Razia mendadak yang digelar Polisi itu sontak membuat kaget para sopir dan pelajar. Satu persatu kendaraan angdes yang kedapatan berpenumpang di atas mobil langsung dihentikan polisi. Dalam razia ini polisi tidak melakukan tindakan tilang, namun hanya memberikan peringatan terhadap sopir dan pelajar.
Tampak terlihat rasa kekecewaan dari para pelajar saat kendaraan angdes yang mereka tumpangi diberhentikan polisi dan disuruh turun. Para pelajar di Desa Gegesik, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon ini mengaku bahwa menumpang di atas mobil angdes sudah dianggap merupakan tradisi. Para pelajar juga mengakui bahwa aksi mereka itu membahayakan keselamatan jiwanya.
"Setiap hari kalau pulang dan berangkat ke sekolah selalu naik diatas Angdes. Kalau di dalam selalu penuh dan pengap. Makanya lebih asyik di atas mobil, banyak angin," ujar Dirman pelajar salah satu SMP di Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon.
Semetara itu, Kapolres Cirebon AKBP Hero Henrianto Bachtiar SIK MSi melalui Kapolsek Gegesik AKP Nanang Suhendar mengatakan razia simpatik tersebut digelar guna mengantisipasi terjadi kecelakaan bagi penumpang yang berada diatas kap mobil.
"Dalam berlalu lintas juga sang sopir sudah menyalahi aturan karena dapat membahayakan jiwa penumpangnya. Untuk razia saat ini kami hanya memberikan teguran atau peringatan saja kepada para sopir agar tidak membawa penumpang di atas kap mobil. Jika masih membandel, makan kami akan tindak tegas dengan memberikannya tilang," tegas Kapolsek.
Sumber : NTMC