Headlines News :

Head Lines

Latest Post

Polda Metro Jaya Temukan Pelabuhan Tikus Jalur Narkoba

Written By fachrul rizal on Friday, 22 July 2016 | 10:36

ILUSTRASI NARKOBA
NTMC POLRI - Polda Metro Jaya mencatat ada sejumlah pelabuhan tikus di perbatasan Jakarta yang kerap menjadi jalur masuk narkoba. Polda akan terus melakukan pemberantasan narkoba yang ada di Ibu Kota.

 Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto mengungkapkan, pelabuhan tikus yang menjadi jalur masuk narkoba berada di Teluk Naga, Kabupaten Tangerang; Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Provinsi Banten. Serta Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Menurut Irjen Pol Moechgiyarto, narkoba dibawa oleh kapal-kapal nelayan dari arah Pulau Sumatera, kemudian begitu masuk Jakarta dioper ke kapal-kapal kecil. Setelah itu baru dibawa masuk ke pelabuhan tikus itu.

Selain pelabuhan tersebut, lanjut Irjen Pol Moechgiyarto, masih ada banyak wilayah di sepanjang pesisir Jakarta yang bisa jadi lokasi masuk narkoba dari laut. "Ya, itu kan karena negara kita ini kepulauan. Makanya jadi banyak pintu masuk Narkoba," ungkap Irjen Pol Moechgiyarto kepada wartawan Kamis, 21 Juli 2016 kemarin.

Irjen Pol Moechgiyarto menuturkan, sepanjang 23 Mei-4 Juli 2016 polisi telah menyita barang bukti sabu sebanyak 81 kg. Lebih dari 50% atau 60 kg justru masuk lewat pelabuhan resmi.

Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Gembong Yudha, menambahkan, sebanyak 60 kilogram sabu didapat setelah disita 6 kilogram sabu dari seseorang di Alam Sutera, Tangerang Selatan. Sebanyak 6 kg sabu itu ternyata sabu yang telah dipecah, setelah ditelusuri barulah didapat sabu seberat 60 kg di Cikupa.

Begitu pelakunya diinterogasi, sabu itu ternyata masuk ke Jakarta lewat Pelabuhan Tanjung Priok. Diselundupkan dalam tumpukan alat berat.

Polda Metro Jaya Jemput Paksa Pria Paruh Baya Diduga Menipu Koleganya

ILUSTRASI penipuan
NTMC POLRI - Diduga melakukan penipuan terhadap koleganya, pria berinisial INR (58) di jemput paksa penyidik Polda Metro Jaya di daerah Batam. Penangkapan INR berdasarkan laporan yang dilayangkan Harsono Surohteguh dengan Nomor LP/1551/V/2012/PMJ/Dit. Reskrimum Polda Metro Jaya.

Harsono pun menuturkan aksi penipuan yang dilakukan oleh INR. Bermula ketika ia bersama INR berniat melakukan kerjasama bisnis membangun empat buah ruko di atas lahan tempat tinggalnya pada 29 Agustus 1997.

Dalam perjanjian tersebut, ruko yang dibangun akan dibagi bersama. Masing-masing dua unit dengan masa pengerjaan selama enam bulan. Namun nyatanya, ruko hanya terbangun dua unit.

"Saat itu dia (INR) berjanji memberikan uang pengganti dua ruko yang belum terbangun itu. Tapi tidak juga diberikan," kata Harsono, Kamis (21/7/2016).

Bukannya bertanggungjawab, INR malah melarikan diri ke Batam pada September 1998. Namun, anehnya pada 2001 INR malah melayangkan gugatan kepada Harsono.

Harsono pun melawan dan mengumpulkan berbagai bukti untuk melaporkan aksi penipuan yang dilakukan INR.

"Semua dokumen yang mereka layangkan untuk menggugat saya ternyata palsu. Seperti alamat palsu karena tidak ada rumahnya, bukti tanda terima sertifikat dan tanda tangan. Semuanya palsu," ungkapnya.

Berdasarkan temuan tersebut, Harsono melaporkan hal tersebut ke polisi dan ditindaklanjuti dengan melakukan pemanggilan terhadap INR, namun ia tak pernah hadir dalam pemanggilan hingga akhirnya polisi melakukan jemput paksa.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono membenarkan adanya kasus tersebut dan penangkapan terhadap INR.

Saat ini, kata Kombes Pol Awi, penyidik tengah melakukan pemeriksaan dan mendalami kasus tersebut.

"Saat ini kasusnya tengah didalami dan kita pastikan akan mengusutnya sampai tuntas," tegas Kombes Pol Awi.

Cegah Propaganda Radikalisme, Polri Patroli di Dunia Maya

TERORISME
NTMC POLRI - Polri meningkatkan pantauan terhadap aksi propaganda yang bersifat radikalisme di dunia maya pascatewasnya pimpinan Mujahidin Indonesia Timur, Santoso, di Poso, Sulawesi Selatan, pada Senin 18 Juli 2016.

"Kita lakukan upaya monitoring seluruh kegiatan personal atau pun kelompok masyarakat, khususnya yang berbau radikalisme. Upaya yang kami lakukan tetap dengan mengedepankan patroli di dunia cyber," kata Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul seperti dikutip dari Antara, Jumat (22/7/2016).

Langkah itu dilakukan karena melihat dari sisi perkembangan teknologi di dunia maya yang kian canggih, khususnya melalui media sosial. Masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan berbagai perkembangan teknologi di dunia maya.

Menurut Kombes Pol Martinus, selain digunakan sebagai sarana untuk memperoleh informasi, media sosial dinilainya sudah menjadi bagian dari kebutuhan primer masyarakat Indonesia untuk berinteraksi dengan sesamanya.

Kombes Pol Martinus mengatakan, dengan rutin menggelar patroli di dunia maya, pihak kepolisian mampu mengakses dan menginventarisasi seluruh kegiatan yang ada di dunia maya.

"Kita bisa mendatanya, apakah itu secara personal, kelompok atau bahkan website mana yang sifatnya sengaja membawa paham radikalisme melalui dunia maya, kita inventarisir," kata Kombes Pol Martinus.

Namun, sepanjang propaganda tersebut belum menyentuh terhadap aksi radikalisme, polisi mengedepankan upaya persuasif.

"Kita lakukan dengan pencegahan, mengedepankan upaya persuasif, di sini ada peran dari satuan humas, binmas, maupun intelijen. Merekalah yang berperan aktif untuk melakukan pencegahan," Kombes Pol Martinus menandaskan.

Minibus Alami Kecelakaan di Tol Jatinegara Arah Tanjung Priok

KECELAKAAN
NTMC POLRI - Satu unit mini bus jenis mengalami kecelakaan di ruas Tol Jatinegara yang mengarah ke Tanjung Priok, Jumat (22/7/2016).

Berdasarkan informasi yang dikutip akun resmi Twitter Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, kecelakan tersebut terjadi sekira pukul 01.54 WIB. Dalam peristiwa tersebut dilaporkan juga adanya korban.

"01.54 Kecelakaan elf B 7561 IP di tol cawang arah Jatinegara. Korban dibawa ke RS Uki Cawang," tulis @TMCPoldaMetro.

Saat ini di lokasi kecelakaan sudah dalam penangan petugas.

Kronologi Kecelakaan Truk Molen Vs Angkot yang Menewaskan 5 Orang

LAKA LANTAS
NTMC POLRI - Kecelakaan yang melibatkan angkutan umum R14 dan truk molen terjadi di depan Mal WTC Serpong, Tangerang Selatan, Banten dini hari tadi. Akibat kecelakaan tersebut, lima orang meninggal dunia.

Kasubbag Humas Polres Tangerang Selatan AKP Mansuri mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi di tempat kejadian, tabrakan tersebut bermula ketika mobil angkot R14 dengan nomor polisi B 1357 CTX jurusan Cimone-Perum yang dikemudikan Hendi, berjalan beriringan dengan angkot R14 lain dari arah Tangerang menuju BSD dengan kecepatan tinggi.

Lalu, saat di depan belokan U turn WTC Matahari, tiba-tiba ada sepeda motor yang belum diketahui identitasnya, hendak berputar balik dengan tidak memperhatikan kendaraan yang ada di belakangnya.

"Sehingga, dua angkot R14 itu kaget dan konsentrasi terpecah. Lalu R14 yang ada di lajur kiri langsung menghantam truk molen SGG dengan pelat nomor B 9071 NIB," kata AKP Mansuri, Jumat (22/7/2016).

Tak hanya menabrak truknya saja, angkot juga menabrak sopir truk yang tengah menurunkan muatan di samping truknya. Sopir yang diketahui bernama Marga (48) warga Bandung itu meninggal di tempat.

Akibat tabrakan tersebut, tak hanya Marga yang meninggal, empat penumpang angkot tersebut juga meninggal di tempat kejadian.

"Dua identitas penumpang yang meninggal diketahui bernama Ambon Al asal Ciledug dan Syaiful Ilyas asal Perumnas 4 Tangerang," kata AKP Mansuri.

Sementara dua penumpang lain yang juga meninggal belum diketahui identitasnya. Baru ciri badan saja yang menjadi identitas, yaitu Mr X yang memiliki badan gemuk dan Mrs X berperawakan kurus.

"Ada dua penumpang lagi yang mengalami luka-luka, pertama atas nama Suci (25) mengalami luka berat dan patah tulang dan Hendri Hartono (24) luka ringan," ujar AKP Mansuri. Kedunya langsung dibawa ke Rumah Sakit Ass-Shobirin Serpong.

Angkot Ugal-Ugalan Tabrak Truk Molen, Lima Orang Meninggal

LAKA LANTAS
POLRI - Satu Unit angkot menabrak truk molen yang sedang terparkir di depan WTC Serpong, Tangerang, Banten stelah membawa kendaraannya secara ugal-ugalan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam kecelakaan tersebut lima orang meninggal salah satunya pejalan kaki. Para korban dibawa ke RSUD Tangerang.

"Kecelakaan Truk Molen di dpn WTC Serpong," tulis @TMCPoldaMetro, Jumat (22/7/2016).

Saat ini pihak kepolisian setempat sedang melakukan evakuasi bangkai angkot yang sudah dalam keadaan ringsek.

Lalu Lintas Jakarta dan Sekitarnya Padat Pagi Ini

LALU LINTAS JAKARTA
NTMC POLRI - Situasi lalu lintas Jakarta dan sekitarnya terpantau padat pagi ini. Kepadatan kendaraan ini hampir terjadi di semua ruas jalan Ibu Kota. Hanya beberapa yang masih ramai lancar, seperti Jalan Tol Dalam Kota ruas Tomang arah Semanggi dan Terminal Bus Pulogadung.

Padatnya lalu lintas disebabkan antrean menjelang gerbang tol arah Jakarta, adanya truk mogok, dan antrean di perlintasan KA.

Sementara itu, banyak jalan berlubang di flyover tol dari Tomang arah Slipi. Bagi Anda yang melintas, diimbau untuk berhati-hati.

Berikut pantauan lalu lintas selengkapnya, Jumat (22/7/2016).

06.56 Tol Janger Karang Tengah arah Kebon Jeruk terpantau padat mulai KM 8
6.52 Imbas antrean perlintasan KA Jagakarsa, Lenteng Agung arah ke Pasar Minggu terpantau padat
06.52 Mobil alat berat mogok di KM 12 Tol Bekasi barat arah Cikampek, sementara dalam penanganan
06.49 Di KM 10 Tol Cikunir arah Bekasi barat terpantau sangat padat
06.45 Tol Dalam Kota Tomang arah Semanggi terpantau ramai lancar di kedua arah
06.41 Banyak jalan berlubang di flyover tol dari Tomang arah Slipi, hati-hati saat melintas
06.30 Truk mogok di KM 12 Tol Bekasi barat arah Cikampek, sebabkan lalu lintas padat, hati-hati saat melintas
06.27 Di KM 11 Tol Bekasi barat arah Cikarang terpantau padat
06.19 Tol Tangerang arah Karang Tengah terpantau padat mulai dari KM 14
06.12 Lalu lintas di depan Stasiun Tanjung Barat arah Jagakarsa terpantau padat
06.06 Tol Bekasi arah Cawang KM 12 terpantau padat
06.00 Di depan Terminal Bus Pulogadung di kedua arah terpantau ramai lancar
05.51 Tol JORR Cikunir arah Bekasi barat terpantau padat.

Polres Kediri Larang Bentor Beroperasi di Wilayah Kota Kediri Karena Melanggar UU LLAJ

Written By Firmansyah Djavu on Thursday, 21 July 2016 | 18:57

NTMC POLRI - Satlantas Kepolisian Resor Kediri Kota, Jawa Timur, mengamankan beberapa becak motor (bentor) yang memasuki area terlarang wilayah Kota Kediri, Kamis (21-07-2016).



Pelarangan ini beralasan karena melanggar pasal 277 dan 285 UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Kepala Kepolisian Resor Kediri Kota Ajun Komisaris Besar Polisi Wibowo SIK menjelaskan bahwa Bentor dilarang masuk wilayah Kota Kediri sebab melanggar undang-undang dan tidak memenuhi persyaratan teknis dan operasi ini juga merupakan bagian dari program Panjalu Jayati, salah satunya menekan kecelakaan lalu lintas.

Beberapa aturan yang melarang beroperasinya bentor antara lain Pasal 277 UU 22/2009 tentang LLAJ :

Setiap orang yang memasukkan Kendaraan Bermotor, kereta gandengan, dan kereta tempelan ke dalam wilayah Republik Indonesia, membuat, merakit, atau memodifikasi Kendaraan Bermotor yang menyebabkan perubahan tipe, kereta gandengan, kereta tempelan, dan kendaraan khusus yang dioperasikan di dalam negeri yang tidak memenuhi kewajiban uji tipe sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah).

Pasal 285 UU 22/2009 tentang LLAJ :

Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) junto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000.

Polda Metro Jaya Musnahkan 81 Kg Sabu dan 23 Kg Ganja

NTMC POLRI - Direktorat resnarkoba Polda Metro Jaya sangat progresif dalam mengungkap jaringan peredaran gelap narkoba. Dalam waktu 1,5 bulan terhitung 23 mei - 4 juli 2016 berhasil mengungkap lebih dari 100 kg narkoba yang terdiri dari shabu 81,807 kg dan ganja 23,990 KG ganja.



Barang bukti yang disita berasal dari 6 pengungkapan dengan mengamankan 14 orang. Direktur resnarkoba Polda metro jaya yang dikonfirmasi mengatakan " pengungkapan ini melibatkan jaringan internasional. Ada 5 warga negara china dan 3 warga negara taiwan.
narkoba narkoba1 narkoba2 narkoba3

Mereka menyelundupkan narkoba jenis shabu menggunakan modus memasukkan kedalam genset dan kedalam alat press plat besi (molting). Semuanya sudah lolos dari proses screaning di pelabuhan, dan sdh siap edar. Untung bisa kita ungkap, bayangkan kalau barang haram ini menyebar ke masyarakat, berapa banyak anak-anak kita yang jadi korban?!" Kata John.

"Ada 81 Kg sabu dan 23 Kg ganja yang kami musnahkan dan itu pelaksanaan operasi kepolisian yang dilaksanakan oleh Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya pada 23 Mei sampai 4 Juli 2016," jelas Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (21/7/2016).

Kapolda mengatakan peredaran narkotika di Indonesia sudah cukup mengkhawatirkan. Meski begitu, polisi terus melakukan upaya penindakan terhadap jaringan-jaringan narkotika yang ada.

"Pastilah tiap tahun begitu terus, kita sudah banyak ungkap tapi kenyataannya tiap tahun tetap ada terus. Berarti kesimpulannya barang itu memang banyak beredar di wilayah kita," ungkap Kapolda.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi masih maraknya peredaran narkotika. "Banyak faktor yang mempengaruhi apalagi kondisi geografis kita sebagai negara kepulauan Indonesia ini. Ini juga menariknya bagaimana barang barang haram itu masuk ke Indonesia," papar Kapolda.

"Bahkan karena banyaknya pelabuhan-pelabuhan tikus. Kalau pelabuhan resmi itu sudah kita antisapi dan terus kita tangkap kalau ada ketahuan," imbuh Irjen Pol Moechgiyarto.
Narkoba tersebut merupakan barang bukti dari total 14 tersangka yang ditangkap selama kegiatan operasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Mei-Juli 2016.

"Ada 5 warga negara China dan 3 warga negara Taiwan. Mereka menyelundupkan narkoba jenis sabu menggunakan modus memasukkan ke dalam genset dan kedalam alat press plat besi (molting)," ujar Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol John Turman Panjaitan dalam kesempatan yang sama.

"Semuanya sudah lolos dari proses screaning di pelabuhan, dan sudah siap edar. Untung bisa kita ungkap, bayangkan kalau barang haram ini menyebar ke masyarakat, berapa banyak anak-anak kita yang jadi korban," imbuh Kombes Pol John.

Wadir resnarkoba Akbp Wahyu Bintono H.B yang ditunjuk sebagai ketua tim pemusnahan barang bukti mengatakan "Barang bukti yang disita ini semuanya akan di musnahkan pada hari ini. Proses pemusnahan akan disaksikan dari semua unsur seperti kejaksaan, BNN, tokoh agama, tokoh masyarakat" ujar wahyu.

Adapun pasal yang yang akan dikenakan kepada pelaku pengedar shabu pasal 114 ayat (2) subsider 112 ayat (2) UU nomor 35/2009 tentang narkotika. Pasal yang dikenakan kepada pengedar Ganja dikenakan pasal 114 ayat (2) subsider 112 ayat (2) UU No. 35/2009 tentang narkotika.

Persyaratan dan Proses Penerbitan SIM Baru

NTMC POLRI - SIM adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas, dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor.



Sesuai dengan Pasal 77 ayat 1 Undang-undang No. 22 Tahun 2009, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikan.

Adapun persyaratan untuk mendapatkan sim, setiap orang harus memenuhi persyaratan usia, administratif, kesehatan dan lulus ujian sesuai psl 81 (1) UULAJ :
Persyaratan Usia psl 81 (2) UULAJ

-Usia 17 (tujuh belas) tahun untuk surat izin mengemudi a, c, dan d;
-Usia 20 (dua puluh) tahun untuk surat izin mengemudi b i;
-Usia 21 (dua puluh satu) tahun untuk surat izin mengemudi b ii;
-Usia 20 (dua puluh) tahun untuk surat izin mengemudi a umum;
-Usia 22 (dua puluh dua) tahun untuk surat izin mengemudi b i umum; dan
-Usia 23 (dua puluh tiga) tahun untuk surat izin mengemudi b ii umum.

Persyaratan administratif psl 81 (3) UULAJ:
-Identitas diri berupa kartu penduduk
-Pengisian formulir permohonan
-Rumusan sidik jari


Persyaratan kesehatan psl 81 (4) UULAJ :
-Sehat jasmani dengan surat ketarangn dari dokter
-Sehat rohani dengan surat lulus tes psikologis


Persyaratan lulus ujian psl 81 (5) UULAJ:
-Ujian teori
-Ujian praktik
-Ujian keterampilan melalui simulator

Mekanisme penerbitan SIM Baru A dan C

Jalan Kuwiran - Pajangan Diperbaiki, Polisi Lakukan Penutupan Jalan

NTMC POLRI Personil Polsek Pajangan melaksanakan patroli dan singah di proyek perbaikan jalan Kuwiran - Pajangan tepatnya di Dusun Dukuh -  simpang 3 Sindon Dusun Iroyudan Desa Guwosari Kec. Pajangan, Selasa, 19 Juli 2016 jam 12.00 Wib.



