perpanjangan SIM A atau C sebagai berikut :
            Foto Kopi KTP yang masih berlaku
            Foto Kopi SIM lama serta SIM asli
            Bukti Cek Kesehatan

BBM Channel

Anda Pengunjung Ke

Arsip Berita

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. NTMC KORLANTAS POLRI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger