Dengan lonjakan pengendara tersebut, PT Bina Marga mulai memberlakukan empat lajur untuk kendaraan roda dua. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya antrean panjang di pintu masuk.
Sumaryono, Kepala Gerbang Tol Suramadu, mengatakan, antrean di pintu masuk sudah mencapai 1 kilometer sehingga pihaknya melakukan rekayasa penambahan lajur khusus roda dua. "Kami tambahkan dua lajur khusus roda dua yang diambilkan dari jalur khusus roda empat biar tidak terjadi antrean terlalu panjang di loket," terang Sumaryono.
Sumaryono menambahkan, pembagian lajur khusus roda dua itu hanya pada saat kendaraan masuk ke tol dan tidak sampai pada bentang tengah jembatan. "Setelah diperkirakan tidak terjadi penumpukan kendaraan roda dua, kita kurangi lagi lajurnya menjadi dua. Sehingga di bentang tengah jembatan, lajur roda empat tetap seperti semula dan lajur roda dua menjadi dua lajur saja," ungkap Sumaryono.
Puncak arus mudik di Jembatan Suramadu diperkirakan terjadi pada sore ini hingga besok malam. Sebab, pengendara khususnya roda dua masih memanfaatkan cuaca sampai sore hari. "Kalau siang hari, jumlah pengendara roda dua relatif turun. Baru sore hingga tengah malam ramai kembali," pungkasnya.