Menurut keterangan dari salah satu karyawan proyek tersebut bahwa, rahabilitasi/Peningkatan jalan ini masuk dalam Tahun Anggaran 2016 Kab. Bantul yang dilakukan oleh Dinas PU Kab. Bantul melalui PT. Maju Sarana Mulya jalan Jenderal Sudirman192 Bantul, pengerjaan akan dilakukan selama 125 hari kalender dan mendapat pendampingan oleh TP4D Kejaksaan Kab. Bantul.

Anggaran yang digunakan ± Rp. 6,8 Miliar untuk 3 tempat yaitu jalan Kuwiran – Pajangan (0,8 Km), jalan Sendangsari – Beji (1 Km) dan jalan Triwidadi – Sambikerep (1 Km).

Terpantau mulai hari ini sekira jam 11.00 Wib sudah dimulai perbaikan dengan pengerokan aspal sehingga jalan tidak bisa dilalui. Pihak proyek telah melakukan pengalihan arus lalu lintas dan penutupan jalan untuk memperlancar perbaikan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Jalan alternatif yang bisa dilalui setelah jalan Kuwiran - Pajangan ditutup masyarakat pengendara sepeda motor bisa melalui jalan kampung. Namun untuk mobil bisa melalui Jln. Dukuh - Kentolan Lor dan untuk angkutan harus melalui Jalan Ndiro - Goa Selarong atau melalui jalan lampu merah Njodog Jln. Sedayu - Pajangan.

Mayat Perempuan Ditemukan Mengambang di Sungai Musi

NTMC POLRI - Pada hari kamis tanggal 21 juli 2016 sekira pukul 06.30 wib.
telah ditemukan mayat seorang perempuan TKP di sungai musi rt.20 kel. Keramasan kec. Kertapati palembang. Mayat pertama kali ditemukan oleh Saksi Aru (40 th) warga kertapati.


Diinformasikan sebelumnya telah ditemukan mayat seorang perempuan dengan ciri - ciri umur sekira 20 tahun, rambut ikal pendek, tinggi sekitar 150 cm. Mayat tersebut mengapung /hanyut di sungai musi kemudian Polisi bersama warga, mayat tersebut ditarik ke pinggir.

Bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya dengan ciri - ciri tersebut diatas segera hubungi Hotline Polresta Palembang : 081368677888 atau konfirmasi langsung dengan mendatangi Polresta Palembang ke unit identifikasi Sat Reskrim Polresta Palembang.

Kapolres Jember Bekerjasama Dengan Developer Sediakan Rumah Murah Bersubsidi Bagi Anggota Polri dan PNS Polres Jember

NTMC POLRI - Sebagai bentuk kepedulian terhadap anggota Polres Jember, Kapolres Jember AKBP M. Sabilul Alif, SH, SIK, M.Si berusaha menampilkan sosok sebagai pemimpin berjiwa melayani (servant leadership) yang benar-benar memahami dan merasakan setiap persoalan serta keluhan yang dialami oleh anggota. Tidak hanya sebatas memahi begitu saja, namun Kapolres juga berupaya melakukan langkah-langkah nyata sebagai solusi sehingga dapat memberi manfaat yang bisa dirasakan oleh anggota Polres Jember.



Salah satunya penyediaan perumahaan murah bagi Personil Polres Jember lewat kerja sama dengan pihak developer dari PT. Sembilan Bintang Lestari dan PT Tjipta Boemi Lestari.

Di mana pagi tadi, Kamis (21/7/2016) jam 08.30 WIB telah ditandai dengan sosialisasi penyediaan rumah murah bersubsidi bagi anggota yang kemudian dilanjutkan penandatanganan MoU (Nota Kesepahaman) di Rupatama Polres Jember.

Adapun sosialisasi dan penandatanganan MoU ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi awal antara Kapolres Jember dengan pihak developer dari REI Jatim, dalam hal ini Bapak FX. Andoyo N.P selaku Badan Pertimbangan Organisasi REI Jatim yang juga Komisaris PT Argopura Karya Kencana Utama (AKKU) dalam pertemuan di ruang Loby Kapolres Jember, Senin (18/6/2016) lalu.

Sementara dalam acara sosialisasi dan penandatanganan MoU yang diikuti oleh seluruh personil Polres Jember dan perwakilan anggota polsek jajaran, Kapolres Jember menyampaikan keutamaan sebagai pemimpin yang menempatkan pelayanan terhadap bawahannya (Servant Leadership), mendorong untuk berusaha secara simultan bagaimana dapat meningkatkan pertumbuhan dan produktifitas kinerja bawahanya dalam kerangka memperkuat dan membangun soliditas internal. Sekaligus akan terus berusaha memanifestasikan ke dalam bentuk kepedulian sebagai pemimpin yang ”Down To Earth“ di dalam menempatkan kebutuhan prioritas bawahannya yang dilayani, salah satunya yaitu penyediaan perumahaan murah bagi Personil Polres Jember yang sejalan dengan asistensi “Commander Wish” di bidang reformasi kultural yang terkait pada perbaikan kesejahteraan anggota.

Kapolres juga menjanjikan akan memberikan bantuan bebas uang muka khusus kepada anggota yang baik dan berprestasi. Disamping itu, Kapolres mengharapkan semoga Upaya perbaikan kesejateraan dengan perbantuan pemenuhan kebutuhan prioritas Anggota Polres Jember, menjadi daya ungkit anggota untuk semakin meningkatkan integritas, produktifitas, dan etos kerja dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Polwan Polres Sukoharjo Beri Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas di Bawah Terik Matahari

NTMC POLRI - Terik matahari di siang bolong tak menyurutkan Polwan Polres Sukoharjo untuk melakukan public address system di sejumlah titik atau area strategis di wilayah Kabupaten Sukoharjo.



Public address system merupakan salah satu program Satuan Lalu Lintas Polres Sukoharjo untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tertib dalam berkendara.

Public address system yang juga termasuk tindakan preemtif ini dilakukan dengan cara memberikan himbauan dan pendekatan kepada masyarakat melalui pengeras suara atau microfon baik ditempatkan secara menetap di lokasi persimpangan jalan maupun secara mobile dengan menggunakan armada lantas.

Dengan cara tersebut, sosialisasi terhadap masyarakat mengenai tertib berlalu lintas dapat dilakukan dengan jumlah yang besar, atas banyaknya masyarakat melewati persimpangan jalan yang terdapat alat public address maupun polisi yang memberikan himbauan dengan pengeras suara di armadanya.

Selain itu, tindakan sosialisasi juga memungkinkan permasalahan yang sering terjadi di jalan dapat teratasi dengan baik, seiring timbulnya kesadaran untuk tertib dan patuh berlalu lintas oleh pengguna jalan.

Kasat Lantas Polres Sukoharjo, AKP Finan Sukma Pradipta, S.H., S.I.K., menjelaskan, tindakan preemtif sudah menjadi hal rutin yang dilakukan jajarannya sebelum memberikan tindakan preventif dan represif kepada para pengguna jalan oleh jajaran Satuan Lalu Lintas.

Dilain hal, Finan juga berterima kasih kepada pangguna jalan yang sudah tertib dan patuh berlalu lintas serta berharap mereka juga ikut andil dalam menyoliasiisasikan kepada pengguna jalan lain agat melakukan hal yang sama demi ketertiban dan keselamatan bersama serta menuju Indonesia tertib, bersatu keselamatan nomor satu.

Satuan Reserse Narkoba Beri Penyuluhan Kepada Siswa-Siswi Tentang Bahaya Narkoba

NTMC POLRI - Satuan Reserse Narkoba Polres Sinjai melaksanakan kegiatan penyuluhan narkoba kepada para siswa/siswi MAN 1 Sinjai Utara, Rabu (20/7/16).



Kegiatan penyuluhan dipimpin Kasat Narkoba Iptu Burhan yang didampingi anggota Sat Narkoba Polres Sinjai, dalam kegiatan tersebut Kasat Narkoba memperkenalkan kepada para siswa/siswi tentang jenis- jenis narkoba dan dampak pengaruh narkoba terhadap kesehatan serta ancaman hukuman bagi pemakai dan pengedar Narkoba.

Iptu Burhan juga mengajak para pelajar untuk hidup sehat tanpa Narkoba, “Jauhi narkoba, jangan sekali-kali berkeinginan untuk mencoba karena narkoba akan menghancurkan masa depan kita, harapan orang tua anak-anakku sekalian agar kita berguna demi bangsa dan negara nantinya,” ujar Kasat Narkoba.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah pencegahan dalam mencegah tindak penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar di Kabupaten Sinjai.

Dengan mengetahuinya dampak dan pengaruh narkoba dari sisi kesehatan dan hukuman yang diberikan kepada para pengedar maupun pemakai narkoba, harapannya agar para pelajar terselamatkan dari ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba yang akan menghancurkan masa depan dan kehidupan mereka.

Waspada!!! Modus Baru Kelompok Begal Gunakan Wanita Cantik dan Seksi

NTMC POLRI - Usianya baru 18 tahun. Namun dibalik paras cantiknya, N alias Lena ternyata bengis di jalanan. Bersama pacar dan ketiga rekannya, gadis asal Kabupaten Indramayu ini menjebak dan tidak segan melukai korbannya untuk merampas sepeda motor sasarannya. Namun, aksinya harus berakhir ketika anggota kepolisian berhasil membekuk ia dan komplotannya pada Selasa (19/07) dinihari sekitar pukul 02.20 WIB.



Kapolresta Bekasi, Kombespol M. Awal Chairuddin SIK mengatakan, N merupakan pengalih perhatian ketika pacar dan ketiga rekannya berinisial A (22), D (20), S (23) dan Z (20) melancarkan aksinya. Korban diinvite melalui BBM, kemudian digoda dan diajak bertemu di suatu tempat. Ketika korban lengah, langsung disikat dan sepeda motornya dilarikan, seperti kasus yang terjadi di Jl. Raya Daha arah Kantor BPN Lippo Cikarang, Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan pada Senin (18/07) malam sekitar pukul 22.15 WIB.

“Dengan daya tarik wanita seperti ini termasuk pencurian dengan kekerasan modus baru di Kabupaten Bekasi. Termasuk mengelabui. Orang kan beranggapan kalau perempuan gak mungkin terlibat dalam tindakan kejahatan, orang hampir rata-rata beranggapan seperti itu. Jadi masyarakat harus berhati-hati,” kata Awal, Selasa (19/07).

Sementara itu pelaku N mengelak jika aksi ini telah direncanakan. “Saya hanya mau menemui korban, karena dia ngajak ketemuan aja. Saya dianter D, pacar saya,” kata N.
Ia mengaku jika selama berkomunikasi dengan korban melalui BBM, beberapa kali diajak berhubungan intim oleh korban sehingga membuat D kesal dan memutuskan untuk memukuli korban. “Kalau yang ngambil motor itu teman pacar saya dan saya tak kenal,” kata dia.

Polres Mimika Isi Kegiatan MOS Dengan Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas

NTMC POLRI - SD dan SMP Permata Papua bekerjasama dengan Polres Mimika maka dalam pelaksanaan MOS (Masa Orientasi Siswa) di isi dengan Ilmu Kepolisian seperti aturan Undang-undang Lalulintas yang di bawakan oleh Aipda Fasse bersama 2 pers anggota Lantas.



Kegiatan Dikmas ini di ikuti oleh peserta sekitar 90 siswa dan siswi serta para dewan guru yang ada, Rabu (20/7).

Kegiatan ini bertujuan agar para siswa dapat mengetahui peraturan lalulintas sejak dini, maka dengan demikian generasi mudah kedapan mampu mempraktekan ilmu di lapangan ketika mereka mengemudikan kemdaraan di jalan umum.

Kegiatan Pendidikan Masyarakat Lalulintas (Dikmas Lantas) ini merupakan program Polri yaitu Polisi Masuk Sekolah dengan tujuan Dikmas adalah untuk memperdalam dan memperluas pengertian pada siswa – siswi terhadap masalah-masalah Lalu Lintas yang di hadapi dan menginsyafkan para siswa – siswi untuk membantu rencana, kebijaksanaan dan tata cara yang di tempuh dalam penyelesaian masalah Lalu Lintas, sehingga tertanam kebiasaan yang baik oleh siswa – siswi pemakai jalan pada umumnya dan para pengemudi khususnya, untuk bergerak di jalan sendiri maupun orang lain, dengan tingkah laku mentaati perundang -undangan dan peraturan Lalu Lintas.

Polri Gunakan Helikopter untuk Evakuasi Jenazah 2 Terduga Teroris

Written By fachrul rizal on Tuesday, 19 July 2016 | 15:11









 
NTMC POLRI - Jenazah dua terduga teroris yang tewas dalam baku tembak dengan Satuan Tugas (Satgas) Tinombala gabungan TNI-Polri akan dievakuasi menggunakan helikopter dari Pegunungan Tambarana, Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) menuju Rumah Sakit Bhayangkara, Palu. Sebab, wilayah tertembaknya dua terduga yang salah satunya diduga Santoso berada di hutan.

"(dua jenazah) Lagi dievakuasi pagi ini, karena di hutan, maka harus melalui helikopter kalau mau cepat dievakuasi," kata Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/7).

Kapolri menjelaskan, setelah jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Palu, langsung diidentifikasi melibatkan saudara, anak, istri dan keluarga.

"Termasuk tersangka lain yang sudah ditangkap (sebelumnya). Setelah itu (tes) DNA," jelas Jenderal Polisi Tito.

Teroris Paling Dicari di Indonesia Akhirnya Tewas

 
NTMC POLRI - Pimpinan Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso, diduga meninggal dalam baku tembak antara satu kelompok teroris dengan Satgas Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah. Sebagai salah satu kelompok teroris paling dicari di Indonesia, informasi dugaan meninggalnyanya Santoso cukup menyita perhatian publik.

Santoso, alias Abu Wardah, diketahui sebagai tokoh yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi penyerangan dan terorisme di Poso. Selain di Poso, Santoso diduga memiliki kaitan dengan sejumlah aksi terorisme di Solo, Bogor, Depok, hingga Tambora.

Padahal sebelumnya tak ada yang menyangka bahwa pria tersebut akan menjadi pemimpin gerakan terorisme di sejumlah daerah. Masyarakat di Dusun Bakti Agung, Desa Tambarana Trans, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, yang menjadi tempat tinggal Santoso dan keluarganya bahkan tak mempercayai bahwa Santoso yang mencari nafkah dengan berjualan buku keliling, sayur, buah-buahan dan terkadang menjadi buruh bangunan, bisa menjadi pemimpin aksi teror.

Nama Santoso mencuat setelah mendalangi peristiwa penembakan anggota polisi di kantor Bank BCA, Palu, pada 25 Mei 2011. Ustad Yasin yang pada saat itu tengah merintis pendirian Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) di Poso melirik Santoso. Pada Februari 2012, Ustad Yasin mengangkat Santoso menjadi Qoid (ketua) bidang Asykari JAT wilayah Poso, karena Santoso saat itu masih memiliki dan menyimpan senjata api serta amunisi.

Pada akhir 2012 atau awal tahun 2013, Santoso bersama Daeng Koro mendeklarasikan berdirinya Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Sejak itu mereka melakukan perekrutan dan pelatihan militer (tadrib asykari) yang dilaksanakan beberapa kali di wilayah Pegunungan Biru, Poso Pesisir.

Santoso kemudian memimpin sejumlah pelatihan militer (tadrib asykari) yang dilaksanakan beberapa kali di Pegunungan Biru, Poso Pesisir Kabupaten Poso dan di pegunungan Malino Kecamatan Soyojaya,
Kabupaten Morowali. Para pesertanya berasal dari warga Poso, Morowali, Jawa, Kalimantan, Sumatera dan NTB.

Sejak Januari tahun ini Satuan Tugas Tinombala gabungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian RI berhasil mengepung Santoso alias Abu Wardah dan kelompoknya di Pegunungan Biru, Poso, Sulawesi Tengah. Satgas Tinombala juga berhasil memutus komunikasi antara Santoso dan kelompoknya dengan para simpatisan dan keluarganya. Karena semakin terdesak, beberapa orang pengikut Santoso pun akhirnya memilih turun gunung dan menyerah, sehingga kekuatan kelompok Santoso semakin melemah.

Pada tanggal 18 Juli, Terjadi baku tembak antara Satgas Tinombala dengan kelompok teroris di Pegunungan Sambarana, Poso. Dalam baku tembak itu, pimpinan MIT yang selama ini diburu, Santoso alias Abu Wardah diduga tewas tertembak.

Peristiwa baku tembak itu terjadi sekitar pukul 17.00 WITA. Tim Satgas Tinombala awalnya menemukan lima orang tak dikenal, yang terdiri dari 3 laki-laki dan 2 perempuan. Dua laki-laki terkena tembakan polisi, salah satunya diduga Santoso. Sementara 3 orang lain berhasil melarikan diri.

Aiptu Ponijan Yang Tak Segan Mandikan Gelandangan

 
NTMC POLRI - Bagi Aiptu Ponijan, tugas polisi tak melulu urusan penegakan hukum. Sikap humanis dikedepankannya sesuai semboyan Polri yaitu melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.

Prinsip itulah yang tertanam dalam jiwa Aiptu Ponijan, anggota Polsek Menteng yang kini menjabat sebagai Kapolsubsektor Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat. Nama pria asal Indramayu, Jawa Barat ini sempat ramai diperbincangkan publik saat dipergoki memandikan pria gelandangan .

Tindakan kemanusiaan yang dilakukan oleh lelaki yang kerap menjadi Kasubsektor di jajaran Polsek Jakarta Pusat ini berlangsug pada Sabtu (25/6) lalu usai menjalani tugas piket.

Ketika itu dirinya mendapat laporan dari warga ada seorang pria paruh baya tergeletak di jalanan. “Awalnya saya mengira penemuan mayat,” ujar Aiptu Ponijan. “Dikabarkan pula, orang itu sudah tergelatak selama tiga hari,”ujar Aiptu Ponijan.

Begitu tiba di lokasi, pria berusia 56 tahun itu ternyata masih bernafas, kendati tubuhnya sudah lemas. Melihat kondisi itu, sigap Aiptiu Ponijan mengevakuasi pria malang itu ke rumah seorang warga dengan cara menggendong.
 
Di rumah warga itu, Aiptu Ponijan bergegas memandikan lelaki yang belakangan diketahui bernama Yunardi itu. Tindakan terpuji Aiptu Ponijan, rupanya memancing anak buahnya dan warga untuk membantu membersihkan lelaki tersebut. Setelah dimandikan , kemudian dipakaikan baju.

Selanjutnya lelaki itu dibawa ke RSUD Budi Asih, Cawang, Jakarta Timur untuk diberikan tindakan medis. Dan di rumah sakit itu, pria paruh baya itu meninggal dunia. Sehari kemudian, Aiptu Ponijan menerima telepon dari salah seorang wanita yang mengaku sebagai cucu dari lelaki tersebut. Korban tercatat asal Palembang, Sumatera Selatan, yang tinggal di Kelurahan Sukasari, Tangerang, Banten.

“Yah tugas polisi sebagai pengamanan, pelindung, pengayom, sesuai dengan amanah pimpinan Polri yang telah selalu ditekan pada seluruh jajaran se Indonesia, kami hanya bersifat kemanusiaan,” ujar Aiptu Ponijan.

BBM Channel

Anda Pengunjung Ke

Arsip Berita

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. NTMC KORLANTAS POLRI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger